Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Agustus 2020

[Jurnal Mommylicious] Inspirasi Makan Malam Modena

Sebelum saya sempat menuliskan cerita dibalik penerbitan buku Mommylicious, berbagai acara mengantri, dan tentu saja sayang dilewatkan. Bahkan ada yang terpaksa saya tolak karena kebanyakan acara di Jakarta. Sedangkan dengan kapasitas saya yang terbatas, ke Jakarta satu hari hanya sanggup satu lokasi. Kabarnya, teman-teman blogger ada yang pengen mengkloning diri , haha..

Seperti acara kemaren, 30 Agustus 2014. Akhirnya saya memilih datang ke acara Modena Cooking Clinic di Rumah Inspirasi Living Martha Stewart, Gandaria City Mall.

Kira-kira dua minggu sebelumnya, pihak Modena menelepon saya dan intinya ingin mengundang saya dan komunitasnya untuk hadir dalam acara Modena Cooking Clinic.

Wah, ditanya komunitas saya bingung. Komunitas apa nih? Contestmania? Penulis? Blogger? Atau Agrianita (Darmawanita kantor) ? Karena Modena mengundang melalui saya, maka saya tidak mau membeda-bedakan teman, dan saya minta ke Modena undangan terbuka untuk teman-teman saya. Undanganpun saya informasikan terbuka melalui wall fb. Dan dalam 2 hari kuota 25 peseta terpenuhi. Yang akan hadirpun bervariasi. Tapi yang pasti, semuanya teman saya :)

Tema Modena Cooking Clinic kali ini tentang Menu Makan Malam yang Sehat dan Praktis bersama chef Yuda Bustara.

Selain Modena cooking clinic sebagai agenda utama siang itu, saya diberi kesempatan oleh Modena untuk menceritakan sedikit ulasan tentang buku Mommylicious.

Yup, Mommylicious, jadi mama itu delicious. Kebetulan sekali, tema Modena Cooking  Clinic kali ini pas banget dengan kesulitan saya sehari-hari yaitu sulit menyiapkan makan malam. Tentang sulitnya makan malam ini juga saya tuliskan dalam buku saya.

Nah, pada sub judul Makan Malam yang Tertunda, saya menceritakan kesulitan saya untuk memasak makan malam. Terusterang, pulang kantor, capek, memikirkan makan malam itu hal yang berat. Dengan bahan masakan seadanya dan waktu yang tidak banyak, saya seringkali menyerah memasak untuk makan malam. Jadi ujung-ujungnya saya putar saja menu sup sayur-bayam-capcay-sup-bayam-capcay...itu-itu saja. Lauknya juga berputar dari perkedel, tempe, telur.

Karenanya, dalam acara Modena Cooking Clinic ini saya ingi  mencari inspirasi memasak untuk makan malam. Yang praktis tentunya, karena keterbatasan waktu dan tenaga. Dan yang sehat, karena menyajikan makanan sehat itu adalah kewajiban, target, keinginan kuat, cita-cita, harapan...pokoknya wajib diusahakan ya agar selalu bisa dilakukan sehari-hari.

Menu yang akan dimasak adalah Chicken Cordoun Bleu (lauk) dan Peach Cobler (cemilan). Keduanya belum pernah saya memasaknya, bahkan belum pernah mencicipinya :)

Hadirin dipersilakan bergabung bersama Chef Yuda Bustara. Terlihat beberapa maju ke depan dan memasak bareng Chef Yuda. Sebagian lagi aktif memotret. Kami boleh bertanya apa saja tentang makanan dan masakan, akan dijawab oleh chef Yuda.

Sambil menunggu masakan matang, ada kuis dari Modena dan Mommylicious. Disini saya membagikan 2 godiebag berisi mug cantik bertuliskan "Mommylicious jadi mama itu delicious", dan buku Mommylicious bertanda tangan penulisnya *ehm*. Sedangkan dari Modena ada hadiah untuk 2 orang beruntung mendapatkan bigkisan yang cukup besar. Apa ya kira-kira isinya?

Setelah matang, kami mencicipi kedua menu tadi. Hmmm...Yummmy...

Enak lho, jadi terasa kurang banyak, hehehe... Maunya nambah lagi. Pengen bawa pulang juga *dasar ibu-ibu*

Di sela waktu mencicipi makanan, kami gunakan kesempatan untuk chit-chat dan foto-foto. Mumpung kopdar gitu. Juga mumpung lokasinya keren, Rumah Inspirasi Martha Stewart ini adalah show room dari Majalah Living Indonesia, yaitu majalah indoors. Tak heran interiornya ditata apik.

Sekaligus di sini kami ingin mencoba peralatan memasak modena. Seperti yg kita ketahui modena adalah brand home appliance ternama dan selalu berinovasi memunculkan produk baru. Yang baru-baru ini saya baca ada Lemari es  VASTO, yang besar dan menyimpan banyak bahan makanan itu, telah dilengkapi teknologi Vita Ray yang dapat memancarkan sinar UV yang dapat menjaga kesegaran sayuran dan buah sekaligus menaikan kandungan vitaminnya. Kemudian  Oven listrik – PROFILO, yang memiliki 9 jenis fungsi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan jenis masakan. Dan pintunya 3 lapis tahan panas, jadi dari luar tidak panas. Aman terutama untuk ibu-ibu yg dirumah masih punya anak kecil.  Dan ada juga kompor listrik, CRISTA.Yang katanya nih, sirkulasi panas yang dihasilkan lebih efektif dan merata sehingga masakan cepat matang. Dengan waktu memasak yang lebih cepat, kandungan gizi yang terdapat dalam bahan makanan tidak akan terbuang percuma selama proses memasak.

Dua jam berlalu cepat untuk kopi darat. Kami pulang membawa kenangan manis. Sampai ketemu lagi teman-teman. Terimakasih ya sudah bersedia hadir. Terimakasih Modena.

SIMAK TERUS JURNAL MOMMYLICIOUS DAN IKUTI EVENTNYA DI Twitter @Mommylicious_ID

Catatan :

RESEP CHICKEN CORDON BLEU

Bahan:

  • 1/2 cangkir tepung panko/tepung roti kasar

  • minyak zaitun

  • 1 sdm mustard/saus tomat/saus sambal

  • 8 dada ayam (sesuai kebutuhan saja, yang penting genap) ---> lupa tanya kenapa ?

  • 8 iris smoked beef

  • 4 slice keju

  • Garam & merica bubuk secukupnya

Salad:

  • Selada secukupnya, cuci bersih, iris

  • 3 sdm air lemon

  • 1 sdm mustard

  • Gula dan garam secukupnya.

Cara membuat:

  1. Nyalakan oven api atas 180 derajat. Dalam mangkuk kecil aduk tepung panko dengan 1 sendok teh minyak zaitun, sisihkan
  2. Pipihkan dada ayam, lalu lumuri dengan garam dan merica. Beri keju, lalu smoked beef, lalu keju lagi, kemudian tutup dengan dada ayam pipih lumuri minyak zaitun, garam dan merica lagi.
  3. Masukkan dalam oven selama 7 menit (sampai setengah matang), keluarkan
  4. Lumuri dengan mustard/saus lainnya, tutup dengan tepung panko, oven lagi sekitar 2-3 menit/sampai matang
  5. Buat dressing salad, campur semua bahan salad kecuali selada, aduk hingga menyatu.
  6. Keluarkan ayam dari oven, sajikan dengan salad

RESEP PEACH COBLER

Bahan :

  • 1/4 cangkir gula atau tergantung manisnya buah

  • 1 sdm tepung maizena

  • 500g peach, potong bagi 2 (atau 1 kaleng buah persik)

  • 1 sdm jus lemon

Topping biskuit :

  • 1 cangkir tepung terigu

  • 3 sdm gula

  • 1 sdt baking powder

  • 1/2 sdt baking soda

  • 1/4 sdt garam

  • 45g mentega tawar, dinginkan, potong dadu (bisa diganti dengan margarin)

  • 23 cup susu atau yoghurt

Cara membuat :

  1. Panaskan oven sampai 180 derajat. Masukan buah persik kedalam pinggan tahan panas, tambahkan tepung maizena, jus lemon, gula, aduk rata, sisihkan.

  2. Dalam mangkuk besar atau food prosessor, masukan tepung terigu, gula, BP, BS, garam, dan mentega, proses/aduk hingga berbentuk pasir kasar, kemudian tambahkan susu/yoghurt, aduk kembali sampai berbentuk adonan, letakan diatas buah persik tadi dan taburi dengan sedikit gula

  3. Panggang sampai buah mendidih dan biskuit berwarna coklat keemasan, 35-45 menit. Biarkan dingin 15 menit, sajikan hangat dengan yoghurt, susu, cream atau ice cream.

Sabtu, 08 Agustus 2020

Belajar Smartphonegraphy Bersama Kelas Bogor

Perkembangan ponsel menjadi smartphone dengan fitur kamera yang semakin canggih memudahkan kita untuk melakukan street photografi alias foto yang diambil sewaktu-waktu sambil jalan-jalan.  Bagi blogger seperti saya, yang hobinya hampir menyamai pekerjaan jurnalis, perlu kamera yang sewaktu-waktu siap sedia digunakan. Plus yang bisa langsung upload buat di blog atau sekedar narsis.

Fotografi menggunakan smartphone menjadi sempalan bidang seni fotografi, kini dikenal sebagai Smartphonegraphy. Dengan kemampuan smartphone yang memiliki prosesor secepat komputer high-end  dan kamera dengan sensor gambar yang kuat serta kemampuan membidik dengan ketajaman, membuat kamera DSLR mulai tersaingi. Kelebihan smartphonegraphy adalah tidak perlu menenteng kamera berat kemana-mana, bisa dilakukan dengan candid, dan bisa langsung unggah ke internet.

Menguasai smartphonegraphy sebenarnya bukan masalah seberapa mahal smartphone anda, tapi seberapa anda banyak mencoba dan melakukan trial & eror sehingga tahu fungsi optimal dari kamera smartphone.

Karena subyek foto dan ide bisa muncul dimanapun dan kapanpun, maka meninggalkan smartphone sesaat saja saat bepergiaan bisa membuat kita mati gaya. Iya nggak?

Sabtu, 21 Februari 2015 kemaren saya berkesempatan mengikuti Kelas Bogor, sebuah unit kegiatan dari Blogger Bogor. Acara dibuka oleh Indri Guli dari dari Kelas Bogor. Di susul pak Ibnu Maudi Chairi, Corporate Ecommerce Manager Padjadjaran Suite menyambut peserta.  Dalam pertemuan hari ini mas Ready Hardiyatmoko @Readyshoots memberikan materi utama tentang dasar-dasar Smartphonegraphy.

foto @BloggerBogor

Intinya dalam pengambilan gambar tidak berbeda dengan dasar fotografi pada umumnya.  Smartphonegraphy bisa digunakan dalam bentuk foto jurnalistik, olah raga, iklan, model, fashion, cityscape dll.  Pengambilan sebuah gambar perlu memperhatikan komposisi dasar, titik-titik dan garis serta bentuk-bentuk yang menjadi pembentuk sebuah foto. Tidak ada aturan baku, tapi membutuhkan kejelian mata dan kepekaan rasa sehingga menemukan komposisi yang pas.  Dengan membuat foto sebanyak mungkin, memperhatikan foto-foto orang lain yang bagus, lalu membandingkan dengan foto karya sendiri lambat laun kepekaan akan terasah. Pelajari kenapa sebuah foto terlihat bagus, cari keunggulannya, poin interestnya dan kesimpulan dari adegan atau gambar yang terekam.  Namun perlu diingat, dalam mencontoh karya orang lain, tetaplah menggali karakter sendiri, selera sendiri sehingga akan muncul karakter yang khas.

Mas Ready menyarankan untuk mencari info sebanyak mungkin tentang subyek foto sebelum hunting agar kita bisa eksplorasi sebanyak-banyaknya point of interest yang akan kita bidik.  Sambil membuat konsep, perlu membayangkan (previsual) foto yang akan kita buat.

Tips smartphonegraphy dari Mas Ready nih..

1. Cari info sebanyak mungkin tentabg obyek

2. Buat konsep foto sambil melakukan previsual (membayangkan) seperti apa jadinya foto nanti.

3. Jangan meniru karya orang.

4. Percaya pada mata, pikiran dan hati masing-masing.

5. Pelajari kenapa sebuah foto tampak bagus, lalu buat dengan gaya sendiri.

6. Bawa smartphone kemana saja, pastikan fullpower agar siap sedia selalu. Ide dan obyek foto yang menarik bisa muncul kapan saja.

7. Buat foto sebanyak mungkin agar kemungkinan berhasil lebih banyak.

8. Terus belajar.

Pada akhir acara Kelas Bogor, ada pengumuman pemenang Lomba Blog Wisata Bogor. Saya salah satu pesertanya. Seluruh peserta lomba maju ke depan untuk menerima kupon diskon 50% ke Jungleland, The Jungle dan Jungle Fest. Sedangkan pemenang utama mendapatkan voucer menginap di Padjadjaran Suite. Alhamdulillah, voucer itu buat saya. Mingu depan bisa menginap di hotel mewah ini, yeaay!!

Rasanya belum puas ya mereguk ilmu smartphonegraphy. Yang diulas baru dasar-dasarnya banget. Mudah-mudahan di lain kesempatan dibahas tentang fitur-fitur kamera agar smartphone dapat digunakan optimal. Sayang kan beli smartphone mahal-mahal kalau hasil foto biasa aja.

Salah satu tujuan hadir dalam Kelas Bogor ini adalah jumpa komunitas Blogger Bogor. Belum banyak yang kenal. Kalau ada beberapa yang sudah kenal dari grup ibu-ibu dan emak-emak hehe..

Sebelum pulang peserta huntig foto dengan smartphone masing-masing di seputaran Padjadjaran Suite.  Foto-foto tersebut dilombakan dan dinilai langsung oleh mas Ready dan sponsor AcerID. Ini foto-foto saya...

Kamis, 06 Agustus 2020

Smart Mom Fit N Fun yang Super Wangi

Sabtu 25 April 2015 sebenarnya saya lagi nggak ada rencana apa-apa. Eh, dua hari sebelumnya dapat undangan acara "Smart Mom Fit n Fun" yang diadakan Mommiesdaily.com dan Cussons Imperial Leather. Setelah tahu rundown acara adalah nge-gym, saya mengiyakan. Belum pernah ke Gym soalnya, biasanya olahraga jalan di Kampus IPB aja.

Senangnya, sampai sana ketemu Rina Susanti (partner nulis buku Mommylicious) dan beberapa mommy blogger. Dan senangnya lagi, ada Maulita Iqtianti, managing editor Mommiesdaily, sekaligus endorser buku Mommylicious. Belum pernah ketemu sebelumnya, jadi saya dan Rina excited banget foto bareng beliau. Sayangnya, lupa bawa buku Mommylicious buat minta ditandatangani  sang endorser.

Mom Bloggers

Yang tengah  itu mba Maulita Iqtianti

Acara digelar di Gold's Gym - Mall Citywalk, Jl Sudirman Jakarta. Jam 9 mba Widi dari Female Daily sebagai MC yang membuka acara. Kemudian mba Rani Indrasari, Asisten Brand Manager memperkenalkan satu per satu produk Cussons Imperial Leather. Jujur, tadinya saya  nggak tahu kalau Cussons Imperial Leather banyak variannya.

Produk Cussons Imperial Leather antara lain adalah :

  • Sabun padat/cair (4 varian : Aqua Fresh, Softly softly, Classic, White Princess)
  • Sabun cair Skin Health (3 varian : Natural Fresh, Natural Nourish dan Natural Protect).
  • Body mist (5 varian : Aqua Fresh, Perfume Heaven, White Princess, Softly softly dan Classic).
  • Deodorant Roll On (6 varian: Natural Fresh, Aqua Fresh, Heaven, Softly softly, White Princess dan Classic).
Tuh kan, banyak!

Yup, nggak pakai lama kami langsung memulai kelas Body Vive. Awalnya ragu, kira-kira saya sanggup enggak ya? Kata instruktornya sih, nggak usah dipaksain ya.  Untungnya Body Vive ini merupakan latihan berdampak rendah untuk semua putaran. Kita bisa berhenti setiap saat sesuai kemampuan. Body Vive cocok untuk pemula yang belum biasa nge-gym, buat ibu pasca lahiran, dan mereka yang baru sembuh. Dan beneran, asyik aja tuh selama sekitar 40 menit kami bergerak. Walaupun baru kali ini pada mengikuti kelas Body Vive, tapi semua semangat.

Gerakan-gerakannya mirip airobik, hanya pas bagian akhir kami menggunakan alat tube. Tali ini elastis tapi lumayan bikin otot lengan keluar saat merentangnya alias berat.

Usai gym, para mommy duduk-duduk mengeringkan keringat sambil satu per satu bersiap mandi. Di ruang locker kami dibagi sabun cair Cussons Imperial Leather yang classic. Pas mandi, wanginya yang elegan langsung tercium.. Hmm, kayaknya sudah ada inovasi baru ya. Dituang sedikit saja busanya banyak. Jadi lebih hemat. Giliran disiram, wesss...busa mudah dibilas. Eh tapi hanya busanya aja yang pergi, aroma wanginya tetap bertahan.

Setelah semua sudah mandi dan cantik, kami berkumpul lagi di ruang gym untuk acara sharing pengalaman mandi tadi. Aroma wangi menyeruak di ruangan gym. Intinya semua pada suka merasakan sensasi kemewahan sabun Cussons Imperial Leather. Salah seorang peserta malah sempat mencobakan sabun ke wajah karena lupa tidak bawa facial foam. Dan katanya, nggak masalah tuh. Lembut dan tidak membuat kulit wajah kering.

Jam 11 acara selesai. Tak lupa foto bersama dulu. Pulangnya, ada godiebag dari Cussons Imperial Leather. Seru banget acara hari itu.

Kalau masih penasaran dengan produk Cussons Imperial Leather atau ada event promo apa yang sedang berlangsung, coba cek di webwww.imperialleather.co.id, FB: http://facebook.com/ImperialLeatherIndonesia dan Twitter: @ImpLeather_id

Pas ketemu anak-anak dan suami di mobil, si adik nyeletuk, "Wangi apa nih, kayak bunga". Dan sampai sore pun masih awet wanginya.

Sesampainya di rumah, saya coba satu persatu aroma Cussons Imperial Leather. Mencobanya tidak cukup sehari karena banyak variannya. Saya review satu per satu aromanya ya.

Classic. Yang ini khas wanginya, harum banget. Aromanya sudah saya kenal sejak dulu. Wanginya kuat dan mewah, tahan sampai lama dikulit.

Aqua Fresh. Hm, kalau mandi pakai yang biru ini serasa menyium aroma embun pagi hari. Segar dan menenangkan. Pantas saja, karena seri Aqua Fresh mengandung mineral laut.

Softly - softly. Si pinky ini sesuai warnanya yang lembut, aromanya juga lembut Perpaduan antara buah dan bunga. Softly softly mengandung ekstrak bunga rose tea.

White Princess, aroma bunga lily putih yang segar dan anggun. Wanginya segar dan sedikit lebih kuat dari yang softly-softly.

Perfume Heaven. Saya hanya dapat produk deodorant dan bodymist dari si ungu ini. Aromanya didapat dari Monoi Oil, yaitu minyak kosmetik Perancis-Tahiti yang terbuat dari minyak kelapa murni dan herbal tiare. Harum, hangat, eksotis sedikit misterius. Cocoknya buat parfum malam hari.

Natural Nourish, sabun cair yang mengandung greentea, oatmilk dan vitamin E. Aromanya segar, ada sedikit aroma susu. Di kulit terasa lembut.

Natural Fresh, sabun cair yang mengandung greentea dan mint. Aroma greentea terasa sekali. Buat penyuka aroma herbal, cocok pilih greetea ini. Sensasi segar lebih lama seperti habis mandi terus.

Natural fresh ini ada deodorannya juga lho. Enak, aromanya gak menyengat.

Natural Protect, sabun cair yang mengandung greentea dan silver citrate. Aroma yang dihasilkan seperti aroma citrus, asam yang segar.

Trio sabun kesehatan ini tak hanya menutrisi kulit, tapi juga mampu melindungi kulit dari bakteri. Sabun ini diperkaya dengan kandungan formula Acti 3 yang melindungi kulit  dari bakteri dengan pH netral yang telah teruji secara dermatologis.

Nah sekarang, saya review teksturnya ya..

Untuk sabun, teksturnya lembut, busanya banyak. Ketika disiram busa cepat hilang, tapi di kulit masih tertinggal sedikit rasa licin. Itu artinya ada mosturiser nya ya. Tapi kalau sudah dikeringkan dengan handuk licinnya hilang kok. Sebenarnya lebih baik daripada sabun yang membuat kulit kesat dan kering.

Deodorannya sudah kucoba dikulit. Cairannya putih kental, pas saya oleh dikulit dalam 2 menit menguap dan tidak menyisakan lengket sama sekali.

Body mist saya cobakan ke tissu (sebagai ganti baju). Dan selama kurang lebih 3 jam aromanya masih bisa saya bedakan satu sama lain. Jadi tetap khas nggak berubah.  Di kulit juga tidak menyisakan lengket.

Dari kesemua produk itu, favorit saya yang Aqua fresh, kalau dua cowok di rumah saya (Asa dan Ayah) suka yang Classic, dan Cinta suka yang Softly softly.

Kalau kamu kira-kira suka yang mana?

Rabu, 22 Juli 2020

Dies Natalis ke 30 FMIPA IPB

Prolog :

Suatu siang, dalam langkah menuju kantin Sapta di Fateta, aku melirik sebuah pengumuman menarik di majalah dinding.  Lomba Esai MIPA ! Dan ada untuk kategori tenaga kependidikan. Dan hadiahnya setara dengan gaji satu bulan ! Yeaaay...gak bakalan yang tahan melewatkan even begini!

Apalagi ini internal IPB, ada dua magnet; pertama saingan tentu tidak sebanyak kompetisi di luar sana, kedua...Jika aku menang tentu akan tambah eksis di dalam institusi. Kan selama ini merasa hanya eksis di luar aja. (masa siiih??? Hehehe ;p)

Singkat cerita, diam-diam aku mengikuti kompetisi tersebut. Dan kira-kira satu bulan kemudian aku mendapatkan telepon dan undangan spesial untuk hadir dalam acara Dies Natalis F MIPA. Acara di IPB Convention Center, di bagian atas Botani Square. Aku datang sendiri, tidak ada yang kukenal dari FMIPA. Memasuki gedung dengan jamuan mewah, perasaan ini campur aduk antara grogi, haru, syahdu....

Selamat dan Sukses, Dies Natalis 30 Tahun FMIPA IPB!

sumber: http://asaefuddin.com/dies30fmipa.php

Sabtu, 4 Agustus 2012 10:24 WIB

Fakultas Sains dan Matematika dibentuk pada tahun 1980 melalui Surat Keputusan Rektor IPB No. 078 Tahun 1980. Selanjutnya, pada tahun 1982 fakultas ini berubah nama menjadi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan secara criminal formal disahkan melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0546/O/1983. Pada tahun 2005, melalui Surat Keputusan Rektor IPB No. 112/K13/OT/2005, FMIPA IPB telah berkembang dari enam departemen menjadi delapan departemen, yaitu: Departemen Statistika, Departemen Geofisika dan Meteorologi, Departemen Biologi, Departemen Kimia, Departemen Matematika, Departemen Ilmu Komputer, Departemen Fisika, dan Departemen Biokimia.

Tahun 2012 ini Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor (FMIPA-IPB) menginjak usia 30 tahun. Walaupun usia itu belum terlalu lama untuk perjalanan sebuah institusi, tetapi sudah tentu banyak pengalaman berupa kesuksesan dan tantangan yang dapat dipetik sebagai pelajaran untuk meneruskan prestasi-prestasi FMIPA IPB ke depan. Semua itu menjadikan FMIPA IPB akan semakin matang dalam membangun SDM Indonesia berkekuatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di dalam tradisi akademik kegiatan tahunan (Dies) dan Lustrum (five tahunan) selalu diadakan untuk menelaah sejarah dan merefleksikan nilai-nilai positif institusi untuk perbaikan ke depan. Dengan demikian, institusi pendidikan tetap segar dan dapat menjadi tempat suburnya sebuah peradaban yang akan terus memperkuat pembangunan nasional melalui sains dan teknologi.

Sebagai perguruan tinggi berbasis pertanian di Indonesia, IPB tentunya memerlukan ilmu-ilmu dasar dan matematika yang kokoh. Untuk itu, sejak masa fakultas di bawah Universitas Indonesia awal tahun 1950, ilmu-ilmu dasar telah disiapkan sebagai landasan untuk pengembangan pertanian masa depan. Dengan modal kekuatan ilmu-ilmu dasar ini, kurikulum pendidikan sarjana di IPB pada tahap persiapan dibekali dengan mata kuliah matematika, fisika, kimia, dan biologi, selain ilmu-ilmu sosial. Sehingga bagi IPB bukan suatu hal yang sulit ketika tahun 1979 mendirikan Fakultas Sains dan Matematika yang lalu disahkan menjadi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam tahun 1982. Peranan ini terus dirasakan juga secara nasional. Namun demikian, upaya perbaikan yang terus menerus akan tetap dijalankan agar FMIPA dapat memberikan kontribusi terbaiknya bagi masa depan bangsa dan negara Indonesia yang sedang menyiapkan ekonomi berbasis pengetahuan atauknowledge base d  economy (K-economy).  Dies natalis dan lustrum ini dapat menjadi ajang introspesksi diri secara berkala, tahunan (dies) dan lima tahunan (lustrum).

Dies natalis juga dapat menjadi ajang silaturahim civitas akademika terutama pada alumni yang sudah meninggalkan kampus. Mereka dapat berkumpul bersama, bernostalgia, bertukar pikiran, memberikan input untuk perbaikan kegiatan tridarma universitas, dan bahkan melakukan kerjasama yang berkaitan dengan kompetensi alumni. Dalam usianya yang ke 30, FMIPA-IPB sudah menghasilkan banyak produk, konsep, prototipe, dan sarjana (d3, s1, s2, dan s3) yang sudah sepatutnya dipamerkan ke khalayakan publik. Hasil karya dosen dan mahasiswa yang berkaitan dengan tridarama pendidikan tinggi, sangat menarik untuk disampaikan kepada civitas akademika sendiri, termasuk masyarakat luas.

Tahun 2012 ini dijadikan sebagai tahun ke 30 atau Lustrum VI FMIPA IPB dengan rentetan kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan, kekeluargaan, penelusuran sejarah, dan ekspose FMIPA-IPB atau kegiatan tridharma yang diperluas.

EVENT

Rangkaian Kegiatan DIES NATALIS Ke-30 FMIPA IPB

20 April-30 November 2012

Pembuatan Buku Sejarah 30 Tahun FMIPA IPB

29 April 2012

Sarasehan Penulisan Sejarah FMIPA IPB

20 Juni-30 November 2012

Pembuatan Film Sejarah 30 Tahun FMIPA IPB

five September 2012

Pembukaan Dies

7 September-1 November 2012

Penelusuran Makalah Ilmiah MIPA Terbaik

8 September 2012

Jalan Pagi Sehat dan Lomba Kreativitas Civitas Akademika

11 September 2012

Seminar Nasional Biomaterial

17-20 September 2012

One Week International Workshop on Spatial Statistics/Econometrics

21 September 2012

Studium Generale on Spatial Statistics

6 Oktober 2012

Temu Bisnis Alumni dan Stakeholder

thirteen Oktober 2012

Sehari Menjadi Mahasiswa FMIPA IPB

9/11 November 2012

Pesta Sains Nasional 2012

10 November 2012

Seminar Nasional Sains V

30 November 2012

FMIPA IPB Award

Penutupan Dies