Kamis, 03 September 2020

Delta Mas, Inisiasi Hijau di Kawasan Industri

Bekasi dikenal sebagai kota industri yang menjadi penggerak ekonomi nasional. Namun, dampak samping industri sulit dihindarkan. Kota industri identik dengan padat penduduk, lalu lintas ramai, buangan sampah yang tinggi, krisis air bersih, suhu memanas, polusi, dan berkurangnya pepohonan.

Bagaimana masyarakat bisa menikmati kehidupannya?

Masyarakat berusaha mencari hunian yang meminimalisir dampak industri, antara lain dekat dengan tempat kerja, akses jalan mudah, lingkungan hijau, dilengkapi fasilitas umum dan pendidikan yang baik untuk anak-anak mereka. Tempat di mana momen-momen kehidupan dapat dijalani dengan baik.

Dan Sinarmas Land berusaha menjawab kebutuhan itu dengan membangun kawasan mandiri Delta Mas yang  berkonsepgreen environment.  Pada km 37 jalan tol Jakarta-Cikampek  terlihat landmark bertuliskan "Kota Delta Mas". Delta Mas diuntungkan dengan akses tol yang strategis dari Cikarang-Bekasi menuju Bandung, Purwakarta dan Karawang, atau sebaliknya ke arah Jakarta. Dengan luas sekitar 3000 hektar,  Delta Mas memiliki fasilitas lengkap untuk hunian, bisnis, komersil, pendidikan, olahraga, rekreasi, dan industri.

Pertokoan
Pusat olahraga

Saya melihat konsepgreen environmentyang diterapkan di Kota Delta Mas antara lain adalah:

Green Living for Happy Family

Delta Mas merupakan hunian yang mengedepankan konsep hijau. Di setiap cluster dilengkapi dengan taman atau Cluster Park yang nyaman untuk kumpul bersama keluarga. Delta mas juga menyediakan kawasan alami untuk bersepeda, dikenal dengan Cikarang MTB Park (C'Park). C'Park dapat digunakan bagi semua jenis sepeda dan semua usia. Kegiatan bersepeda adalah bentuk "Green Inisiatif". Semakin banyak orang bersepeda, semakin berkurang penggunaan kendaraan bermotor dan emisi karbon ke atmosfer.

Green Education for Best Generation

Kota Delta Mas dikitari oleh sekolah-sekolah berkualitas seperti Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB), Pangudi Luhur dan Sekolah Fajar Hidayah Islamic School.

Kampus ITSB dinobatkan sebagaiGreen Campus Pertama di Indonesia olehGreen Building Council Indonesia karena mengembangkan arsitektur hijau. Kampus ITSB melakukan efisiensi dan hemat energi melalui bangunan berkoridor tunggal, penerapan double skin pada tapak, pengolahan sampah, pemanfaatan air hujan, memaksimalkan pencahayaan alami dan mengurangi penggunaan AC. Kampus ITSB juga memiliki ruang terbuka hijau mencapai 61% dari seluruh area kampus. Dengan cara itu, ITSB bisa hemat energi hingga 38%, hemat air 31% dan non emisi CO2 sebanyak 800 ton per tahun.

Semangat hijau yang ditularkan oleh sekolah membawa dampak positif bagi ligkungan sekitarnya. Misalnya, aksi kebersihan dan penghijauan yang dilakukan oleh sekolah akan dirasakan spiritnya oleh masyarakat sekitar.

Kampus ITSB

Jalan menuju ITSB mulai ditanami pepohanan
Green Industry for Good Work.

Delta Mas sangat prospektif bagi pelaku industri. Keunggulannya, Delta Mas menerapkan “Standard Factory Building” di area industri yang ramah lingkungan. Terdapat 1000 hektar area industri dengan namaGreenland International Industrial Center (GIIC). Tentunya ini adalah kabar baik yang bisa menjadi contoh bagi kawasan-kawasan industri lainnya. Industri tidak hanya bisa menghasilkan polutan, melainkan dilakukan dengan tetap menjaga lingkungan.

Sumber : www.delta-mas.com
Sumber: http://penanamanmodalbekasikab.info

Delta Mas diharapkan mampu menjadi peredam dampak perindustrian di sekitarnya dan menghadirkan kenyamanan tempat tinggal. Jika Delta Mas bisa menjadi teladan lingkungan hijau, bukan tidak mungkin Bekasi akan asri kembali.

Taman air Resto Alam Sari, Delta Mas

Sumber :

http://www.Kota-deltamas.Com/

http://www.Fb.Com/notes/sinar-mas-land/press-launch-sinar-mas-land-melalui-kota-deltamas-hadirkan-inexperienced-campus-pertama/250576015056473

http://www.Pace.Co/study/news/2009/01/30/144157612/Bukan-Tempat-Industri-Polutif

[CHIPversity] Pesan Moral Game Farm Story

Tulisan ini dimuat pada CHIP online http://chip.co.id/chipversity/general/8530/pesan_moral_game_farm_story

Pesan Moral Game Farm Story

Game ibaratkan dua mata pisau, bisa mendatangkan candu, bisa juga mendatangkan manfaat. Ada game yang mengandalkan kecepatan, kejelian, ketangkasan tangan, dan kemampuan manajerial pemainnya. Saya termasuk penyuka game manajerial. Saya mengunduh game Farm Story dr Team Lava. Selain Farm Story, Team Lava banyak mengeluarkan game manajerial diantaranya Fashion Story, Bakery Story, Restaurant Story dan City story.

Diantara semua, saya paling menggemari farm story karena banyak manfaatnya sebagai berikut:

(1). Semangat menyelesaikan tantangan.

Farm Story menyajikan tantangan berupa pengumpulan poin untuk peningkatan level, penambahan uang untuk membeli bibit tanaman dan perlengkapan, serta perluasan lahan. Semakin luas lahan, semakin banyak tanah bisa ditanami dan menghasilkan profit, atau untuk keperluan dekorasi eksterior pertanian. Ada juga tantangan yang muncul pada waktu tertentu, biasanya akan mendatangkan bonus besar atau dekorasi yang bagus.

(2). Semangat bersosial.

Farm story membutuhkan online internet. Kita bisa melihat community (komunitas) sesama pemain dari berbagai belahan dunia, lalu bisa menambahkan mereka sebagai neighbour (tetangga) dengan cara bertukar kode identitas (ID code). Untuk nama pertanian, saya memilih nama yang "Indonesia banget".

Kita wajib mempunyai tentangga karena untuk memperluas lahan, selain kecukupan jumlah uang atau berlian, juga disyaratkan memiliki sejumlah tetangga. Menambah tetangga juga berguna untuk menyelesaikan tantangan tertentu. Kita diwajibkan mempunyai sejumlah peralatan yang bisa diperoleh dengan mengirimkan permintaan kepada tetangga dan menunggu persetujuannya.

Permintaan ini hanya berlaku untuk satu kali per hari per orang. Jadi, semakin banyak tentangga kita, semakin banyak yang kita bsia mengirim permintaan dan semakin banyak peluang respon cepat yang kita dapatkan. Perlu diingat, tidak semua pemain online dan memberikan respon. Sebaliknya kita pun juga akan menerima permintaan kiriman barang.

Kita bisa saling mengunjungi pertanian teman sekedar untuk melihat dekorasi pertaniannya atau untuk menyiram tanamannya. Setiap kali berkunjung kita akan diberi bonus uang dan poin yang berguna untuk meningkatkan level. Dan setelah kita menyiram tanaman kita mendapatkan bintang yang berguna untuk meningkatkan popularitas baik dalam community maupun neighbours. Popularitas ini penting agar saat pemain dari manapun berkunjung ke community bisa melihat pertanian kita di deretan atas, sehingga lebih sering dikunjungi dan mendapatkan siraman air. Saat memanen tanaman, siraman ini bisa berubah menjadi poin.

(3). Mengenal pertanian.

Proses pertanian dimulai dari membeli lahan, mencangkul lahan, menanam lalu menunggu dan panen. Kita bisa memilih jenis tanaman yang akan kita tanam dengan harga dan waktu panen berbeda-beda, serta nilai hasil panen yang berbeda pula. Dari memilih-milih tanaman ini kita mengenal berbagai jenis tanaman, yaitu buah, sayuran, biji-bijian dan bunga. Juga bisa dibeli aneka jenis pohon. Kita bisa mengenal bentuk-bentuk tanaman yang semula hanya kita dengar namanya. Seperti jellybeam, barley, kiwi, marjoram dan lain-lain.

(4). Manajemen waktu.

Dalam Farm story kemampuan manajemen kita diuji, diantaranya manajemen waktu. Bagaimana kita bisa mengejar target sesuai waktu yang ditetapkan atau target hangus dan hadiah melayang. Manajemen waktu juga penting dalam memilih jenis tanaman, apakah tanaman yang lama panen atau cepat panen. Pada saat kita aktif bermain, bisa memilih tanaman cepat panen. Namun tanaman tersebut juga akan cepat busuk apabila tempo tertentu tidak segera dipanen. Tanaman 1 jam akan busuk 1 jam setelah masak, tanaman 22 jam akan busuk 22 jam setelah masak. Jadi, saat kita tidur atau sibuk, disarankan menanam tanaman yang lama agar tanaman tidak membusuk dan tidak sia-sia uang untuk membeli bibit.

Dalam realita, manajemen waktu game ini dapat menghindarkan kita dari permainan terus menerus. Kita bisa saja hanya memainkannya sehari sekali dengan tempo bermain tidak lebih dari 30 menit untuk mengurus pertanian kita.

Main game bisa bermanfaat, asalkan tepat memilih dan bisa manajemen waktu.

***

Tulisan di atas menjadi salah satu dari pemenang hiburan

http://chip.co.id/chipversity/general/8845/pengumuman_pemenang_kontes_menulis_artikel_bertema_game_favoritku

Family Dream Holiday in Majestic Water Village

Sebuah sore yang deras, saatnyame time.  Saya menghadiahi diri sendiri dengan secangkir kopi dan bermesraan dengan laptop.

Jeda dari kesibukan harian sebagai ibu dan wanita pekerja, saya berselancar di dunia maya. Entah mengapa, mendadak sore itu, saya ingin mencari gambar vila impian untuk keluarga pada saat liburan. Tentunya di lokasi impian. Di Indonesia saja, karena saya masih ingin dekat keluarga, dan masih cinta tanah air. Jadi, lokasinya apalagi kalau bukan Bali? Maka saya cari dengan kata kunci "Vila Bali"

Berbagai foto vila muncul dalam laman google. Mata saya terfokus pada satu gambar yang paling menarik. Vila itu bernama Majestic Water Village.  Lantas saya telusuri sumber gambar tersebut, mengarah pada  http://www.Majesticwatervillage.Com

Saya tertarik dengan tagline The Art of Beautiful Life.

Hidup memang ibaratkan seni. Bisa kita ukir, kita lukis, atau kita nyanyikan. Keindahannya tergantung dari kepiawaian kita menggerakkan tangan menghasilkan sebuah karya.

Bertanya pada diri sendiri, seni apa yang telah saya ukir? Lagu apa yang telah saya nyanyikan? Tak lain terlihat pada bagaimana saya bersikap dan membentuk karakter keluarga. Seni kehidupan bagi saya adalah keluarga. Seni menghadirkan keindahan, begitupun keluarga.

Keindahan hidup adalah keluarga yang bahagia.  Karenanya wajar jika sebagai ibu, banyak hal saya dedikasikan untuk keluarga. Termasuk  dalam memilih vila idaman, tentunya memilih yang paling sesuai untuk keluarga. Sepakat?

Untuk kebutuhan liburan saya dan keluarga pun butuh seni agar liburan berkesan sepanjang masa. Tujuannya, pulang liburan kami semakin hangat dan semangat kembali melanjutkan rutinitas.

Hmm, sepertinya Majestic Water Village adalah recomended destination untuk liburan mendatang. Beberapa hal yang menjadi menjadi pertimbangan saya adalah:

sumber foto: en.wikipedia.org

Majestic Water Village terletak di kawasan Uluwatu, Bali.

Uluwatu adalah nama Pura yang ada di atas anjungan batu karang yang menjorok ke laut, terletak di wilayah Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Badung. Pura Uluwatu ini istimewa karena terletak pada ketinggian ninety seven meter dari permukaan laut. Pura ini semakin populer karena pantai Pecatu yang berada tepat di bawahnya memiliki ombak pantai yang bagus untuk olahraga selancar. Seringkali kompetisi selancar internasional diadakan di sini. Untuk menuju kawasan Uluwatu hanya sekitar 30 menit dari Denpasar.

Dari kejauhan memandang tebing Pura Uluwatu menimbulkan kesan agung. Daya tarik magisnya sangat kuat. Ditambah suasana sunset lautan Samudera Hindia yang luas. Di sini sering ada pertunjukan tari kecak dan tari api. Pura Uluwatu adalah lokasi paling bagus untuk menyaksikan langsung tarian khas Bali dengan bonus pemandangan alam yang begitu indah.

Betapa impian terwujud, seandainya saya bisa menyaksikan mahakarya seni yang luar biasa ini bersama keluarga. Melewatkan sunset sakral bersama keluarga, dan merasakan kehangatan cinta. Bonusnya, anak-anak mengenal budaya bangsa yang mempesona. Ini penting untuk menumbuhkan kecintaan pada Indonesia.

Sesuai namanya, vila ini berkonsep "kampung air".

Dan anak-anak saya suka air ! Pas banget.

Majestic Water Villa dibangun di atas tanah gersang, tebing tinggi dan curam. Pengembang melihat kondisi ini sebagai peluang dengan membangun vila berkonsep kampung air. Terdapat 32 vila berukuran bangunan 350 meter persegi. Masing-masing dikelilingi kolam air, dan dibatasi dengan dinding air antara vila satu dan vila yang lain. Di kejauhan tampak laut lepas Samudera Hindia dengan ombaknya yang cantik.

Pada tengah komplek terdapat taman dengan kolam tenang dan pepohonan yang teduh. Di sana kita bisa menikmati suasana tenang sambil mendengarkan suara air, gesekan dedaunan, cicit burung, hembusan angin dan debur ombak di kejauhan.

Saya membayangkan bisa menikmati semua suasana itu bersama suami dan anak-anak. Saya bercengkerama dengan suami, sementara anak-anak berlarian diantara pepohonan dan mengitari kolam. Kemudian tangan mungilnya dicelupkan ke dalam kolam, mengambil sebuah kelopak bunga yang baru saja jatuh dari pohonnya.

Atau kami bisa menyusuri tangga yang terteduhi oleh teras air di atasnya. Berjalan pagi keliling kompleks vila. Menghirup udara pantai yang jernih sedalam-dalamnya. Berbaur dengan aroma dedaunan dan air yang menguap di udara kering. Air menjadi penyejuk suasana pantai yang gersang.

Inilah seni kehidupan dalam wujud hunian yang nyaman.

Di sana, saya pasti tak puas-puasnya mengambil foto-foto Majestic Water Village ini. Dari foto yang saya lihat di internet, sudah tertangkap keindahan dan kemewahan Majestic Water Village. Praktis membuat saya semakin ingin ke lokasi langsung. Coba ya, kalau ada saya dan anak-anak sebagai modelnya...it will be the most beautifull picture of us!

Puas menikmati suasana di luar, saya akan mengajak anak-anak makan siang di dalam vila. Tinggal pesan dari restoran atau kalau mau memasak menu yang ringan. Lalu menikmati makanan bersama sambil memandang laut dari dalam vila.

Majestic Water Village memiliki desain interior yang nyaman dan hangat untuk keluarga.

Terinspirasi dari Mies Van Der Rohe, arsitektur kenamaan dari Jerman yang hidup sekitar tahun 1950-an, Majestic Water Vila dibangun dengan desain interior simpel-minimalis dengan high end quality. Terdapat vila type Amrita, Aruna Water, Mina Earth, Indira Water dan Indira Valley yang masing-masing dilengkapi 2 kamar tidur, jacuzzy pada kamar tidur utama, kolam pribadi, bath up dan shower.  Karakter alam pada interior ditunjukkan dengan dinding beraksen batu alam serta pintu serba kaca, sehingga kita dimanjakan dengan pemandangan luar yang indah.

Kenyamanan indoors ini akan saya nikmati bersama keluarga. Lantai dengan motif kayu yang elegan dan bersih, memungkinkan anak-anak nyaman bermain di lantai. Si kakak bisa bermain boneka, adik bermain lego dan kereta api. Keceriaan rumah berpindah di sini. Sementara itu, saya menyajikan kopi dan cemilan untuk suami dan saya sendiri. Kami duduk berdua di sofa yang nyaman. Memandang hijaunya pohon dan birunya langit di luar. Menerawang dan membahasa soal masa depan.

Dengan teknologi engineering modern, Majestic Water Village menerapkan water recycle pump, renewal energy, dan listrik tenaga surya. Teknik-teknik tersebut penting dalam konsep go green living yang diharapkan akan mampu menghemat energi dan budget. Desain interior dengan jendela dan pintu yang lebar, serta desain bangunan yang memungkinkan sirkulasi udara lancar. Didukung adanya air di sekitaran bangunan menjadikan ruangan sejuk tanpa perlu terus menerus menyalakan air conditioner. Ruangan juga cukup terang tanpa lampu pada siang hari.

Saat malam menjelang, berempat tidur-tiduran diatas kasur yang empuk. Anak-anak sembunyi dibalik selimut sambil minta dibacakan cerita kegemarannya. Hingga akhirnya anak-anak tertidur. Dan kami perlahan meninggalkan tempat tidur. Menikmati suasana ruang yang lain.

Majestic Water Village dilengkapi dengan penjagaan keamanan, CCTV dan reception selama 24 jam. jaminan keamanan ini mengantarkan pada tidur nyenyak para penghuninya.

Indahnya hidup di Majestic Water Village. Menikmati setiap menit-menit penuh kesan dari pagi, malam hingga menjelang pagi kembali.

Din...Diiiin!!!

Saya tersentak oleh bunyi klakson mobil. Suami saya sudah pulang. Ya, ternyata saya masih menghadap leptop dengan gambar-gambar indah Majestic Water Village.

Akan saya tunjukkan pada suami, dan berharap Majestic Water Village menjadi tujuan kami liburan mendatang. Itu artinya, saya akan melanjutkan mencari informasi seputar vila yang disewakan, transportasi ke sana, dan biayanya.

Majestic Water Village adalah salah satu Properti yang dikembangkan oleh Prioritas Land Indonesia dan memang merupakan investasi yang menjanjikan. Selain Majestic Water Village, Prioritas Land Indonesia juga telah sukses membangun Majestic Point Serpong, dan apartemen Indigo Bekasi.

Kalaupun tidak untuk ditempati, Majestic Water Village bisa untuk disewakan karena dijual dalam kondisi siap huni atau siap sewa. Dan kabarnya,  vila-vila ini sudah laris manis terjual. Dari 32 unit sudah laku 30 diantaranya.  Tidak heran, karena Majestic Water Village memang menyajikan The Art of Beautiful Life.

Tulisan ini Juara 2 Lomba Blog Prioritas Land periode 2.

Sumber informasi dan foto:

www.Prioritaslandindonesia.Com

www.Majesticpointserpong.Com

www.Majesticwatervillage.Com

www.Indigobekasi.Com

http://identity.Wikipedia.Org/wiki/Pura_Luhur_Uluwatu

http://www.Indonesia.Travel/identification/vacation spot/355/pantai-kuta/article/182/nuansa-magis-tari-kecak-di-pura-luhur-uluwatu

Rabu, 02 September 2020

Menuju Solo Kota Ramah Pemudik

Sudah berjalan 17 tahun saya melintasi Kota Solo setahun dua kali pada saat mudik.  Kesan saya tentang Kota Solo hanyalah sebatas pemudik yang numpang lewat.  Saya belum pernah menginap semalampun, apalagi tinggal beberapa hari menikmati suasana kota yang tekenal dengan keanggunannya ini.

Solo berbatasan dengan Karanganyar, Boyolali, Sukoharjo dan Sragen.  Saya sudah pernah memasuki Solo dari keempat kabupaten tersebut.  Karena saya sebatas lewat di kota Solo, maka dalam tulisan ini mungkin tidak bisa saya jelaskan nama-nama terkait lokasi ataupun jalan.  Mohon dimaklumi, karena saya belum mengenal dengan benar seluk beluk kota Solo. Namun, saya ingin menuliskan kesan saya tentang kota Solo, dari kacamata pemudik.

Kesan Solo dari dalam Bis Malam

Tahun 1996-2007, saya mudik menggunakan bis malam. Pada arus mudik dari Jawa Barat ke Jawa Timur, biasanya bis melintas di Solo sekitar pukul 2 dini hari hingga subuh, tergantung kepadatan lalu lintas di Pantura.  Banyak penumpang yang turun di sini. Sebagian memang berumah di Solo, sebagian lagi masih melanjutkan perjalanan ke pinggiran dengan angkutan umum.  Saya sendiri masih melanjutkan perjalanan hingga ke Ponorogo, karena kampung halaman saya di Trenggalek.

Seringkali saya tidur saat bis malam tiba di Solo. Saya terbangun ketika bis tiba di terminal Tirtonadi.  Mendadak ada suara-suara memecah keheningan penumpang.  Lampu bis pun dinyalakan, dan para penumpang yang masih tidur gelagapan bangun mengucek mata.

"Arem-arem, tahu, jahe hangat....," demikian suara-suara pedagang asongan memasuki bis.

Tak lama bergantian pengamen memasuki bis.  Rata-rata pengamen di kota Solo bisa menyanyi dengan kualitas bagus.  Tampaknya darah seniman mengalir pada warga-warga Solo tanpa mengenal kasta.

Saya mempunyai kesan berbeda tentang pengamen di Solo dibandingkan dengan pengamen kota lain.   Pengamen di solo biasanya menyanyi berkelompok, dua orang atau lebih, laki-laki dan perempuan. Mereka membawa lebih dari satu alat musik.  Lagu yang dinyanyikan utuh dan beragam, bukan asal nyanyi.  Itu kesan baiknya.

Ada juga kesan buruk yang saya tangkap, pengamen di terminal Tirtonadi ini cukup berani memaksa penumpang untuk memberikan recehannya.  Saat itu, ada penumpang yang tidur dibangunkan oleh pengamen, ada juga penumpang yang disindir-sindir karena tidak mau menyumbang.  Padahal menurut pendapat saya pribadi, menyumbang atau tidak adalah pilihan setiap orang.  Dan orang akan lebih suka menyumbang kepada mereka yang mendatangkan simpati, bukan mengemis dan memaksa.

Pada arus balik dari Jawa Timur ke Jawa Barat, biasanya bis malam melintasi Solo sekitar pukul 15.00 - 17.00 sore.  Bis menghadap ke arah barat menantang matahari.  Sejak tiba di jalan Palur-Solo, bis sudah berjalan pelan merayap beriringan dengan bis-bis lain.  Tidak heran terjadi kemacetan, karena memang jalan ini menjadi jalan utama bis malam. Sementara jalan ini juga banyak agen-agen bis malam tempat para penumpang berkumpul dan menunggu untuk naik.  Otomatis, banyak bis yang berhenti menaikkan penumpang.

Dalam kemacetan ini saya justru menikmati suasana.  Saya bisa melihat seperti apa kota Solo di siang hari. Kalau di sepanjang jalan Palur saya banyak melihat warung bakso rusuk, lebih dalam ke arah kota saya melihat toko-toko aneka rupa yang mempertahankan bangunan lama.  Toko-toko berupa bangunan individual, khas pecinan atau pusat bisnis di kota-kota yang didominasi etnis China.  Saya katakan ini adalah gaya lama dari pertokoan, karena sekarang pertokoan telah banyak berganti penampilan berupa deretan ruko dan rukan yang seragam. Nah, di Solo ini masih banyak toko dengan bangunan lama.

Kesan Solo dari dalam Mobil : Minim Petunjuk Arah

Mulai tahun 2007 saya dan keluarga mudik ke Jawa Timur menggunakan mobil.  Pola mudik pun berubah.

Saya mencoba memulai perjalanan mudik pada jam-jam yang berbeda. Saya pernah mencoba mulai malam hari, dini hari, atau setelah subuh.  Biasanya saya dan keluarga menginap di Semarang, dan berangkat lagi dari Semarang menjelang subuh.  Dengan demikian, tiba di kota Solo sekitar pukul 8 pagi.

Solo pagi hari tampak menggeliat dengan aktivitas jalan raya yang ramai namun lancar.  Proporsi mobil, motor dan angkutan umum cukup seimbang. Sebagai pemudik yang numpang lewat, kesan saya tentang Solo berubah lagi setelah mengendarai mobil sendiri.

Jalan-jalan di Solo banyak perempatan dan pertigaan.  Namun sayangnya, minim petunjuk arah.  Bukan sekali dua kali kami berputar-putar di kota Solo ini untuk menemukan jalan ke arah Surabaya atau Sragen atau Sukoharjo.  Yang penting menemukan jalan keluar dari Kota Solo.

Selain itu, kota Solo adalah kota yang cukup rimbun dengan pohon-pohon besar di kanan dan kiri jalan.  Ini adalah sisi baik yang harus dipertahankan.  Efek sampingnya, pohon besar ini seringkali menutupi petunjuk jalan, sehingga tidak terbaca dari kejauhan.  Saran saya, sebaiknya pohon di sekitar pertigaan atau perempatan dipangkas sehingga tidak menutupi rambu dan petunjuk jalan.  Alternatifnya, petunjuk jalan bisa dibuat menggantung di bagian tengah jalan.

Pada momentum mudik hari raya, ada petunjuk jalan yang sifatnya darurat.  Papan petunjuk jalan diletakkan di tengah persimpangan.  Kekurangannya, papan petunjuk seperti ini mudah dipindah-pindahkan atau mudah tertiup angin sehingga posisinya tidak selalu pada tempatnya.  Untuk mengantisipasi perpindahan papan petunjuk yang berakibat menyesatkan pemudik, harus ada petugas yang mengawasi secara berkala. Lebih baik lagi jika petunjuk jalan dibuat permanen, toh akan sangat bermanfaat setiap saat bagi pemudik maupun wisatawan yang datang ke kota Solo.

Kadangkala saya melihat penumpukan petunjuk arah pada satu titik.  Bukannya membantu, petunjuk jalan yang menumpuk justru menyulitkan pemudik karena membingungkan.  Sebaiknya dibuat satu petunjuk jalan yang komplit dan terintegrasi.

Masalah tersesat dalam kota Solo ini pernah saya sampaikan pada teman saya yang memang tinggal di kota Solo.  Darinya saya tahu bahwa di Solo sering terjadi perubahan trayek jalan. Misalnya dari jalan satu arah menjadi dua arah, dan lokasi satu arah lokasinya berubah-ubah.   Penjelasan teman saya ini membenarkan pengalaman kami yang pernah mengalami salah jalur, masuk ke jalur satu arah dari arah yang berlawanan. Kontan saja mobil kelabakan dan sibuk mencari putaran balik.

Menuju Solo Ramah Pemudik

Lepas dari urusan jalan-jalan di Solo, saya menemukan daya tarik Solo bagi pemudik.  Ada wisata kuliner yang menggoda, mulai dari sate kambing, bakso dan aneka soto.  Harga makanan juga cukup terjangkau.

Pemaparan saya tentang sulitnya mencari petunjuk jalan di Solo semoga menjadi masukan yang membangun bagi pemerintah kota Solo.  Letak Solo yang berada di persimpangan berbagai kota menjadikannya kota transit, dan ini tentu saja merupakan potensi besar bagi pendapatan kota Solo.  Semoga pada mudik tahun depan, para pemudik sudah dimanjakan dengan petunjuk jalan dan rambu arah yang memudahkan.

Lebih baik lagi kalau Solo semakin berbenah mempercantik kota yang telah cantik.  Semakin cantik, Solo akan menjadi tujuan wisata. Tak ketinggalan yang penting adalah menampilkan sikap ramah dan tulus terhadap tamu.  Mungkin suatu saat, saya tidak lagi sekedar transit atau numpang lewat, tetapi juga berwisata, sembari mudik.

Demikian kesan saya tentang kota Solo.  Tulisan ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi.  Foto-foto pada tulisan ini diambil dari berbagai sumber dikarenakan saya tidak sempat memotret saat perjalanan mudik. Insya Allah pada mudik berikutnya saya akan mendokumentasikan lebih baik lagi.

http://anandaranz.blogspot.com
http://www.solopos.com/2012/10/01/pasang-rambu-penunjuk-arah-3349

Yuk, Pilih Cara Sehat Nggak Pakai Mahal !

Teringat saat saya mengantarkan anak untuk mendapatkan imunisasi di sebuah rumah sakit.  Imunisasi untuk pencegahan penyakit Hepatitis, Hib, Typus, MMR dan IPD (Pneumokokus) tidak didapatkan secara gratis di posyandu. Harga vaksinnya cukup mahal, menguras uang belanja selama seminggu. Kebetulan saja suami saya mendapatkan fasilitas kesehatan dari kantor, jadi sanggup bayar. Itupun masih diragukan sama suster di rumah sakit, "Vaksinnya harga sekian ya bu, bener ya mau imunisasi?" . Kesimpulannya, vaksin tersebut masih jarang digunakan orang karena harganya memang bikin orang berpikir seribu kali. Bukan nggak mau anaknya sehat, tapi karena nggak sanggup bayar!

Itu adalah potret kesehatan di Indonesia. Layanan kesehatan tergantung pada kemampuan. Yang sanggup bayar dapat sehat, yang nggak bayar harus pinter-pinter jaga kesehatan, jangan sampai sakit. Karena kalau sudah sakit lebih mahal lagi biayanya.

Tapi kita bisa apa? Menunggu pemerintah memberikan layanan kesehatan cuma-cuma untuk rakyat? Menunggu pengobatan gratis? Menunggu sumbangan sumber gizi? Menunggu perekonomian membaik ?

Kesehatan kita adalah tanggung jawab kita sendiri. Kalau hanya menunggu tanpa upaya untuk sehat, artinya kita menunggu saat sakit tiba. Dan itu artinya masalah yang lebih besar akan kita hadapi.

Ijinkan saya kembali mengingatkan, ada banyak cara murah dan free of charge yang bisa kita pilih untuk menjaga kesehatan.

Mari sisihkan rasa gengsi terhadap hal yang sifatnya murah (apalagi gratisan). Kalau itu bisa menyehatkan kenapa pilih yang mahal?

Cara 1 : ASI itu murah, beri bayi ASI !

Sudah sering disebutkan bahwa bayi (wajib) diberi ekslusif 6 bulan pertama dan lanjutkan menyusui dengan tambahan MPASI hingga 2 tahun. Manfaat ASI untuk kekebalan dan kesehatan anak tidak diragukan lagi. Sayangnya, pada kenyatannya, masih cukup banyak ibu yang belum bisa memberikan ASI. Alasannya beraneka, antara lain tekanan lingkungan keluarga, tekanan kerja, kondisi fisik ibu.

Saya tidak ingin menuduh si ibu kurang usaha. Kesulitan setiap orang berbeda, tapi please, semoga bukan karena percaya bahwa susu system lebih baik. Yang benar adalah susu formula lebih mahal, dan ASI lebih baik. Kesehatan anak kita tidak bertumpu pada gengsi dan mahal kan?

Kalau ASI lebih baik, plus murah, kenapa tidak?

Cara 2 : Pilih makanan sehat yang murah

Jangan dikira makanan yang mahal-mahal selalu sehat. Di Indonesia, daging relatif lebih mahal daripada ikan. Tidak perlu panik karena tidak sanggup makan daging setiap hari. Pilih saja yang lebih murah, seperti tempe, tahu, telur. Sehat kok!

Makanan rumahan sudah pasti lebih murah. Kabar baiknya, makanan rumahan lebih sehat karena pengolahan terjaga dan minim zat adiktif. Dengan fakta ini, kenapa masih suka makan di resto cepat saji yang harga satu porsinya bisa untuk makan sekeluarga?

Bagi yang mampu, memilih menu sehat yang murah tidak akan membuat anda kelihatan miskin. Bagi yang belum pernah makan di restoran, tidak perlu minder. Bersyukurlah, makanan yang anda lebih aman.

Bagi yang uang belanja pas-pasan, hanya cukup untuk beli sayur-mayur dan tempe, jangan berkecil hati. Gizi tidak dipengaruhi oleh harga makanan.

Cara three : Jaga kebersihan

Kebersihan adalah sebagian dari iman. Demikianlah pentingnya kebersihan hingga agama sangat menganjurkan. Ada juga slogan bersih pangkal sehat. Bersih menjauhkan tubuh dari penyakit. Untuk menjaga kebesihan tidak perlu biaya tinggi. Yang diperlukan adalah rajin bersih-bersih ! Bersih dari debu, bersih dari tikus dan serangga penyebar penyakit, bersih dari sampah dan lain sebaginya. Bersih itu murah, bersih itu sehat.

Cara 4 : Lakukan olahraga yang murah.

Olahraga terbukti menyehatkan. Olahraga membuat otot tubuh bergerak dan bermanfaat untuk memperlancar metabolisme tubuh. Olahraga tidak harus mahal.  Jika kita tidak mampu membayar gym untuk fitness, bukan jadi alasan untuk tidak berolah raga. Banyak olahraga yang tidak perlu biaya, misalnya jalan sehat, lari, senam, atau sepak bola. Kita hanya perlu kemauan kita untuk melakukannya.

Cara five : Manfaatkan Posyandu dan Puskesmas

Posyandu adalah suatu tempat pelayanan kesehatan masyarakat yang berfokus pada manusia usia dini dan lanjut usia. Posyandu ada di tingkat desa, diberdayakan oleh ibu-ibu warga desa untuk warga desa secara free of charge. Di posyandu tersedia layanan penyuluhan gizi, bantuan gizi balita, imunisasi dan pemeriksaan kesehatan. Posyandu ini hanya dilakukan berkala, biasanya sebulan sekali.

Puskesmas atau Pusat Kesehatan Masyarakat adalah tempat pelayanan kesehatan yang berfokus pada penyembuhan penyakit berbagai usia. Puskesmas memberikan layanan pengobatan free of charge hingga murah. Biasanya pasien hanya dikenakan biaya administrasi. Obat dan jasa dokter free of charge. Puskesmas sifatnya adalah pengobatan ringan hingga sedang, pada kasus sakit yang lebih berat Puskesmas merujuk ke Rumah Sakit.

Dua pos layanan kesehatan ini sudah ada sejak lama dan dikenal masyarakat. Walaupun siapa saja boleh ke Posyandu dan Puskesmas, umumnya yang mau ke sini adalah masyarakat menengah ke bawah, termasuk miskin dan dhuafa. Dan memang selayaknya mereka memanfaatkan ini.  Puskesmas mempunyai kapasitas yang memadai untuk pertolongan sakit ringan hingga sedang. Puskesmas juga bisa membantu pemeriksaan tahap awal. Jadi jika terkena flu atau diare ringan, cukup datang ke puskesmas.

Memang bantuan Puskesmas sifatnya tidak paripurna. Puskesmas juga tidak membantu problema-problema yang menyertai trouble kesehatan, seperti bantuan pembiayaan.

Cara five : Pilih obat dan nutrition generik.

Masih terkait layanan kesehatan murah atau gratis, obat dan diet generik adalah sarana kesehatan yang murah. Obat dan nutrition generik adalah bahan aktif obat dan vitamin yang yang tidak diberi merk dagang sehingga mengurangi biaya produksi dan promosi.

Tidak semua masyarakat 'percaya' bahwa obat dan vitamin generik mempunyai khasiat yang sama seperti yang bermerk. Dan kenyataannya cukup sulit untuk benar-benar menyakinkan mereka.  Dalam benak mereka, obat dan vitamin yang mahal lebih ampuh daripada yang murah. Dampak pola pikir ini adalah menunda pengobatan atau menghentikan malah pengobatan.

Yang repot lagi kalau si miskin termakan promosi penjual obat-obatan yang harganya mahal.

Cara 6 : Urus Jamkesmas.

Salah satu cara pemerintah untuk memudahkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan di Rumah Sakit adalah dengan Jaminan Kesehatan Masyarakat.  Untuk mendapatkan kemudahan ini, tentu saja melalui prosedur pemeriksaan berkas untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan.  Sebagian orang merasakan prosedur ini sebagai hambatan.

Karena itu, masyarakat yang membutuhkan Jamkesmas sebaiknya mengurus kelengkapannya sejak masih sehat.  Kebanyakan baru terpikir Jamkesmas saat sudah sakit, sehingga keluarga panik dibuatnya.  Urusan yang serba terburu-buru juga tidak mudah.

Cara 7 : Manfaatkan layanan kesehatan cuma-cuma..

Beberapa lembaga kemasyarakatan telah membuat layanan kesehatan gratis. Sudah pernah dengan tentang LayananKesehatan Cuma-Cuma (LKC) dari Dompet Dhuafa? Ini merupakan lembaga non profit di bidang kesehatan yang melayani kaum Dhuafa secara paripurna. Jenis layanananya pun banyak melingkupi berbagai kebutuhan kesehatan seperti penyuluhan, gerai gizi, khitanan, pengobatan, operasi hingga mobil ambulans dan mobil jenasah. Sumber dananya diperoleh dari dana sosial masyarakat (ZISWAF- Zakat, Infak, Sedekah dan wakaf) dan dana sosial perusahaan.

Yang bisa menerima layanan kesehatan cuma-cuma adalah mereka yang telah terdaftar sebagai peserta dan disurvey. Prosesnya tidak lama, namun juga tidak mudah melayani yang mendadak. Ada baiknya yang membutuhkan segera mendaftar.

LKC Dompet Dhuafa, Bukan sekedar layanan cuma-cuma

Dalam menjalankan Visi dan misinya, LKC Dompet Dhuafa mempunyai berbagai macam application unggulan yang strategis, efektif, efisien, dan terukur. LKC membagi programnya dalam dua pendekatan, yaitu pendekatan langsung dan tak langsung. Pendekatan langsung dirasakan langsung oleh penerima manfaat, Contoh programnya adalah gerai sehat, TB middle, Aksi tanggap bencana, aksi layanan sehat, khitanan masal, operasi masal, pembiayaan pasien, pos sehat, pondok keluarga sehat, penyuluhan, scientific test up, bina rohanii pelayanan ambulance dan mobil jenasah.

Pendekatan tak langsung berupa peningkatan kualitas layanan melalui peningkatan tender skill misalnya peningkatan kader TB Dots, Pusat Informasi TB Masyarakat (PIT Mas), Manajemen Laktasi, Peningkatan Kinerja Organisasi melalui Pembelajaran Organisasi (PKOPO), Program Konsultan Pendampingan Sarana Kesehatan, Program Pembangunan Sarana Kesehatan.

Sehat Milik Semua

Layanan kesehatan cuma-cuma bukan sekedar menyembuhkan, tetapi jangka panjangnya adalah mendidik masyarakat Indonesia lebih sehat. Harapannya, kesehatan menjadi milik semua. Pola hidup sehat nggak pakai mahal seperti yang saya sebutkan pada poin 1-6 di atas dapat mewujudkan kesehatan untuk semua. Yang miskin bisa tetap sehat karena sehat itu murah. Yang kaya tetap bisa sehat justru dengan menerapkan pola sehat sederhana.

Sedangkan poin 7, layanan kesehatan cuma-cuma, terutama pada aspek pengobatan, merupakan jembatan dari si mampu untuk dapat membantu si Miskin. Dalam wadah Dompet Dhuafa, si mampu dapat menyalurkan amal sedekah, infak dan zakat dalam bentuk layanan kesehatan cuma-cuma.

Konsep sehat milik semua seharusnya tidak berpihak kepada salah satu golongan. Konsep sehat nggak pakai mahal berlaku untuk semua masyarakat. Layanan kesehatan cuma-cuma yang membutuhkan pembiayaan diperuntukkan membantu kaum dhuafa. Sedangkan pengetahuan tentang kesehatan siapapun boleh menerimanya.

Referensi: www.Lkc.Or.Identification

Menjangkau Pendidikan Lebih Luas dengan E-Learning

Era net telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia. Informasi adalah aspek yang paling erat kaitannya dengan net. Informasi terkait dengan pendidikan secara umum. Dengan kata lain, internet pun mempengaruhi pola pendidikan.

Internet menunjang perkembangan dunia pendidikan dengan menyediakan informasi dan ilmu yang sangat luas cakupannya. Materi-materi keilmuan yang dahulu hanya diperoleh pada sekolah-sekolah formal, saat ini telah tersebar luas di internet. Bentuk kegiatan belajar pun mengalami perkembangan. Tak lagi terbatas jarak, proses belajar-mengajar antara siswa dan guru bisa dilakukan melalui internet. Belajar melalui internet ini dikenal dengan sebuate-gaining knowledge of.

Dengan E-Learning, Kehadiran bukan Keharusan

Armand (bukan nama sebenarnya), seorang anak berkebutuhan khusus.  Menurut saran dokternya, Armand sebaiknya melakukan sekolah di rumah (home schooling).  Sayangnya, sang Mama tidak bisa menjadi tutornya. Selain itu sang Mama juga ingin Armand bisa sekolah di sekolah umum yang terakreditasi oleh Kemendiknas.  Solusinya, dicarikan sekolah dengan programe-gaining knowledge of untuk Armand.

Beda lagi dengan Bunga (bukan nama sebenarnya), siswi SMU yang bekerja paruh waktu sebagai penjaga toko buku.  Bunga bekerja untuk biaya sekolah dan membantu perekonomian keluarga.  Bunga memang bekerja pada sore hingga petang.  Pagi harinya Bunga sekolah.  Pada waktu-waktu tertentu, karena rekan kerjanya libur, Bunga harus bekerja pagi hari.  Akibatnya, Bunga harus absen ke sekolah.  Untuk siswa yang juga bekerja paruh waktu seperti Bunga ini, adanya sisteme-gaining knowledge of akan  membantunya dapat mengikuti pelajaran yang tidak bisa dihadirinya. Bunga bisa mengakses materi yang tertinggal di laboratorium komputer sekolahnya.

Kasus lain seperti yang dialami Cecep (juga bukan nama sebenarnya), seorang anak yang tinggal di Sukabumi.  Cecep ingin bersekolah di sekolah kejuruan di Jakarta. Tetapi karena Cecep harus menjaga adik-adiknya, dia tidak bisa setiap hari ke Jakarta.  Cecep tetap bertempat tinggal di Sukabumi. Solusinya, Cecep mendaftar pada sekolah kejuruan yang menerapkane-gaining knowledge of. Cecep datang pada saat-saat diperlukan tatap muka, misalnya praktikum.

Tidak hanya siswa yang absen, guru pun bisa berhalangan hadir.  Saat guru tidak hadir waktu menjadi terbuang sia-sia.  Para siswa tidak bisa belajar secara maksimal.E-mastering menjadi media penghubung sehingga guru tetap dapat memberikan materi tepat waktu walaupun berhalangan hadir.

E-mastering memberi keleluasaan kepada guru dan siswa sehingga tidak harus bertatap muka.E-mastering merupakan bentuk pendidikan yang terhubung. Ketidakhadiran di kelas tidak menjadi soal karena proses belajar mengajar bisa dilakukan jarak jauh.

E-Learning, apa arti dan batasannya?

E-mastering adalah metode pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (internet) secara sistematis dan terstruktur dengan mengintegrasikan semua komponen pembelajaran, termasuk interaksi pembelajaran lintas ruang dan waktu dengan kualitas yang terjamin.

Mengacu pada arti di atas, dalam prosese-gaining knowledge ofterdapat guru, siswa, lembaga sekolah, sistem pembelajaran (kurikulum) yang terencana dan terdapat evaluasi untuk penjaminan kualitas pembelajaran.

Masih banyak yang salah kaprah dalam pengartiane-gaining knowledge of. Jadi,e-gaining knowledge oftidak semata-mata belajar yang dilakukan sendiri dari internet seperti halnya kebanyakan orang lakukan dengan mencari informasi melalui google. Juga bukan berbagi ilmu secara terbuka oleh guru kepada siapapun yang bisa mengakses blognya. Unsur sekolah yaitu guru, siswa dan lembaga sekolah itu sendiri tetap ada.

Namun demikian,e-gaining knowledge of tetap bisa dilakukan dari berbagai level, baik tingkat sederhana sekalipun, misalnya sekolah-sekolah dasar dan lanjut, hingga tingkat lanjut seperti pada perguruan tinggi.

Akses Materi

Pada tingkat sederhana,e-gaining knowledge of dilakukan oleh guru dengan menggunggah materi pada blog pribadi kemudian guru memberikan link materi ajarnya kepada siswa.  Apabila materi diunggah pada blog, sifatnya terbuka dan bisa diakses siapa saja.

Pada tingkat lanjut, e-gaining knowledge of dilakukan dibawah koordinasi sekolah.  Guru mengunggah materi pada situs sekolah dan siswa bisa mengakses sesuai petunjuk yang diberikan oleh sang guru.  Sedangkan apabila diungga pada situs, materi bisa dibuat terbuka atau tertutup, misalnya siswa yang ingin mengunduh harus login denganID account danpassword.

Materi Terjadwal

Materie-gaining knowledge of diberikan sesuai jadwal dan kurikulum yang berlaku. Artinya, guru mengunggah pada periode waktu yang ditentukan sesuai kurikulum. Tujuannya agar siswa belajar sesuai waktu yang ditetapkan, tidak mendahului atau ketinggalan dari jadwal yang ditentukan.

Penentuan jadwal materi juga penting untuk mengajarkan secara runut, tidak lompat-lompat, atauoverlapp dari bab ke bab berikutnya. Penjadwalan penting agar siswa juga belajar secara bertahap dan sistematis, memahami terlebih dahulu materi dan mendiskusikannya apabila dirasakan ada kesulitan.

Model Penyelenggaraan

Ada materi-materi yang bisa 100% diberikan secarae-gaining knowledge of, namun ada juga yang memerlukan tatap muka ataupun praktikum. Terutama pada materi-materi sains dan keterampilan. Pembelajaran dengan carae-gaining knowledge of terdapat beberapa kategori, sebagai berikut:

Pertama, 100% tatap muka. Pembelajaran dilakukan secara tatap muka pada setiap minggunya, kemudian materi berupa catatan atau silabus mata ajaran diberikan secaraonline pada waktu yang sama atau berbeda.

Kedua, pembelajaran dilakukan secara tatap muka dan online. Misalnya dalam satu semester ada 14 minggu, 7 diantaranya tatap muka dan 7 diantaranya dengane-gaining knowledge of. Dalam hal ini, saat memerlukan praktek guru dan siswa melakukan tatap muka, selebihnya bisa dilakukan dengane-gaining knowledge of. Cara ini memudahkan bagi siswa yang tidak bisa 100% hadir di sekolah misalnya karena harus bekerja atau berada di luar daerah.

Ketiga, pembelajaran 100% secaraonline. Berlaku bagi materi-materi non eksakta, misalnya sosial dan ekonomi. Cara ketiga ini juga memungkinkan siswa berasal dari daerah lain.

Pentingnya media diskusi.

Dalam pembelajaran dengan carae-gaining knowledge of, sangat penting diselenggarakan diskusi-diskusi yang intensif. Tujuannya sebagai pengganti diskusi di kelas. Juga agar proses belajar terjadi dua arah secara aktif dan interaktif.  Guru mengetahui tingkat pemahaman siswa dari diskusi.  Sebaliknya, pada saat diskusi inilah kesempatan siswa untuk bertanya kepada guru.

Media diskusi bisa dilakukan langsung (real time) dengan menggunakanweb cam atauchatting. Atau dilakukan secara tidak langsung (pending) dengan menggunakan email dan media sosial.

Penjaminan Mutu.

E-mastering dengan akses tertutup maupun terbuka, harus tetap memperhatikan syarat standar pendidikan yaitu standar isi, standar proses, standar kompetensi dan penilaian siswa, standar pendidik, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan dan standar biaya. Agar dapat memenuhi standar tersebut, perlu diperhatikan prinsip dalam penyelenggaraane-gaining knowledge of, antara lain :

  • Mata ajaran harus tercantum dalam kurikulum
  • Proses pembelajaran harus ditentukan, persentase tatap muka dan persentase online.
  • Mata ajaran memiliki bahan ajar yang memenuhi kriteria minimal yang ditetapkan kurikulum.
  • Proses pembelajaran dan penilaian siswa dalam satu mata ajar harus dapat menjamin pencapaian kompetensi siswa sesuai yang dirumuskan dalam tujuan pembelajaran masing-masing mata ajaran.
  • Pendidik adalah guru tetap atau guru bantu yang tercatat secara resmi pada lembaga sekolah atau lembaga pendidikan.
  • Siswa terdaftar sebagai siswa aktif yang tercatat secara resmi pada lembaga sekolah atau lembaga pendidikan.
  • Tersedia sarana dan prasarana pendukung baik perangkat keras (hardware) ataupun perangkat lunak (software).

Perlindungan Hak Cipta dan Kode Etik

Padae-gaining knowledge of dengan sistem tertutup yang berarti akses terhadap materi hanya dapat dilakukan oleh siswa yang terdaftar dan disetujui oleh guru. Penggunaan materi oleh pihak lain boleh dilakukan hanya atas seiijin guru pengampu. Dengan demikian, hak cipta guru dalam mengembangkan E-mastering dapat terlindungi. Seluruh bahan ajar yang dikembangkan dan digunakan dalam e-learning (modul dan multimedia) harus dilindungi dari plagiasi dan pelanggaran hak cipta. Sedangkan bahan ajar yang dirujuk dari sumber lain harus mencantumkan dengan jelas sumber pustakanya.

Contoh-contoh sekolah yang menerapkan E-studying

Saat ini sudah banyak sekolah-sekolah yang menerapkan sistem E-mastering. Kemampuan sekolah melaksanakane-gaining knowledge of ditunjang oleh faktor ketersediaan sarana dan prasarana.  Sekolah pada kota-kota besar lebih memungkinkan daripada sekolah pada daerah-daerah.  Sekolah dengan jenjang lebih tinggi juga lebih memungkinkan daripada sekolah dasar atau lanjutan karena terkait kemampuan siswa dalam menjalankane-gaining knowledge of.

SMA 1 Kudus, situs http://elearning.Sma1kudus.Sch.Identification

SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta http://e-gaining knowledge of.smuha-yog.sch.id

Atasi permasalahan yang sering ditemui.

Dengan kondisi geografis di Indonesia, kendala pelaksanaane-gaining knowledge of yang utama adalah ketersediaan konektivitas internet.E-mastering sangat tergantung dengan sinyal internet, baik pada lokasi pengirim (guru) maupun lokasi penerima (siswa). Apalagi untuk mengunggah dan mengunduh materi dengan multimedia berupa gambar, animasi dan video diperlukan kuota besar dan jaringan internet yang memadai. Dalam hal ini , sekolah hendaknya memilih operator yang handal untukserver internet di lingkungan sekolah. Begitupun dengan siswa di rumah ataumobile, penting untuk memilih operator yang terbukti bisa menjangkau berabagai pelosok daerah.

Selain ketersediaan sinyal internet, sekolah juga harus menyediakan perangkathardware (komputer) dansoftware(program) yang akan digunakan oleh guru dan siswa.

Kendala berikutnya adalah kemampuan sumber daya manusia baik siswa maupun guru. Karena itu siswa harus dibekali dengan kemampuan mengoperasikan komputer dan berselancar dengan internet serta program-programsoftware lain yang sering digunakan seperti Pdf Reader, Microsoft power point, Win zipp dan lain sebagainya. Sedangkan dari pihak guru selain harus mengembangkan kemampuannya dalam hal teknologi informasi dan komputer, guru juga harus bisa mengemas materi ajar dengan lebih menarik dan interaktif.

Bagi siswa yang kurang mampu, tidak memiliki komputer menjadi pembatas pembelajaran dengan carae-gaining knowledge of. Solusinya, siswa tersebut perlu dibantu mendapatkan komputer, bisa dengan cara dipinjamkan atau hibah. Sumber dananya bisa dari dana sosial sekolah atausponsorship.

Belajar efektif dan efisien, serta Manfaat Maksimal.

E-mastering membantu guru dan siswa dapat melaksanakan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien dengan manfaat maksimal. Dikatakan demikian karena,

  • Siswa dan guru tidak harus hadir 100%, merupakan cara efisien karena belajar-mengajar tidak harus hadir di ruang kelas. Belajar tidak selalu memerlukan ruang. Cara ini juga bisa menjadi solusi kurangnya ruang kelas.
  • Siswa dan guru mengenal internet lebih intensif dan menambah wawasan tentang perkembangan teknologi.
  • Siswa terlatih untuk aktif belajar. Siswa bukan hanya obyek penerima ilmu, namun juga aktif mencari dan belajar. Sedangkan guru terlatih untuk kreatif membuat bahan ajar.
  • Siswa terlatih manajemen waktu. Belajar secara mandiri menyebabkan waktu dan lama belajar fleksibel dan bisa ditentukan oleh siswa.Jika tidak disiplin akan terjadi oeumpukan bahan ajar. Jadi diperlukan disiplin oleh diri sendiri.
  • Siswa belajar sendiri dengan cara yang disukainya. Belajar dengan gembira memudahkan pemahaman siswa.
E-mastering memudahkan guru dan siswa dalam proses belajar mengajar.E-mastering membuat pendidikan lebih terjangkau bagi siapapun. Keterbatasan ruang, keterbatasan waktu dan keterbatasan jarak bukan lagi hambatan apabilae-gaining knowledge of diterapkan.

Di Indonesia saat inie-gaining knowledge of masih dalam proses rintisan pada persentase kecil sekolah-sekolah di Indonesia. Seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, dengan kemampuan SDM yang memadai, diharapkane-gaining knowledge of ikut berkembang dan membuat pendidikan lebih terjangkau.

Sumber rujukan:

Buku Pedoman Penyelenggaraan e-gaining knowledge of Institut Pertanian Bogor

www.guru.or.id/e-gaining knowledge of-menciptakan-pembelajaran-efektif.html‎

http://e-gaining knowledge of.smuha-yog.sch.id

http://elearning.Sma1kudus.Sch.Identification

Selasa, 01 September 2020

22 Emak Blogger pada 22 Desember

Sedari pagi, hari itu hujan deras. Padahal ini hari yang ditunggu-tunggu sejak 2 tahun gabung Kumpulan Emak Blogger (KEB), yaitu Kopdaaarrr !

KEB sudah sering mengadakan kopi darat. Tapi ini untuk pertama kalinya di Bogor. Itupun terjadi karena spontanitas emak-emak Bogor yang ternyata kalau dikumpul-kumpulin banyak juga loh...!

Walaupun hujan deras, banyak juga emak-emak yang bisa hadir di Taman Koleksi IPB, tempat kopdar kali ini. Ada 22 emak, pas banget dengan hari itu 22 Desember 2013. Rupanya para emak berhasil merayu suami dan anak-anak untuk bisa me time ^_^

Kita janjian jam 11.00. Apa aja acaranya? Tidak ada yang serius. Kopdar pertama ini menjadi ajang silaturahmi buat kami, apalagi yang sesama warga Bogor, juga silaturahmi dengan makpon (emak founder) Mira sahid dan makmin (emak admin) Irma Senja yang hadir.

Benar-benar ini ajang kenal dan silaturahmi.

Bayangkan, ada cerita lucu nih. Ternyata ada dua orang emak yang pernah duduk bersebelahan diangkot tapi tidak saling kenal. Padahal mereka rumahnya berdekatan dan satu jurusan. Baru curiga kalau sesama KEB setelah secara tidak sengaja si emak satu melihat emak satunya lagi sedang buka-buka grup facebook KEB. Tapi keduanya tetep diam-diaman sampai salah satu turun. Nah loh! Siapa tuh? Nggak penting  siapa, pokoknya pas kopdar ini udah kenalan dan ngikik berdua :)

Lucu kedua adalah, saat Mak Pon bicara dan mempersilakan emak-emak lain memperkenalkan diri, nama blog dan twitternya.

Pas sudah selesai seorang emak nyeletuk ke mak pon "Eh, situ belum ngenalin diri, namanya Mira siapa?"

"Hah? Saya?" Tanya makpon sambil melongo.

Hahahahaha....serentak ngakak.

Dan akhirnya makpon memperkenalkan dirinya lengkap, kap...!

Nggak salah juga sih, member KEB udah 1300an, wajar gak hapal satu-satu.

(Dalam hati tertawa sendiri, ternyata bukan saya saja yang nggak dikenali)

Kalau dengan beberapa emak saya sudah sering tanya-tanya via facebook. Seperti Nurlia Paiza, Inna Riana si emak riweuh, Rodammem Napitupulu, Anita depok, Fadlun Arifin, Irma Senja, Winny dan Melly Feyadin. Yang belum kenalan langsung add facebook.

Tapi totally kita semua have fun.

Kira-kira kalau dibuat persentase seluruh acara gini : perkenalan 10%, makan-makan 20%, tuker hadiah 2 % dan sisanya adalaaaah.... 68% foto-foto ! (Matematis banget yak?! Hahaha)

Padahal sebelumnya makpon nanya siapa yang mau bawa kamera buat dokumentasi? Wah, lain kali gak perlu nanya gitu, ternyata naluri suka difoto ini sudah ada dalam diri emak-emak, mana mungkin kamera tertinggal? Hihihi. Kalau nggak percaya, lihat nih sebagian foto-fotonya :)

Anaknya emak riweuh sampai bertapa di tengah kehebohan
Makpon gaya putri duyung

Ckckck...spechless

Ini loh Mira Sahid, catat...
Mendingan aku makan daripada nunggu emak foto

Kata Cinta : "ckckck..ini para emak suka foto semua. Kapan bagi kadonya?

Kita memang sudah nyiapin kado murah-meriah untuk saling tukar. Semua dibungkus koran. Ada yang rapi, ada yang uwel-uwelan. Nggak masalah.

Lalu semua ambil ancang-ancang untuk rebutan kado. Saya diwakili oleh Cinta. Habis itu, acara foto-foto pun dilanjutkan.

Kalau ini emak siapa ya namanya?
Emak riweuh, winny dan irma senja

Mak Mia dan Mak Melly

Aduh, lupa lagi...siapa ya?

Kira-kira pukul 14.00, satu persatu anaknya ngajak pulang. Kalau emaknya masih betah. Eh, ternyata pas sebagian pamitan, makmin Sumarti Saelan datang. Dan kami mengulang acara foto-foto bersama.

Seru, seru, seru!

Saya pun pamitan ke semua emak disitu. Pas pamit ke makpon Mira sahid, saya dibisikin

"Datang ya ke Srikandi Blogger 2014, awal maret. Menang gak menang harus datang!"