Tampilkan postingan dengan label Cinta's Stories. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta's Stories. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Agustus 2020

Cinta Jalan-jalan ke Singapura [Part 1]

Pengantar :

Sungguh sebuah kejutan dan kehormatan. Tidak ada kompetisi, kuis atau proposal apapun yang saya ajukan sebelumnya, tiba-tiba hari itu, saya mendapatkan email pemberitahuan bahwa saya dan Cinta diundang untuk menghadiri acara Doctor-For-A-Day (DFAD) di Mount Elizabeth Hospital, Singapura. Selain saya, undangan lain adalah dari Majalah Ayahbunda, MommiesDaily.com, Superkids Indonesia, Kompas.com dan Blogger Alanda Kariza.

Yeaay, jalan-jalan gratis nih berdua Cinta! Seluruh akomodasi berupa tiket pesawat Garuda dan menginap di Elizabeth Hotel ditanggung penyelenggara, masih bonus uang saku selama dua hari, dan tentunya pengalaman baru yang luar biasa. Akhir pekan di Singapura bersama Cinta, akan saya tuliskan dalam beberapa postingan. Berkah Blogging !

****

Jumat, 12 september 2014.

Sebuah email sempat saya abaikan karena masuk pada jam-jam sibuk di kantor. Saya lirik sekilas, ada kalimat "hope this email find you well" ...membuat saya penasaran membukanya.

Kalimat berikutnya membuat saya melambung setengah tak percaya. "...kami bermaksud mengundang mba Murtiyarini dalam acara Doctor For A Day tanggal 27-28 September 2014 di Mounth Elizabeth, Singapura....". Dan email langsung saya balas "...kenapa memilih saya ? ..."

Percakapan berlanjut via telepon dengan mba Nurul (PR Agency Mounth Elizabeth).

Intinya saya diundang karena pihak Mount Elizabeth Hospital melihat blog saya dan melihat saya punya anak dengan usia yang pas sesuai yang mereka cari untuk program Doctor For A Day. Jadi yang diundang adalah Cinta, lalu saya mendampingi sekaligus membuat liputan kegiatan tersebut.

Cinta tidak berkata apa-apa ketika saya sampaikan berita ini. Saya tahu hatinya sama senangnya seperti saya.

"Cin, kalau selama ini kamu sering dengar cerita teman-teman kamu jalan-jalan ke luar negeri, sekarang giliran kamu tiba. Tapi ada bedanya, temanmu ke luar negeri ikut orang tuanya, sedangkan kamu malah mengajak mama. Jadi mama yang ikut kamu." Dan Cinta masih senyum-senyum saja tanpa kata.

Singkat kata, atas ijin suami saya segera mengurus paspor buat saya dan Cinta. Sempat deg-deg an karena ragu apakah paspor bisa selesai dalam 2 minggu ke depan?  Saya pun konsultasi dengan mba Nunung Yuni Anggraeni, jagonya travelling ke luar negeri. Lalu saya disarankan mendaftar lewat paspor online.  Saya mendaftar untuk saya, Cinta dan Asa. Tapi yang berangkat berdua. Asa dibuatkan sekalian agar nanti gampang kalau ada undangan-undangan berikutnya. *Aamiin*

Mengurus paspor online itu mudah. Tinggal ke web imigrasi lalu ikuti panduannya. Saya daftar jumat siang, kemudian diarahkan membayar ke BNI per orang Rp.355.000 dan akan mendapatkan bukti bayar serta nomor dari BNI. Malamnya saya konfirmasi via email untuk menentukan waktu penyerahan berkas dan pemotretan. Saya memilih senin pagi.

Kami sudah tiba di kantor imigrasi Bogor sejak satu jam sebelum loket dibuka. Kami dapat nomor antri 9. Pendaftar online dibedakan dengan pendaftar langsung. Tampaknya masih sedikit yang tahu cara online jadi dapat nomor antrian tidak panjang. Tak lama kami dipanggil satu per satu untuk foto. Seluruh proses hanya 30 menit. Paspor akan jadi 3 hari kemudian. Salut untuk kantor imigrasi Bogor.

Dan hari ini kami berangkat ke Singapura. Berdua dengan Cinta. Sama-sama belum pernah ke LN. Tapi saya sudah banyak browsing tentang Singapura, membuat time schedule dan petunjuk rute dengan sangat detil. Pengennya waktu yang tidak lama ini bisa digunakan seefektif mungkin meraup pengalaman sebanyak-banyaknya.

Pukul 11.20 waktu setempat kami dijadwalkan mendarat di Changi Airport.

Bismillahirrahmanirahim, semoga perjalanan ini lancar dan berkah.  (Separuh hati ini tertinggal di Tanah air, ada 2 laki-laki tersayang tidak ikut serta.)

Kami menginap di Elizabeth Hotel Orchad. Setelah menyimpan tas, sepakat saya dan Cinta langsung keluyuran. Modal tourist map yang kami comot di Changi airport, kami bisa pilih rute-rute seru hari ini.

Siang itu saya berjalan kaki menyusuri jalan Orchard yang ramai. Serasa akhir pekan di Jakarta saja karena sana-sini orang Indonesia banyak hehe. Kami tidak belanja apa-apa di sini. Memang niatnya menikmati suasana saja.

Sedianya saya dan teman-teman dari media mau jalan bareng. Tetapi karena masing-masing bawa anak yang punya keinginan berbeda akhirnya kami berpisah dan jalan sendiri-sendiri.

sambil nunggu teman, baca buku Khadijah-nya Mak Mugniar :)

Agar gampang dan cepat, dari orchad saya dan Cinta naik taxi ke kawasan Merlion dan menikmati singapore River Cruise selama sekitar 40 menit. Tiketnya $22 untuk dewasa dan $12 untuk anak.

Kita bisa belajar pada ide kreatif Singapore River Cruise. Berperahu di sungai dimana penumpang disuguhi dengan background view gedung, pertokoan, dan landmark-landmark kota. Dalam waktu 40 menit kita cukup puas dibawa berkeliling. Jadi melihat banyak landmark hanya dari satu kegiatan.

Menjelang magrib saya putuskan kembali ke hotel. Masih sore memang, tapi besok masih ada acara inti. Dan berharap masih bisa menggunakan sisa waktu untuk jalan-jalan lagi.

Bersambung ke

www.asacinta.blogspot.com/2014/09/cinta-goes-to-singapore-part-2.html

Cinta Jalan-jalan ke Singapura [Part 2]

Pengantar :

Sungguh sebuah kejutan dan kehormatan. Tidak ada kompetisi, kuis atau proposal apapun yang saya ajukan sebelumnya, tiba-tiba hari itu, saya mendapatkan email pemberitahuan bahwa saya dan Cinta diundang untuk menghadiri acara Doctor-For-A-Day (DFAD) di Mount Elizabeth Hospital, Singapura. Selain saya, undangan lain adalah dari Majalah Ayahbunda, MommiesDaily.com, Superkids Indonesia, Kompas.com serta blogger Alanda Kariza.

Yeaay, jalan-jalan gratis nih berdua Cinta! Seluruh akomodasi berupa tiket pesawat Garuda dan menginap di Hotel ditanggung penyelenggara, masih bonus uang saku selama dua hari, dan tentunya pengalaman baru yang luar biasa. Akhir pekan di Singapura bersama Cinta, akan saya tuliskan dalam beberapa postingan. Berkah Blogging !

****

Day 2.

Setelah kemaren seharian berjalan di Orchad street dan Merlion-Singapore River Cruise, dan tepar malam harinya, pagi ini badan sudah segar kembali. Target setelah sholat subuh adalah belanja ! Hah, subuh-subuh belanja? Karena saya perhitungkan waktu yang tidak banyak sementara goal beli oleh-oleh untuk Asa harus terlaksana. Saya dan Cinta belanja pagi-pagi ke Mustafa Center yang buka 24 jam. Waktu menunjukkan pukul 7.00 waktu Singapore alias pukul 6.00 WIB saat kami naik taxi. Lancar, sepi, dan five menit sampai di Mustafa center. Suasana toko masih sepi sekali. Kami langsung berburu oleh-oleh dengan leluasa.

Saya membeli pesanan Asa, gelang lampu Ben 10 dan robot transformer. Sebenarnya mainan ini sudah ada di toys city di Bogor. Tapi sebagai upeti karena dia  nggak diajak, mainan harus tetap dibeli di Singapura. Lagipula harganya cukup miring, yang di Bogor dibeli dengan harga 200 ribu, di sini bisa dibeli 10 dolar aatau sekitar 90 ribu.

Alarm hp saya berbunyi pukul 09.00. Saya naik taxi kembali ke Hotel. Menyusuri jalan di Singapura mengingatkan saya pada jalan-jalan di Trenggalek. Sepiiii.... Padahal ini hari minggu. Hai, kemana orang-orang kok jalanan sepi? Apakah mereka menghabiskan akhir pekan di rumah setelah seminggu bekerja? Beda banget dengan di Bogor yang justru ramai saat akhir pekan.

Tiba di hotel saya sudah ditunggu teman-teman untuk sarapan. Saya hanya berani makan roti dan buah. Menu lain yang digoreng saya hindari karena tidak tahu penggorengannya apakah terpisah dari makanan haram atau tidak. Kemudian kami bersiap-siap menuju Mount Elizabeth Hospital Novena. Total ada 5 anak Indonesia yang akan mengikuti program dan 6 Mama yang siap meliput.  Mereka adalah Kartika Firdaus  (Ayahbunda), Anna (Kompas.com) Adisty (Mommiesdaily.com), Ocha (Superkids.com), Alanda Kariza (Blogger) dan saya sendiri. Sepanjang kegiatan kami di dampingi mba Nurul sari Bw Comm.

Acara Hospital land dan Doctor for A Day di Month Elizabeth Hospital berlangsung dari pukul 10.00-13.00 waktu setempat. Cerita  di Month Elizabeth Hospital akan saya buat terpisah. Usai acara DFAD kami dijamu makan siang di sebuah resto ikan di Novena Medical Center - Square oleh perwakilan Mount Elizabeth. Ragu-ragu saya memesan makanan. Setelah saya lihat ada sertifikat Halal Singapore di dinding saya jadi mantap memesan Baked Salmon with Rice. Sudah sehari nggak ketemu nasi nih.

Beres makan, kami berpisah dengan tujuan masing-masing. Saya dan Cinta memilih ke Garden By The Bay. Sebuah conservatorium tumbuhan di tepi pantai. Dari promosinya yang gencar membuat saya penasaran ke sana. Konon ada sky walk, berjalan di atas pepohonan. Sebelumnya saya pernah ke kawasan cagar alam Bodogol di Sukabumi. Di Bodogol ada jembatan gantung yang sangat panjang di atas pepohonan. Kita bisa menyusuri hutan dari atas. Apakah Garden via The Bay seperti itu?

Ternyata saya salah. GARDEN by the Bay adalah conservatorium buatan. Tanaman dipelihara dalam dua dome. Ada Flower dome dan Rain Forest Dome. Memasuki Rain Forest dome disambut air terjun buatan setinggi kira-kira 100 meter. Dalam hati saya membandingkan dengan curug nangka di Bogor yang tingginya aduhai, apalagi air terjun Sigura-gura yang ada di Sumatera Utara yang spektakuler, jelas di Garden by The Bay ini tak ada apa-apanya.  Di dalam dome bukan hutan rimba dong ya, melainkan taman buatan yang rapi dan cantik. Tersedia lift menuju sky walk dimana kita bisa berjalan diatas pohon. Sama-sama sky walk, tapi yang di Garden by The Bay lebih aman, dan bebas becek. Ya iyalah, conservatorium buatan yang ada lantainya. Dalam hal ini kita patut bangga bahwa Indonesia punya alam yang menawan. Tinggal merapikan dan mengelolanya dengan baik untuk wisata.

Menyusuri dua dome besar membuat kaki gempor. Kami lanjutkan ke Super Tree. Tapi karena kelelahan dan sedikit takut ketinggian, maka saya dan Cinta tidak naik sky walk di Super tree. Kami hanya leyeh-leyeh di pelataran pohon besar buatan itu.

Lagi-lagi salut sama Singapura. Mereka tidak punya yang alami, tapi berusaha menciptakannya. Di Garden with the aid of the Bay diputarkan movie dan terpampang poster-poster pesan konservasi. Tentang air, tentang hutan, tentang polusi. Saya kok merasa pesan-pesan itu sebenarnya ditujukan pada pengunjung dari negara tetangganya. Siapa tuh? Napas Singapore sangat tergantung dari konservasi hutan Indonesia. Kalau paru-paru dunia itu tak dijaga, pastilah negara tetangga pun ikut kebakaran jenggot.

Kami kembali ke hotel pukul 6 sore untuk mengambil barang-barang. Kemudian lanjut ke bandara Changi. Pukul 8 malam waktu setempat kami meniggalkan Singapura, memandang gemerlap kota dari langit.

Dua hari satu malam yang berharga. Bertualang berdua Cinta, mengingatkan pada masa-masa dulu sering berduaan saja dengannya. Sekarang jarang bisa berdua.

Berharga, akan sebuah undangan blogger dari klien lintas negara yang membanggakan.

Dari kiri : Ocha (Superkids.Com), Nurul (BW Comm),

Adisty (Mommiesdaily.Com), saya, Anna (Kompas.Com),

 Alanda Kariza, Kartika (Ayahbunda)

Berikutnya cerita tentang Doctor For A Day akan saya tulis di link:

http://asacinta.Blogspot.Com/2014/09/health practitioner-for-a-day-mount-elizabeth.Html

Sabtu, 15 Agustus 2020

[Doctor For A Day] Jadi Dokter Cilik di Mount Elizabeth Hospital

Pengantar :

Sungguh sebuah kejutan dan kehormatan. Tidak ada kompetisi, kuis atau proposal apapun yang saya ajukan sebelumnya, tiba-tiba hari itu, saya mendapatkan email pemberitahuan bahwa saya dan Cinta diundang untuk menghadiri acara Doctor-For-A-Day (DFAD) di Mount Elizabeth Hospital, Singapura. Selain saya, undangan lain adalah dari Majalah Ayahbunda, MommiesDaily.com, Superkids Indonesia, Kompas.com serta blogger Alanda Kariza.

Yeaay, jalan-jalan gratis nih berdua Cinta! Seluruh akomodasi berupa tiket pesawat Garuda dan menginap di Hotel ditanggung penyelenggara, masih bonus uang saku selama dua hari, dan tentunya pengalaman baru yang luar biasa. Akhir pekan di Singapura bersama Cinta, saya tuliskan dalam beberapa postingan. Berkah Blogging !

****

Inilah acara utama kunjungan saya dan Cinta ke Singapura, mengikuti application Doctor For A Day dan Hospital Land di Mount Elizabeth Novena Hospital.

Bersama tim media, saya tiba di Mount Elizabeth Novena Hospital tepat pukul 10.00 waktu setempat. Ternyata peserta bukan hanya kami tim media. Mereka adalah penduduk lokal. Untuk mengikuti program ini mereka dikenakan biaya 15 dollar per anak. Hospital land dilaksanakan yaitu 27-28 September 2014. Jadi kami kebagian giliran pada hari ke 2. Ada sekitar 9720 pengunjung Hospital land dalam dua hari itu. Wow..!

Rumah sakit ini adalah bagian dari Parkway Hospital Group, berdiri sejak Juli 2012 dan memiliki 333 ruang rawat inap dengan tempat tidur single current. Mount Elizabeth Novena Hospital memenuhi permintaan berkelanjutan untuk jasa pelayanan kesehatan berkualitas tinggi dengan harga kompetitif di Singapura dan seluruh dunia.

Hospital Land adalah karnaval  dan pameran pendidikan medis.  Hospital land memberikan kesempatan para anak dan orang tua untuk belajar mengenai kesehatan dan kebugaran melalui beragam aktivitas. Mereka juga akan belajar mengenai profesi yang berbeda di dalam bidang industri medis seperti dokter mata, apoteker dan banyak lagi.

Kami bertemu dengan Mrs Lynndy Lee, Marketing Manager untuk Regional Mount Elisabeth Hospital. Beliau mengungkapkan melalui program ini anak-anak akan dididik sedari dini agar mampu mengapresiasi industri pelayanan kesehatan secara lebih baik dan untuk menginspirasi mereka agar dapat menjadi tenaga medis yang profesional ketika mereka dewasa nanti.

Doctor-For-A-Day (DFAD) merupakan program khusus anak-anak (5-10 tahun) dimana mereka bisa bermain menjadi dokter dengan setting rumah sakit. Para "dokter cilik" ini akan dipandu untuk melakukan aktivitas-aktivitas medis dalam ruang-ruang perawatan di rumah sakit.  Anak-anak bergabung dalam kelompok terdiri 10-12 anak. Cinta membaur dengan anak-anak lokal. Para dokter cilik ini dipandu mengunjungi satu per satu sentra interaktif.  Pada setiap sentra ada 2 pemandu. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris. Nyatanya anak-anak dari Indonesia-pun mengerti karena dibantu alat peraga dan sangat interaktif.

Ada 5 sentra dengan aktivitas yang menyenangkan. Kelompok dokter cilik diajak mencoba satu persatu sentra peragaan. Setiap menyelesaikan satu tahapan sentra, mesing-masing anak mendapatkan reward berupa pin lucu. Berikut 5 sentra aktivitas yang dimaksud:

Radiology, sentra ini berfokus pada tanggung jawab seorang radiolog. Dengan menggunakan mesin berteknologi penampakan yang canggih, seorang radiolog berusaha untuk memberikan diagnosis yang tepat jika ada kelainan dalam tubuh manusia.Anak-anak dapat belajar bagaimana untuk memindai pasien dan PET-MRI scan pada sesi interaktif ini.

Build A Body. Dipandu oleh ilustrasi yang informatif, pada sentra ini anak-anak mengungkap misteri sistem tubuh, melihat struktur dan menemukan bagaimana bagian dalam tubuh manusia bekerja. Anak-anak di sini bermain puzzle menempelkan bagian-bagian tubuh sambil mendengarkan penjelasan pemandu.

A-B-Seeadalah sentra di mana anak-anak belajar tentang peran pekerjaan seorang dokter mata. Mereka mempelajari cara untuk mengidentifikasi masalah penglihatan untuk melihat apakah sesseorang perlu kacamata.  Beberapa metode sederhana yang diperagakan antara lain seperti melihat benda dari jauh dengan menutup mata secara bergantian, membaca huruf dari besar hingga kecil dan menebak huruf dalam pola polkadot warna-warni untuk menguji buta warna.

Be A Pharmacist. Apa yang dilakukan seorang apoteker di dalam sebuah apotek? Apoteker memberikan obat kepada pasien sesuai resep dokter dan memberi penjelasan kepada pasien tentang penggunaan obat dan efek samping dari obat-obatan. Seorang apoteker wajib menjelaskan tentang manfaat dan efeksamping obat kepada pasien agar terhindar dari kesalahpahaman dalam meminum obat.

Di Hospital Land, juga ada aktivitas tambahan yaitu My Food Plate, adalah sentra bermain dengan alat interaktif nutrisi yang membimbing orang tua dan anak-anak dalam membuat pilihan makan yang ideal. Sstt, pada sentra ini saya dapat menebak makanan kesukaan anak-anak itu dengan memperhatikan jenis makanan yang diambilnya. Cinta mengambil ek krim dan telur ceplok. :)

Oiya, Hospital land ini sebenarnya adalah pre-event untuk menyambut diluncurkannya Aplikasi digital untuk tablet dan iPad bertajuk "Doctor For A Day". Aplikasi ini memungkinkan anak-anak untuk  peran-bermain dalam skenario medis yang berbeda dan memperoleh poin.

Di Singapura aplikasi ini sudah tersedia dalam versi bahasa Inggris. Kabar baiknya,  di Indonesia nanti akan menyusul versi dalam bahasa Indonesia. Asyiiik, bakal ada game seru kaya mafaat buat anak. Aplikasi Doctor For A Day ini baru akan diluncurkan bulan November 2014.

Usai mencoba semua sales space di loby Mount Elizabeth Novena Hospital, anak-anak berganti baju dengan baju dokter. Para doker cilik diajak ke lantai dua untuk mengikuti satu persatu aktivitas di ruang-ruang medis yang berbeda. Nah, di sini puncak keseruannya. Bayangkan, mereka berada di ruang-ruang medis sesungguhnya dan memegang langsung peralatan medis tersebut.

Oiya, pada sesi DFAD ini para orangtua tidak boleh mendampingi atau mengambil gambar. Tapi kami, tim media Indonesia malah dipersilakan mengambil gambar dengan bergiliran satu persatu masuk ke ruang-ruang tempat dilaksanakan DFAD.

Ruang Bayi (Nursing Room).

Pada ruang ini para dokter cilik diajarkan memandikan, mengganti popok, memberi susu dan menidurkan boneka bayi.

Ruang Operasi (Operating Theater).

Dari ruang bayi para dokter berpura-pura menaiki mobil ambulance menolong korban kebakaran. Korban dibawa ke ruang operasi. Para dokter cilik memperagakan cara menggunakan masker, membersihkan luka bakar dari kulit mati, dan mengeringkannya dengan kain.

Ruang Jantung (Heart Room).

Sebuah ruang didesain gelap dengan alat peraga jantung berukuran besar.  Di ruang ini ditunjukkan simulasi jantung yang tidak berdetak. Para dokter cilik diminta mencari saluran pembuluh jantung yang terlepas atau bocor dan menggantinya dengan yang baru. Para dokter cilik juga diajarkan menggunakan alat pacu jantung hingga terdengar bunyi jantung berdetak.

Pada sesi terakhir, para dokter cilik memasuki ruang wisuda dan mendapatkan sertifikat Doctor For A Day. Setiap anak mendapatkan goodie bag berisi cokelat, kartu pos, celengan lucu dan pulpen berbentuk jarum suntik. Sungguh pengalaman yang sangat berkesan bagi anak dan orang tua.

Selesai. Alhamdulillah.

Thanks to Parkway Hospital. I and My Daughter appreciate this invitation so much.  We got so many memorable and valuable experiences from Doctor For A Day activity.

Hopefully, I can be invited again on the following applications of Parkway Hospital. See you :)

Infomasi lebih lanjut / More facts see :

https://www.Fb.Com/mountelizabethnovenahospital

http://mountelizabeth.Com.Sg/doctorforadayapp/

Tulisan terkait / Related post to Doctor For A Day Singapore 2014 :

Cinta Jalan-jalan ke Singapura [Part 1]

Cinta Jalan-jalan ke Singapura [Part 2]

http://www.Superkidsindonesia.Com/ina/news-occasion/8401102014131818/

http://www.Superkidsindonesia.Com/ina/information-event/1201102014220131/

http://m.Kompas.Com/health/examine/2014/10/04/124313023/Serunya.Belajar.Jadi.Dokter-dokteran

Jumat, 14 Agustus 2020

Best Friend Forever Barbie, Sahabat Berimajinasi.

Menjelang three tahun, Cinta kecil suka menari-nari berputar, kakinya jinjit seperti balet. Dia sedang berimajinasi sehabis menonton VCD Barbie Dancing Princesses, film Barbie yang ditontonnya pertama kali. Kisah Barbie 12 Dancing Princesses sangat berkesan bagi Cinta.

Tak lama berselang, Cinta mempunyai VCD kedua, Barbie as The Island Princess. Imajinasinya berganti menjadi petualangan hutan bak Rosella. Dia bermonolog menirukan apa yang Barbie ucapkan di movie. Dan Rosella adalah boneka Barbie pertama yang saya belikan untuknya. Dia senang banget ! Bersama Rosella dia bermain sehari-hari. Cinta membuat tenda, lalu tidur berdua Rosella di dalamnya. Kalau Cinta bersepeda, Rosella ikut bersamanya. Pernah juga Rosella jadi murid dari Bu Guru Cinta. Senyum-senyum saya melihatnya.

Boneka Barbie berikutnya milik Cinta adalah Xylie, mermaid cantik sahabat Merliah. Cinta mengenalnya dari movie dan buku Barbie Mermaid Tale. Imajinasi Cinta tentang Mermaid lebih seru lagi. Dia membayangkan bisa menyelam ke dasar laut seperti mermaid. Tidak selalu berendam atau berenang sih, imajinasi Cinta terlihat dari lukisan-lukisan yang dia buat. Bicaranya pun seputar benda-benda dasar laut. Berperan jadi Mermaid juga sering, dia ambil kain gendong, dibebat dari pinggang sampai kaki, lalu selonjoran :)

Yang ketiga saya belikan boneka Barbie Rapunzel saat usianya 5 tahun. Rambut Rapunzel yang panjang memancing pertanyaan yang unik. Misalnya, bagaimana ya cara Rapunzel keramas dan menyisir rambutnya? Terinspirasi Rapunzel, Cinta kecil meminta jarik gendong yang panjang diikatkan dikepalanya. Lalu dia berjalan kemana-mana dengan "rambut" terseret. Hahaha..

Sekarang Cinta tidak mau lagi memperagakan yang lucu-lucu. Gadis saya ini sudah besar dan tahu malu. Tetapi main Barbienya tetap lho! Barbie jadi teman mengobrol, teman belajar dan sesekali masuk ke dalam tas sekolahnya. Apalagi begitu sudah bisa membaca, buku-buku Barbie koleksinya makin banyak.

Barbie, si cantik nan baik hati ini memang memikat hati banyak orang. Dari kecil hingga sekarang, Barbie menjadi mainan favorit Cinta. Barbie mengambil porsi besar dalam perkembangan imajinasi Cinta. Ketakutan soal obsesi dan turunnya rasa percaya diri karena tidak secantik Barbie nyatanya tidak terjadi pada Cinta. Sejak mengenal Barbie, bukan sisi kecantikannya yang menonjol, tapi lebih banyak mengenal kebaikan, kelembutan, charming dan clever .

Barbie menstimulasi imajinasi melalui bermain peran dan bercerita. Anak jadi terasah kemampuan berpikir dan kecerdasan verbalnya. Yang paling terasa manfaatnya adalah tutur kata Cinta yang lembut dan sopan seperti Barbie. Bisa jadi karena pengaruh Barbie.

Berikut foto-foto Cinta dan Barbie. Masih dalam balutan seragam sekolah, Cinta langsung main Barbie. Tiga boneka Barbie-nya:  Rossela, Xyllie dan Rapunzel diajak mengobrol layaknya teman. Best Friend Forever-lah pokoknya!

Xyllie berkata, "Ro, jalan-jalan yuk ke toko buku"
"Rambutmu kusut, kusisir dulu ya"
"Wah iya, aku juga mau sisiran ah"
Xyllie sisiran agar tambah cantik