Halo, mudik 2017 ini ada beberapa ruas tol yang digunakan secara darurat (karena baru 80% jadi) selama mudik lebaran. Istilahnya adalah Tol Fungsional.
Saya mencoba menggunakan Tol Fungsional Solo - Ngawi sejauh ninety km. Tol ini bagian dari tol Trans Java. Nantinya akan dibangun juga tol sampai ke Kertosono.
Terhitung mulai Senin (19 Juni 2017) hingga Senin, 26 Juni 2017 ruas jalan tol solo - Ngawi sepanjang dibuka untuk pemudik dengan status sebagai jalan tol fungsional sementara.
PT Solo Ngawi Jaya (SNJ) dibukanya sebagain ruas jalan tol ini dalam rangka memperlancar arus mudik Lebaran 2017.
Tol Fungsional Solo - Ngawi masih gratis. Sebenarnya luasnya untuk 2 arah, namun karena belum jadi, maka diberlakukan sistem buka tutup. Sebelum hari Raya Idul Fitri digunakan dari arah Solo - Ngawi. Sebaliknya, setelah Hari Raya digunakan untuk arus balik Ngawi - Solo.
Tol fungsional Solo Ngawi ini mulai dibuka pukil 06.00 hingga 17.00. Pengemudi diharap berhati-hati karena masih belum banyak rambu jalan dan masih sedikit rest vicinity yang memadai. Debu-debu juga beterbangan di siang hari yang panas dan kering.
Berhubung rambu dan fasilitas tol belum a hundred% jadi, pada beberapa titik ada litnasan warga kampung. Hal ini karena jembatan yang disediakan untuk mereka belum jadi. Pihak jasamarga sengaja menempatkan 2-three orang petugas di setiap perlintasan.
Guna memantau situasi lalu lintas di lokasi-lokasi yang rawan kepadatan, terdapat empat spot Close Circuit Television (CCTV) yaitu di Ngasem, Kebak Kramat, Widodaren dan Gendingan.
Demi kenyamanan pengguna jalan tol, PT SNJ selaku operator Jalan Tol Solo-Ngawi telah menyiapkan rest region di lima lokasi yaitu di Km 12, Km 21, Km 29, Km 46 dan Km 55. Di setiap rest region disediakan tempat beristirahat, musala dan toilet gratis. Khusus di relaxation region Km 21 disediakan kios BBM dari Pertamina. Selain itu, untuk meningkatkan layanan informasi, PT SNJ menyediakan Call Center melalui nomor 081-330-550-900 yang dapat diakses selama 24 jam
Difungsikannya tol ini secara sementara sangat membantu pemudik. Waktu tempuh jadi lebih cepat. Ninety km hanya ditempuh kurang lebih 1 jam, padahal biasanya dengan jalur biasa membutuhkan waktu 2-three jam.
Saking excited mencoba Tol baru, saya mengabadikan dalam video log. Mampir yuk. Pemandangan di sekitarnya cantik-cantik. Ada gunung dan hamparan padi. Tapi tidak boleh berhenti untuk selfie-selfie. Bahaya.
Olympic Residence Sentul, Apartemen dengan Fasilitas Pendukung yang Lengkap dan Premium.
Jika Anda melintasi jalan Tol Jagorawi baik dari Jakarta ke Bogor atau sebaliknya, Anda akan melihat beberapa bangunan (yang kemudian menjadi landmark) kawasan Sentul pada khususnya, dan Bogor pada umumnya. Ada Masjid Az-Zikra yang bangunannya megah, SICC (Sentul International Convention Centre), bakal stasiun kereta LRT Sentul, dan kawasan Olympic CBD (Central Business District) yang ditandai dengan bangunan Olympic Renotel Hotel dan pembangunan apartemen oleh HK Realtindo.
Landmark Sentul sebagian besar telah saya jelajahi. Kali ini giliran melihat kawasan Olympic CBD sebagai kawasan bisnis yang dinamis. Tepatnya, minggu, 18 Juni 2017, saya gunakan weekend di tengah Ramadan ini untuk melihat-lihat kawasan Olympic CBD dan apartemen yang tengah dibangun oleh HK Realtindo, yaitu Olympic Residence Sentul. Walaupun namanya kawasan bisnis, namun suasana di sini sejuk dengan pohon palem di sisi kanan dan kiri jalan.
Proyek Pembangunan Apartemen Olympic Residence Sentul (Dokumentasi Pribadi)
Proyek Pembangunan Apartemen Olympic Residence Sentul
Proyek Pembangunan Apartemen Olympic Residence Sentul (Dokumentasi Pribadi)
Proyek Pembangunan Apartemen Olympic Residence (Dokumentasi Pribadi)
Kompleks apartemen yang menempati area 6.471 m2 ini akan menghadirkan 2 tower kokoh ekslusif setinggi 19 lantai, dengan jumlah total 780 unit, yang dibagi 363 unit di tower 1 dan 417 unit di tower 2. Jenis apartemen ini disebut juga sebagai “Private Apartment” dan “Hybrid Apartment” yang memberikan kemudahan kepada para investor dalam mempromosikan propertinya.
Olympic Residence Sentul berada di area Sentul Industri Estate, adalah apartemen yang berkonsep smart green living. Apartemen ini bisa diakses dari jalan di dekat gerbang tol Sentul Utara. Olympic Residence Sentul tak jauh dari gerbang, ada Olympic Renotel Hotel dan Hotel Sentul. Masih dalam Olympic CBD terdapat ruko-ruko (rumah toko) untuk minimart, bank dan keperluan umum lainnya.
Bicara tentang Apartemen Olympic Residence Sentul, pastilah kita ingin menghitung-hitung apa saja keuntungan apabila memiliki setidaknya salah satu unitnya. Karena Olympic Residence Sentul ada di kawasan sun rise Sentul yang terus berkembang dengan pesat, saya pun melanjutkan penyusuran pada fasilitas-fasilitas umum yang notabene bersifat premium. Ya, sebagai warga Bogor selama 21 tahun ini, saya telah melihat perkembangan kawasan Sentul dari tahun ke tahun, dan semakin memukau hingga saat ini.
Sebuah nilai properti sangat ditentukan dengan kemudahan akses menjangkau tempat-tempat fasilitas umum yang mendukung kebutuhan masyarakat, seperti sekolah, pusat belanja, pusat kesehatan, dan tempat wisata.
Sirkuit Internasional Sentul, hanya berjarak 570 meter dari Apartemen Olympic Residence Sentul. Tepat berseberangan jalan di pintu exit Tol Sentul Utara. Sirkuit Sentul kini sedang direnovasi karena akan digunakan dalam ajang balap MotoGP di Indonesia pada 2017 mendatang. Tak tanggung-tanggung, Manajemen Sirkuit Internasional Sentul Bogor, langsung mendatangkan desainer sirkuit kelas dunia asal Italia yaitu Jarno Zaffeli untuk melakukan langkah renovasi pada sirkuit Sentul.
Sentul Industri Estate, di mana Apartemen Olympic Residence Sentul berlokasi terdiri dari 9 office tower yang ditempati oleh 68 perusahaan-perusahaan besar. Memiliki unit di Apartemen Olympic Residence Sentul sangat berpeluang untuk disewakan kepada para pebisnis / karyawan perusahaan-perusahaan tersebut.
Sentul Industrial Estate (Dokumentasi Pribadi)
Hotel - hotel berbintang sangat diperlukan bagi kawasan bisnis karena banyak tamu dari luar kota maupun luar negeri yang berurusan bisnis untuk beberapa waktu. Selain itu hotel juga sering digunakan untuk meeting perusahaan dengan jumlah peserta cukup besar. Beberapa hotel berbintang yang dekat dengan Apartemen Olympic Residence Sentul antara lain Olympic Renotel Sentul (lokasi bersebelahan), Lorin Hotel Sentul (jarak 780 m), Harris Hotel Sentul (jarak 3 km) dan banyak lagi.
Hotel Olympic Renotel (Dokumentasi Pribadi)
SICC (Sentul International Convention Centre) berjarak sekitar 4 km. SICC adalah sebuah gedung pertemuan multifungsi dengan kapasitas 12.000 orang yang terletak tak jauh dari akses gerbang Sentul Selatan, Tol Jagorawi, Bogor. Gedung ini telah digunakan untuk berbagai konser musik nasional maupun internasional, serta acara seminar maupun event-event yang sifatnya besar. Area parkirnya juga sangat luas, di lapangan SICC ini pernah dilaksanakan festival balon udara internasional lho.
Sentul International Convention Center (Dokumentasi Pribadi)
Rumah Sakit Pertamedika Sentul, berjarak sekitar 4 km. Adalah rumah sakit bertaraf international dengan layanan unggulan Cardiac Center dan Liver Center di mana memiliki ruang khusus untuk pelayanan jantung dan pelayanan liver. Rumah Sakit Pertamedika Sentul juga melayani pasien dengan keluhan penyakit umum.
Rumah Sakit Pertamedika (Dokumentasi Pribadi)
Calon Stasiun Kereta Api Ringan LRT (Light Rail Transit), berjarak sekitar 2 km. Nantinya LRT ini akan menghubungkan jalur Bogor - Bekasi - Jakarta - Bandara Internasional Soekarno Hatta.Nantinya dengan LRT ini perjalanan menuju bandara dan pusat bisnis di Jakarta semakin cepat dan bebas macet.
Calon lintasan LRT (Dokumentasi Pribadi)
Calon Stasiun LRT Sentul (Dokumentasi Pribadi)
Pusat Perbelanjaan Moderen yang dekat dengan Apartemen Olympic Residence Sentul antara lain Bellanova Country Mall, Giant Extra, AEON Mall (dalam proses pembangunan) (ketiganya berjarak sekitar 3-4 km di kawasan Sentul City), dan Cibinong City Mall berjarak sekitar 5 km di kawasan Pemda Cibinong. Mall menjadi bagian dari gaya hidup keluarga masa kini karena di sini merupakan one stop service untuk belanja, tempat makan dan hiburan keluarga.
Bellanova Country Mall (Dokumentasi Pribadi)
Cibinong City Mall (Dokumentasi Pribadi)
Calon AEON Mall, Sentul (Dokumentasi Pribadi)
Pasar Bersih Sentul, berjarak sekitar 4 km. Bagi kebanyakan masyarakat, untuk memenuhi kebutuhan dapur dan rumah tangga masih lebih afdol dan nyaman berbelanja di pasar tradisional. Seiring kesadaran akan kebersihan dan kesehatan, maka pasar tradisional yang bersih dan nyaman, serta menyediakan bahan-bahan segar berkualitaslah yang menjadi tempat berbelanja favorit. Karena itu kehadiran Pasar Bersih Sentul menjadi nilai tambah daerah Sentul ini.
Pasar Bersih, Sentul (Dokumentasi Pribadi)
Sekolah-sekolah negeri/swasta/kejuruan/keagamaan bertaraf nasional dan internasional banyak ditemukan di sekitar Apartemen Olympic Residence Sentul. Ada Sekolah Alam, Sekolah Taruna Bangsa, Sekolah Pelita Harapan, Sekolah Insan Cendikia, BPK Penabur Sentul, SDN Sentul, Pondok Pesantren Modern Ar Ridho, Sekolah Islam Terpadu Fajar Hidayah, Kampus STEI Tazkia dan lain-lain.
Akses jalan tol dan jalan biasa yang mudah. Apartemen Olympic Residence Sentul berjarak 300 meter dari gerbang tol Sentul 3 (Sentul Utara), baik yang ke arah Jakarta, maupun ke arah Bogor. Selain itu, terdapat akses jalan biasa yaitu Jl. Alternatif Sentul yang menghubungkan Kecamatan Sentul dengan Kawasan Pemda Cibinong dan Jalan Raya Bogor-Jakarta.
Akses Tol Sentul Utara (Dokumentasi Pribadi)
Wisata religi di dekat Apartemen Olympic Residence Sentul adalah Masjid Az-Zikra, yang sering menghadirkan Ustad Arifin Ilham dan Ustad Yusuf Mansyur sebagai penceramah. Ada juga Masjid Andalusia, yang menyatu dengan STEI Tazkia. Kedua masjid tersebut berdisain unik dan megah. Kedua masjid besar ini berjarak 3 km dari Apartemen Olympic Residence Sentul
Masjid Andalusia tampak dari kejauhan (Dokumentasi Pribadi)
Wisata keluarga, di dekat Apartemen Olympic Residence Sentul antara lain adalah JungleLand (berjarak 7km), Air Terjun Bidadari (berjarak 11 km), pemandian air panas Gunung Pancar (berjarak 9 km) dan Ecopark (berjarak 4 km). Jika ingin ke Kebun Raya Bogor dan kawasan Puncak juga hanya sangat mudah karena bisa melalui akses Tol Jagorawi.
Jungleland (Dokumentasi Pribadi)
Wisata kuliner. Sentul terkenal dengan warung sate kiloan di beberapa titik. Untuk tempat wisata kuliner modern terdapat Pasar Ah Poong, Mang Kabayan dan Cafe Carnivor di Ecopark Sentul. Kesemuanya itu hanya berjarak 2-3 km dari Apartemen Olympic Residence Sentul.
Cafe Karnivor, Sentul (Dokumentasi Pribadi)
Tempat Olahraga yang menarik di dekat Apartemen Olympic Residence Sentul antara lain skywalk di Ecopark, arena outbond, Archery (arena panahan), dan ada beberapa arena golf. Jarak tempuh rata-rata sekitar 4-5 km dari Apartemen Olympic Residence Sentul.
Skywalk, Ecopark (Dokumentasi Pribadi)
Dengan sebanyak itu fasilitas pendukung yang penting dan premium di sekitar Apartemen Olympic Residence Sentul, membuat nilai properti semakin tinggi.
Tentu saja, selain fasilitas di luar apartemen, di dalam kompleks Apartemen Olympic Residence Sentul juga dilengkapi beragam fasilitas wajib berupa kolam renang, jogging track, arena bermain anak, dan gym center. Selain itu para penghuni juga akan dimanjakan dengan konsep ‘One Stop Living’ dengan disediakannya sarana shopping area, food court, groceries store, dan cafe. Dengan berbagai kemudahan ini, diharapkan penghuni apartemen dapat menjalankan aktifitas bisnis dan kehidupannya secara seimbang dan berkualitas.
ApartemenOlympic Residence Sentul menawarkan 4 pilihan tipe apartemen, yaitu:
Studio (luas 22 m2),
Satu Bedroom (luas 33 m2),
Dua Bedroom (luas 39 m2),
Dua Bedroom Corner (luas 42 m2).
Jika ingin tahu lebih lanjut, tidak perlu sungkan-sungkan untuk bertanya. (Bertanya tidak harus membeli kok, iya nggak?)
Siapa saja diperkenankan melihat-lihat ke kantor marketingnya yang beralamat di Jl. Olympic Raya Kav C No 4B Sentul, Bogor, Jawa Barat.
Phone: (021) 2909 9206, Whatsapp: 0822 1313 5002
Email: income@olympicresidence-sentul.Com
Atau jika ingin lihat-lihat secara online bisa kunjungi akun media sosial Apartemen Olympic Residence Sentul yaitu :
Jika Anda diminta memilih antara kedua kebutuhan, biaya kesehatan atau biaya pendidikan, mana yang Anda prioritaskan?
Jika Anda diminta memilih antara membeli rumah atau mengontrak rumah sambil membeli mobil, mana yang Anda prioritaskan?
Seringkali pilihan hidup - yang hampir selalu berhubungan dengan biaya - dalam posisi sama pentingnya. Pada titik itu, tidak mudah memilih prioritas.
Ada kalanya prioritas didasarkan pada tingkat kebutuhan terhadap 'sesuatu' tersebut, seberapa banyak anggota keluarga yang membutuhkan, dan mana yang lebih cepat harus dipenuhi.
Ada kalanya, kita tidak mendapatkan kesempatan lama untuk berpikir, hanya dalam hitungan hari, bahkan jam dan menit, harus membuat keputusan penting yang menguras tabungan.
Saya belajar dari kegagalan-kegagalan dalam menabung. Sekian tahun menabung, menyisihkan uang, membuat pos-pos tertentu, hingga tiba pada satu kesimpulan : keberhasilan menabung ditentukan oleh keteguhan niat.
Menabung untuk pendidikan anak dan godaan-godaannya.
Pendidikan anak adalah prioritas utama bagi keluarga saya. Walaupun masih lama, namun biaya kuliah terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Karena itu, menabung untuk kuliah anak perlu dilakukan sedini mungkin. Konon, para pakar menyarankan untuk tabungan pendidikan ini bukan ditentukan seberapa banyak besaran tiap bulannya, namun ditentukan sedini apa kita memulainya. Berapapun nilainya, mulailah menabung sejak usia dini anak-anak.
Dari perhitungan masa pensiun saya dan suami, maka titik krusial biaya pendidikan adalah saat anak-anak memasuki kuliah. Yang mana pada saat itu saya dan suami kemungkinan menjelang atau sudah pensiun bekerja. Karena itu tabungan pendidikan anak-anak ditargetkan untuk biaya kuliah mereka.
Godaan-godaan yang pernah menyebabkan saya harus "mengganggu" tabungan pendidikan adalah biaya-biaya kecil namun mendesak seperti uang kegiatan akhir tahun, biaya studi excursion, kebutuhan peralatan sekolah yang hampir selalu dilupakan dan dianggap enteng. Nyatanya, pada waktunya tiba, terpaksa mengutak atik tabungan pendidikan yang harusnya dijaga keutuhannya.
Menabung untuk renovasi rumah dan godaan-godaannya.
Mobil dan rumah yang saat ini saya miliki terbeli dengan cara mencicil dan nekat. Begitu terkumpul uang muka dan berhitung cicilannya dapat terpenuhi dari penghasilan saya dan dan suami, saat itulah kami nekat membeli. Bisa dibilang nekat, karena kami berani berhutang pada perusahaan multifinance dan KPR bank. Kali berikutnya saya tidak ingin nekat lagi. Saya ingin merencanakan mimpi.
Kini tiba saatnya rumah perlu direnovasi. Tapi mau menggunakan uang yang mana? Mau pinjam ke bank mana? Sementara cicilan KPR rumah dan mobil belum lunas.
Dalam 2 tahun terakhir saya berusaha fokus pada mimpi : Renovasi Rumah. Saya memisahkan tabungan untuk renovasi dari biaya kebutuhan harian. Sumber penghasilan pun saya pisahkan. Tabungan untuk renovasi rumah saya sisihkan dari bonus kerja, uang lembur dan uang tak rutin lainnya. Sejauh ini cara memisahkan tabungan ini cukup efektif untuk membatasi saya dari keinginan-keinginan di luar prioritas.
Godaan dalam menabung untuk renovasi rumah ini adalah munculnya kebutuhan-kebutuhan mendesak seperti atap bocor, kusen jendela kena rayap, kran bocor dan biaya lain terkait pemeliharaan rumah. Biasanya, biaya perbaikan ini merembet dari satu kerusakan ke kerusakan lainnya dengan dalih mumpung ada tukang jadi sekalian saja diperbaiki. Tanpa disadari, separuh tabungan terkuras.
Menabung untuk liburan ke luar negeri dan godaan-godaannya.
Mungkin dari tingkat kepentingan, liburan bukan hal yang seharusnya menjadi prioritas. Namun bagi saya, ada waktu yang ingin saya kejar, yaitu memberikan pengalaman liburan berkesan di usia anak-anak.
Saya pun menabung untuk liburan keluarga ke luar negeri. Sayangnya, karena bukan kebutuhan pokok dan mendesak, tabungan liburan ini sering menjadi korban ketika ada kebutuhan mendadak, mendesak hingga kebutuhan kecil-kecil lainnya.
Godaan yang tidak bisa saya tahan baru-baru ini adalah menguras tabungan liburan untuk bersenang-senang saat mudik. Memang sih, masih sama-sama untuk liburan, namun bukan liburan yang saya rencanakan.
Belajar dari kegagalan.
Dari ketiga nasib tabungan-tabungan saya di atas, ada beberapa poin yang menjadi penyebab kegagalan dalam menabung yaitu :
Hadirnya biaya-biaya mendesak yang tidak diperkirakan sebelumnya, atau kebutuhan rutin tahunan yang terus dilupakan.
Merembetnya kebutuhan, yang tadinya hanya satu kebutuhan yang mendesak, namun dengan alasan sekalian dalam pengerjaan atau pembelanjaan, sehingga budget belanja ditambah.
Peruntukan tabungan tidak dianggap kebutuhan penting sehingga dianggap tidak masalah apabila digunakan.
Menyerah di tengah jalan. Biasanya, semakin banyak terkumpul tabungan, semakin kita bangga melihat hasilnya dan semakin enggan untuk menggerogotinya. Sebaliknya, sekalinya tabungan diutak-atik dan digunakan sebagian, niat menabung akan berkurang. Ibarat mencuil sebongkah tanah dari gunung, maka semakin ingin untuk mencuilnya lagi dan lagi. Dan gunung pun runtuh.
Cara Jenius menjaga Prioritas.
Sudah banyak yang tahu, cara terbaik menabung adalah menjaga niat menabung dan memisahkan tabungan sesuai prioritas-prioritas yang diimpikan. Namun bagaimana jika prioritas-prioritas kita banyak? Haruskah membuat satu persatu tabungan di financial institution?
Saya berkenalan dengan tabungan Jenius BTPN (www.Jenius.Com) dengan cara mengunduh aplikasinya di cellphone.
Saya membuka tabungan tanpa harus ke kantor financial institution. Proses pembukaan rekening saya lakukan sambil menikmati makan siang di warung nasi. Setelah registrasi, unggah foto diri dan unggah foto ktp, dan saya pun mendapatkan nomor rekening yang sudah bisa berfungsi untuk menerima kiriman atau pinnacle up uang. Hanya saja, untuk bisa melakukan penarikan atau switch, saya perlu menghubungi petugas Jenius untuk mengaktifkan rekening saya tersebut. Petugas dapat dipanggil ke lokasi kita berada, atau mendatangi counter Jenius di mal. Saya memilih mendatangi counter Jenius di Mal Botani. Saat itu juga saya membuat kartu atm yang sudah bisa digunakan bertransaksi pada tempat-tempat bertanda Visa, Prima, dan ATM bersama.
Jenius dapat dikendalikan dari smartphone kita. Ada menu In & outuntuk melihat histori transaksi, Card centeruntuk penggunaan kartu ATM , Send it untuk transfer, Split bill untuk berbagi tagihan bill dengan teman, Pay me untuk membantu menagih invoice atau hutang, dan Save ituntuk menabung dengan opsi khusus. Dari rekening itu kita bisa menyisihkan tabungan ke dalam pos-pos tertentu. Ada tiga pilihan yaitu save it : Flexi Saver, berupa tabungan yang bisa ditarik kapan saja, Dream Saver, yaitu tabungan untuk tujuan tertentu, dan Maxi Saver, yaitu tabungan jangka panjang untuk tujuan dengan biaya besar.
Saya paling tertarik dengan fitur Dream Saver yang membantu menyisihkan dana dari rekening utama untuk menabung bagi kebutuhan-kebutuhan jangka pendek. Saya pikir ini pilihan Jenius yang cocok untuk keperluan seperti biaya study tour, pembelian sepatu sekolah, membeli panci baru, biaya mudik dan kebutuhan lain. Kita bisa menentukan kapan tabungan akan dicairkan ke rekening utama, cicilan harian atau mingguan atau bulanan. Besaran uang muka dan cicilan juga dapat ditentukan sesuai kemampuan. Pada waktu yang ditentukan, tabungan itu akan cair ke rekening utama. Kita bisa membuat banyak mimpi dari fitur ini. Jadi tidak perlu membuka tabungan baru untuk masing-masing keinginan tersebut.
Saya sudah mencoba fitur Dream Saver ini untuk membeli sepatu. Saya memilih waktu cair 2 hari. Secara otomatis, uang dari rekening akan tersedot dan tersimpan di Dream Saver. Saat target budget terpenuhi, uang tersebut kembali ke rekening utama. Tidak hanya itu, saya mendapatkan bonus 1 rupiah dari tabungan senilai Rp. 50.000.
Ternyata dengan Jenius ini mudah sekali untuk menabung sesuai prioritas hidup. Saya akan mencoba menyusun financial planning dan menitipkan mimpi pada Jenius. Ibarat punya asisten pribadi untuk pengelolaan keuangan.
Satu kebutuhan yang sama, belum tentu menempati prioritas yang sama antara masing-masing individu. Dengan banyaknya kebutuhan, kita sendiri lah yang bisa menentukan prioritas karena hal ini sifatnya sangat personal. Mulailah menabung mimpi dari hari ini.
*Tulisan ini menjadi juara dalam lomba blog Jenius yang diselenggarakan di kompasiana.com
Pilih mana, baju rapi tapi bau, atau baju kucel tapi wangi?
Saya sih, pilih baju rapi tapi wangi. *smile*
Penampilan adalah representasi diri seseorang, dan wangi adalah bagian penting di dalam penampilan itu sendiri. Wangi identik dengan kebersihan, sebaliknya kotor identik dengan bakteri penyebab bau. Karena itu penting banget untuk tampil wangi sepanjang hari.
Ssst, orang nggak bakal mengira kamu belum mandi kalau mencium aroma wangi darimu. Hehehe. Tapi ini bukan trik yang boleh ditiru. Tetap, kebersihan tubuh menjadi kunci badan tidak bau.
Nasib tinggal di negara tropis seperti Indonesia ini membuat tubuh kita gampang berkeringat. Bukan salah keringatnya sih, karena berkeringat itu sehat kok. Tinggal bagaimana kita meredam bau keringat ini ketika beraktifitas seharian.
Banyak cara seseorang ingin tetap wangi. Pertama, dengan membawa parfum kemana-mana.
Ya, karena cara paling populer meredam bau badan adalah dengan menyemprotkan minyak wangi atau parfum ke tubuh dan baju. Masalahnya, bau badan sangat mungkin timbul saat kita beraktifitas di luar rumah. Jadinya, ya terpaksa bawa parfum dalam tas kemana-mana.
Berhubung parfum mudah menguap wanginya, untuk bisa bertahan wangi sepanjang hari terpaksa harus membawa botol parfum agar bisa menyemprot ulang di tengah-tengah aktifitas. Nggak praktis banget kan, selain menambah berat tas, juga menyita waktu untuk menyemprotkannya.
Srot..Srot..Sroooot ! Semprot sebelum berangkat kerja. Srot...Srot..Sroooot! Semprot lagi pas tiba di kantor. Diulang lagi pas istirahat siang. Terakhir pas menjelang pulang.
Bagaimana parfum nggak cepat habis kalau frekuensi menyemprotkannya sesering itu. Apalagi kalau cuaca panas dan tubuh berkeringat, bisa-bisa habis sebotol parfum *lebay* Terpaksa deh, bulan berikutnya beli parfum yang agak murahan dengan aroma sedikit norak hihihi..
Cara kedua, dengan membawa baju ganti dan perlengkapan mandi ke tempat kerja.
Hiyaaa.. Ini lebih ribet lagi. Perlu bawa tas tambahan untuk membawanya. Terus butuh waktu minimal 30 menit untuk mandi dan berdandan. Lantas karena nggak mau berat terus-terusan, akhirnya menyimpan beberapa baju ganti dan perlengkapan mandi di kantor. Jangan heran kalau lama-lama kantor serasa rumah sendiri, dan rekan kerja menyeletuk ?Kenapa kamu nggak nginap saja sekalian di kantor?? Jleb! Hahaha. Ribet ya demi bisa wangi sepanjang hari.
Sori ya, saya sudah nggak lagi pakai cara-cara di atas.
Saya memilih cara ketiga, yaitu menggunakan Downy. Setelah mengenal Downy, cairan pewangi dan pelembut pakaian dari P&G, buat apalagi bawa parfum ke mana-mana? Downy dengan slogan “Your Perfume Everyday” menunjukkan bahwa Downy sebagai pengharum pakaian mempunyai karakter wangi yang elegan seperti parfum. Keuntungan menggunakan Downy adalah hemat, pakaian lembut dan gampang disetrika, serta tidak perlu bolak-balik menyemprotkan parfum.
Karena itu pula, saya senang banget pas dapat undangan dari Kumpulan Emak Blogger untuk menghadiri Blogger Gathering Downy Daring. Acara diadakan di sebuah restoran kepiting The Holy Crab, Jakarta Selatan tanggal 29 Juli 2017. Begitu tiba di ruangan, yang tercium adalah aroma parfum mewah yang semerbak. Snif, snif, hmmm, aroma apa ini? Parfum mahal apa yang dipakai para blogger yang hadir di sini?
Baru saya sadar, kalau di ruangan ini penuh dengan Downy Daring di meja-meja undangan. Pantas saja harumnya menyeruak. Aromanya wangi elegan. Pantas saja semula saya kira parfum mahal.
Downy Daring vs Parfum Mewah, siapa yang menang?
MC Mira Sahid dan Mba Kaka (perwakilan Downy) membuktikan keharuman Downy Daring
Wangi yang tak kan pudar.
Dalam suasana ruangan serba emas, mba Kaka perwakilan dari Downy memperkenalkan varian baru yang bernama Downy Daring. Bedanya dari varian sebelumnya, Downy Daring ini upgrade formula dengan kadar parfum lebih banyak. Dengan konsentrasi lebih pekat inilah yang membuat Downy Daring mampu bertahan wangi lebih lama dari parfum mewah.
Rahasia wangi tahan lama Downy Daring adalah adanya micro capsule yang menyimpan parfum di dalamnya. Micro capsule parfum ini masuk ke dalam serat-serat kain dan bertahan sampai kain kering. Micro capsule melindungi parfum dari angin dan panas saat dijemur, sehingga parfum tidak menguap. Ketika terkena gesekan saat disetrika, butiran mikro ini akan pecah dan parfum di dalamnya akan keluar. Pyaaar, aroma wangi pun menguat lagi.
Step 1. Kain A dicelupkan pada larutan Downy. Kain B disemprot parfum mewah.
Kedua kain dikeringkan dengan hairdryer. Parfumnya menguap nggak ya?
Kedua kain disetrika. Mana yang masih wangi?
Nah pastinya banyak yang tidak percaya, masa sih bisa mengalahkan aroma parfum ? Untuk membuktikannya diadakan tantangan wangi lokasi. Para blogger diminta mencoba membandingkan antara dua kain dengan perlakuan yang berbeda. Satu kain dicelupkan pada larutan Downy Daring dan kain yang lain disemprot parfum mahal. Keduanya kemudian dikeringkan dengan hair dryer dan disetrika. Perlakuan ini untuk membuktikan parfum mana yang masih bertahan oleh terpaan angin dan panas. Setelah kering, benar terbukti bahwa kain dengan Downy Daring lebih wangi daripada parfum mahal.
Challenge Downy Daring untuk Pashmina-pashminaku.
Tiba giliran kami membawa sebotol Downy Daring ke rumah untuk dibuktikan dalam kondisi yang sebenarnya. Saya mencobanya pada koleksi pashmina kesayangan.
Kenapa memilih pashmina? Karena bagi saya, pashmina adalah bagian dari busana terluar yang saya kenakan. Begitu apek atau bau, bagian terluar inilah paling pertama tercium, iya kan? Biasanya saya menyemprotkan parfum pada pashmina. Namun karena kain pashmina yang tipis, berpori renggang, sering tertempa angin dan panas, menyebabkan pashmina cepat berbau apek. Apalagi pashmina berhubungan langsung dengan rambut yang berkeringat dan gampang apek.
Saya melakukan tantangan wangi Parfum mahal vs Downy Daring di rumah. Untuk tantangan ini saya menggunakan parfum seharga sekitar 800 ribu. Aroma parfumnya wangi elegan dan cukup mahal kan? Iya, buat saya segitu itu mahal. Hehehe.
Hasil uji coba:
Pashmina 1: disemprot parfum 10x semprot secara merata, lalu dijemur. Satu jam kemudian kering. Aroma parfum samar-samar. Setelah disetrika aroma parfum hilang.
Pashmina 2: setengah tutup botol Downy Daring dilarutkan dalam 5 liter air, setara untuk membilas 20 pakaian. Pashmina direndam sekitar 1 menit lalu dijemur. Satu jam kemudian kering. Aroma parfum masih kuat. Setelah disetrika, aroma parfum semakin kuat.
Jadi percaya deh, kalau Downy Daring wanginya lebih tahan lama dari parfum mahal. Padahal harganya jauuuh lebih hemat. Sebotol parfum bisa untuk beli persediaan Downy 2 tahun. *Ecomode-on*
Challenge belum selesai. Walau sudah jelas parfum mahal kalah, saya masih ingin membuktikan seberapa tahan lama wangi pashmina- pashmina setelah disimpan dalam lemari. Karena pashmina cukup banyak, bisa sampai seminggu setelah dicuci baru dipakai kembali. Dan wanginya pashmina yang dibilas dengan Downy Daring bertahan hingga kira-kira lebih dari 7 hari dalam lemari.
Downy Daring pun akhirnya melengkapi pilihan varian Downy lainnya yang saya gunakan sehari-hari. Baju kantor suami, baju seragam sekolah anak, baju kerja saya, sprei, handuk hingga daster rumahan pun semua wangi serasa menggunakan parfum mewah.
Oke, sebagai penyimpan kenangan manis yang tak kan pudar, sayang untuk tidak dipajang foto keseruan blogger gathering bersama Downy Daring dan Kumpulan Emak Blogger ini. Terimakasih ya, KEB & Downy. Kiss. kiss.
Akhir 2015, perasaan jenuh itu mulai muncul. Saat itu saya tengah sibuk-sibuknya membereskan laporan tahunan keuangan, bertepatan dengan masa pergantian pimpinan unit, sehingga saya juga harus menyajikan pula laporan selama 5 tahun terakhir.
Frekuensi saya dalam menulis berkurang drastis. Blogging pun sangat jarang. Apalagi ikut event-eventcomunity gathering yang seringkali diadakan di Jakarta. Rasanya energi saya tak cukup untuk melakukan hal-hal yang sesungguhnya saya sukai.
Sampai pada titik dimana saya tidak ingin melakukan apa-apa selain JEDA. Sayangnya, jeda inipun tak bisa benar-benar saya lakukan. Rutinitas terus berjalan. Tanggung jawab pekerjaan tak tega untuk saya tinggalkan. Saya tak hanya menempatkan diri sebagai ibu di rumah, namun juga jadi "ibu" di kantor. Kalau saya tak ada, bagaimana urusan rumah tangga kantor?
Jeda, rasanya seperti sebuah kesalahan. Lantas saya merasa tak produktif. Seringkali saya hanya menenteng leptop ke kantor, lalu membawa pulang lagi tanpa disentuh sedikitpun. Tak ayal muncul rasa iri ketika melihat foto-foto teman-teman di media sosial yang terlihat begitu aktif, traveling, seminar, workhsop, atau sekedar join up di sebuah warung kopi.
Hingga saya menemukan quote dari Dewi "Dee" Lestari berikut ini,
?Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkan ia dimengerti jika tak ada spasi? Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang??
Bijak sekali Dee bisa mengartikan jeda sedemikian baik, tanpa ada buruk sangka terhadap jeda itu sendiri. Iya juga, bahkan napas pun butuh jeda. Langkah kaki pun butuh jeda. Kenapa saya enggan mengakuinya?
Mungkin yang saya alami ini adalah fase yang wajar terjadi pada siapa pun. Ada momentum-momentum yang bisa menjadi pemicu. Yang saya rasakan kali ini, terjadi saat menjelang saya memulai hidup. Konon, hidup dimulai sejak usia forty tahun, benarkah? Banyak yang bilang begitu, berarti banyak yang mengalaminya. Satu kali saya mendengar, lupa siapa yang mengatakannya, di usia 40 tahun, jika bukan menjadi awal masa keemasan, maka akan menjadi awal kemunduran. Karena itu, berusaha sekuat tenaga mencapai goal-goal hidup di usia 40. Hm, pikiran-pikiran itu juga yang mungkin membuat saya terus merenung dan merenung, apa yang akan saya capai.
"Awal hidup" itu terjadi bulan Juli tahun ini. Sekaligus menjawab diri sendiri, kenapa saya merasa lelah dan ingin jeda sejak dua tahun lalu. Ini adalah masa di mana saya ingin sesuatu yang berbeda.
Saya bersyukur, saya berada dalam keramaian hati ketika melalui masa jeda tersebut. Ada suami saya yang sesekali mendengarkan curahan hati, namun seringkali sambil main game. Nggak apa-apa, saya tetap merasa didengarkan hehehe. Ada anak-anak, walaupun mereka ribut sendiri, keributannya mampu mengalihkan kekosongan pikiran saya. Ada grup chat Contestmania dan Asinan Blogger yang selalu ramai. Ada komunitas blogger yang sesekali masih mengajak saya ikut blogger accumulating, terimakasih banyak. Ada teman-teman kantor yang unik dan penuh rasa silaturahmi. Ada drama-drama unduhan yang menemani imajinasi saya. Ada berita hoax lalu lalang dan menyebalkan yang bisa saya jadikan obyek kekesalan, dibanding saya menyalahkan diri sendiri. Mereka adalah yang membuat saya beruntung bisa melalui kejenuhan dengan tidak sendiri.
Keramaian itu membuat saya bisa melalui jeda tanpa banyak yang tahu, hanya satu dua orang sahabat yang peka yang mengetahuinya. Kalaupun kini anda tahu, karena saya telah menuliskannya. Dua tahun sesudah jeda itu sendiri dimulai.
Tak dipungkiri, ada sejumlah nilai materi dan capaian yang terganti ketika saya jeda. Materi dan capaian yang terkira membanggakan oleh orang lain, ternyata saya mendapatkan ganti yang tak membuat saya menyesal melalui fase jeda. Sayangnya, saya tidak bisa menggambarkannya dengan kata-kata.
Jadi, sudah cukupkah saya mengambil jeda? Entahlah, karena seringkali jiwa meminta jeda tanpa kita sadari kapan waktunya. Bisa sebentar, bisa lama.
"Jeda di antara kita adalah ruang berpikir. Untuk tetap pergi atau kembali lagi" #Katasenja - Senjamelia
Orang lain punya diari untuk curhat soal cinta, kalau saya punya diari untuk curhat keuangan.
Dari catatan pengeluaran hingga mimpi-mimpi di masa mendatang.
Tetapi, beberapa tahun terakhir saya mulai bingung menulis Diari Belanja. Kenapa?
Perkembangan pembayaran dengan cara e-cash memang memudahkan. Sistem pembayaran banyak dilakukan dengan kartu debit, kartu kredit, transfer maupun pembayaran tagihan melalui net banking. Namun di sisi lain, saya harus mengubah pencatatan dan pola pengelolaan uang pribadi.
Dulu saya masih menggunakan amplop untuk memisahkan pos-pos belanja. Begitu terima uang gaji bulanan dan nafkah dari suami, uang-uang tersebut lantas dibagi dalam amplop-amplop bertuliskan tujuan peruntukannya. Saat itu, tabungan BNI benar-benar hanya untuk menabung. Seluruh uang belanja ditarik tunai. Catatan pengeluaran saya tulis dalam Diari Belanja
Kini jaman telah berubah. Perkembangan e-cash membuat kita tak perlu lagi melalukan tarik tunai. Dengan BNI Internet Banking berbagai pembayaran dan tagihan dilakukan melalui online. Dalam BNI Internet Banking catatan mutasi rekening terekam dalam periode 6 bulan terakhir.
Persoalan baru datang pada saya. Diari Belanja alias catatan pengelolaan keuangan cara lama tak lagi sesuai. Jika dulu pengeluaran terkontrol ketika uang dalam amplop belanja menipis, sekarang dengan adanya kartu debit dan kartu kredit, pembelanjaan lebih leluasa. Hingga seringkali lupa bahwa pos tabungan pun ikut terseret dibelanjakan. Karena itu, pola pengelolaan keuangan harus mengikuti tren e-money ini.
Jangan sampai karena gagal kontrol, begitu belanja over limit, ujung-ujungnya apa? Menyalahkan kartu kredit, kek. Menyalahkan atm, kek. Padahal ya salah sendiri, kan?
Sebenarnya sederhana saja, asalkan kita mau memperhatikan mutasi rekening i-banking BNI, seluruh transaksi yang kita lakukan dapat terukur. Justru lebih tercatat dibanding kita belanja secara manual. Masalahnya, saya tidak cukup rajin untuk mengatogerikan pengeluaran-pengeluaran BNI Internet Banking tersebut.
Kesulitan saya ini tampaknya terbaca oleh tim pengembangan BNI Internet Banking (Di sini saya akui, memang BNI paling mengerti nasabahnya). Saya tidak mengingat secara pasti mulai kapan fitur ini ada, kira-kira sebulan terakhir ini saya telah menggunakannya. Sebut saja fitur baru i-banking BNI, yaitu BNI Financial Planner.
Ada 6 fitur utama BNI Financial Planner yaitu (1) Pengaturan kategori, (2) pengaturan transaksi tunai, (3) lihat laporan, (four) pengaturan tujuan, (five) ringkasan multi rekening dan (6) kalender transaksi.
Tutorial pembuatan kategori bisa dipahami dari video ini:
Fitur yang paling penting buat saya adalah fitur pengaturan kategori. Fitur ini memungkinkan saya mengategorikan pos-pos pengeluaran dan pemasukan nilai goal per kategori sesuai kebiasaan saya selama ini. Target di sini bisa diartikan sebagai (1) batas maksimal belanja, atau (2) Nilai yang ingin dicapai.
Dari kategori-kategori ini akan ada analisis arus kas yang ditampilkan secara grafik batang. Nah, dari situ bakal ketahuan apakah belanja saya sudah kebangetan over belanja-nya atau masih dalam tahap dimaafkan.
Untuk belajar (karena masih pemula menggunakannya) saya mencoba membuat 6 kategori saja. Mungkin nantinya jika sudah mahir akan saya buat kategori yang lebih banyak. Kategori tersebut diidentifikasi dengan kata kunci yang telah kita tentukan.
Aktifitas e-money yang sering saya lakukan adalah transfer GOPAY, pembayaran tagihan PDAM, BPJS, multifinance kredit mobil, iuran sekolah, pembayaran tagihan telkom, dan tagihan kartu kredit. Kadang-kadang juga untuk membayarkan kewajiban pajak. Selain itu ada pemasukan rutin seperti gaji PNS dari pemerintah dan tunjangan dari IPB dengan kata kunci tertentu yang bisa diidentifikasi. Dalam penentuan kata kunci ini, butuh kejelian agar bisa mengikutkan transaksi-transaksi yang kadang tampil dengan deskripsi general (umum).
Tidak semua masuk kategori secara otomatis. Misalnya, pada transaksi iuran sekolah. Saya menentukan kata kunci SPP dan nama rekening sekolah. Sayangnya, keduanya tidak menampilkan deskripsi detil karena merupakan transaksi antarbank. Hanya tertulis switch antarbank, sehingga masuk dalam transaksi tak berkategori. Dalam hal ini saya harus memasukkan kategori transaksi tersebut secara manual dengan cara mengubah kategori. Tidak berat kok kalau BNI Financial Planner ini dibuka minimal sebulan sekali agar tidak menumpuk transaksi yang belum berkategori.
Dari transaksi yang telah terkategori, saya bisa memunculkan analisis statistics arus kas dalam bentuk diagram batang. Warna biru adalah nilai anggaran, warna hijau adalah nilai realisasi. Mari perhatikan gambar berikut :
Dari grafik arus pengeluaran selama bulan Juli 2017, saya bisa mengambil kesimpulan,
Pada kategori pendapatan ada sedikit kelebihan. Setelah saya telusuri ternyata suami menitipkan uang iuran sekolah anak untuk beberapa bulan ke depan.
Tagihan Kartu kredit masih dibawah limit. Artinya saya sukses menahan keinginan belanja.
Tagihan GOPAY sesuai target. Ini akan saya pertahankan karena memang sesuai dengan kebutuhan harian.
Tagihan iuran sekolah sedikit turun, mungkin karena libur sehingga biaya transport dan catering sekolah sedikit berkurang.
Tagihan BPJS, Telkom, PDAM dan Multifinance masih dibawah target, artinya penggunaan jasa telepon dan air lebih hemat.
Transaksi belanja umum masih jauh dibawah target. Bukan karena saya tidak belanja, tapi karena masih banyak transaksi tunai yang saya lakukan sehingga tidak tercatat di BNI Internet banking.
Dari kesimpulan itu saya bisa mengontrol pembelanjaan saya di bulan berjalan dan bulan-bulan berikutnya.
Saya belajar dari kegagalan-kegagalan dalam menabung. Sekian tahun menabung, menyisihkan uang, membuat pos-pos tertentu, hingga tiba pada satu kesimpulan bahwa keberhasilan menabung sangat ditentukan atas keteguhan pada niat. Karena itu butuh memisahkan tabungan untuk tujuan tertentu dengan tabungan utama.
BNI Financial Planner juga menyediakan fitur Pengaturan tujuan, yaitu menabung untuk tujuan tertentu. Tabungan ini dipisahkan dari tabungan utama dan hanya bisa dicairkan pada tempo yang telah dipilih.
Rekening baru ini bisa dalam bentuk Tapenas atau Taplus. Saya tidak perlu ke bank untuk membuka tabungan baru, cukup melalui BNI Internet Banking. Caranya adalah dengan mengisi tujuan pembuatan, target biaya yang ingin dicapai, kapan waktu akan tercapai, besaran iuran pertama (minimum senilai Rp.500.000_lima ratus ribu rupiah) dan berapa rupiah yang akan didebet dari rekening utama hingga target terpenuhi. Jika pendebetan bulanan terlalu tinggi, artinya ada dua piliha. Pertama, saya harus menambah jangka waktu tabungan, atau kedua, saya harus meningkatkan jumlah iuran pertama. Di sini kita bisa mengukur sendiri sesuai kebutuhan dan konsekuensinya.
Untuk lebih jelasnya tonton video berikut :
Sekarang Diari Belanja saya lebih rapi. Nantinya akan saya kategorikan lebih detil lagi setiap transaksi dalam BNI Internet banking. Yang jelas kini lebih praktis dalam menahan diri. Saya cukup lakukan screening singkat, membuka BNI Internet banking dan klik bagian pelaporan. Dengan mudah saya bisa melihat dalam grafik apakah realisasi telah melampuai anggaran atau belum. Kontrol diri, dan mimpi-mimpi kini tercatat dalam BNI Finansial Planner. Selamat mencoba.
***
Cara Cerdas Kelola Keuanganmu #BNIFinancialPlanner
Dua 'aha' momen yang mengulik kesadaran saya terjadi di sebuah warung sate kambing sederhana di Trenggalek, Jawa Timur, sekitar 3 tahun lalu.
Dilihat dari luar, warung sate kambing itu tidak terlalu meyakinkan. Kalau saja tidak mencobanya, saya tidak akan tahu kenapa banyak orang merekomendasikan warung tersebut. Rahasianya adalah pada dagingnya yang segar dan bumbunya enak. Sate Kambing salah satu kuliner yang banyak dijumpai di Trenggalek, kota kelahiran saya (berulang kali dengan bangga saya menyebutnya, walaupun di profil blogger telah nyata tersebutkan). Dan warung sate ini dalam daftar wajib yang harus saya kunjungi saat mudik.
Insiden 6 Tusuk Sate.
Saya dan suami memesan 2 porsi sate kambing. Satu porsi berisi 10 tusuk sate. Tak lama, asap dan aroma daging terbakar menyeruak ke dalam bilik warung yang terbuat dari bambu. Angin membawa partikel-partikel asap dari tempat pembakaran ke dalam warung. Anehnya, asap yang tidak terlalu pekat ini justru terasa nikmat di indera penciuman. Rasa laparpun semakin kuat.
Belum juga sate tersaji, seorang pembeli lain masuk, ?Satenya masih ada, Pak? Saya pesan 10.?
Terlihat wajah Tukang Sate sedikit gusar. Beliau memandang bergantian antara saya, Suami dan pembeli yang baru masuk itu.
Dalam Bahasa Jawa, Bapak Tukang Sate berkata kepada saya dan suami, ?Maaf Bu, satenya tinggal 20 tusuk. Bapak ini juga ingin membeli 10 tusuk. Apakah boleh kalau dari 20 tusuk itu dibagi 6 tusuknya untuk si Bapak ??
Saya dan suami tertegun. Sesaat kemudian rasanya ingin marah. Kami yang datang duluan, kenapa harus menyisihkan untuk si Bapak itu? Bilang saja ke dia kalau satenya habis. Gampang kan? _ begitu batin saya.
Hai, ini Trenggalek, Rin!
Untung, selintas berikutnya hati saya mengingatkan. Saya tidak jadi marah. Trenggalek, nama yang konon diambil dari kalimat ?Terang ing galih? (terang di hati). Sebuah masyarakat yang masih tinggi jiwa toleransi, ewuh pakewuh, sopan santun, tolong menolong dan gotong royong. Sudah 20 tahun saya meninggalkan kota ini, dan hampir lupa bagaimana kosa kata tadi harus diterapkan.
Bagaimana saya harus bersikap, apakah dengan mempertahankan hak, atau dengan berbagi hak? Walaupun keduanya tidak salah, berbagi tidak akan menurunkan harga diri. Saya pikir opsi kedua lebih baik.
Insiden kecil di warung sate yang menguji kesabaran. Betapa lembutnya hati Tukang Sate itu. Hal yang terlihat sepele, tetapi coba pikir lagi, ada lebih dari satu makna sikap membagi sate tersebut.
Sementara saya baru sadar setelah agak lama, ternyata Tukang Sate sudah menyadari hal-hal berikut ini lebih awal,
Mungkin, Bapak pembeli baru itu datang dengan hasrat yang menggebu karena rindu makan sate sekian lama.
Mungkin, Bapak itu juga punya keinginan yang sama besar dengan pembeli lainnya, hanya saja dia kalah waktu.
Mungkin, Bapak itu datang perut yang sama lapar, atau lebih lapar.
Mungkin, Bapak itu telah datang dari jauh dengan tenaga dan biaya yang harus dibayarnya.
Siapa tahu, dengan berbagi sate Bapak itu akan sangat bahagia menerimanya.
Siapa tahu, kelak peristiwa ini menjadi jalan terjalinnya silaturami.
Siapa tahu, ya siapa tahu, banyak hal baik yang akan mengikuti dari ketulusan ini.
Masih sanggupkah untuk tidak berbagi?
Masa iya, tidak ada tempat untuk bernegosiasi dengan dalih siapa cepat dia dapat (atau siapa yang sanggup membayar, maka dia yang dapat) ?
?Inggih, Pak, monggo kemawon dipun bagi sate-nipun? (Iya Pak, silakan saja dibagi satenya) .
Akhirnya kalimat itu yang keluar dari mulut saya.
6 tusuk sate saja.
Ya, kelihatannya hanya soal berbagi 6 tusuk sate. Namun saya merasa tersentuh dari kejadian ini. 6 tusuk sate tanda rasa sayang dan bukti empati, pada orang yang tidak dikenal sekalipun.
6 tusuk sate yang sesungguhnya memang hak saya, dan saya sanggup membayar, tetapi Tukang Sate itu memberanikan diri bernegosiasi dan berhasil mengetuk hati saya untuk melepaskannya.
Kalau berbagi sate saja tidak bisa, bagaimana mau berbagi hal-hal yang lebih besar?
**
Trenggalek, kota kecil dan terpencil dengan ketentraman yang selalu membuat kami rindu ingin mengujunginya. Daerah Trenggalek sebenarnya gersang, pepohonan tak pernah bisa tinggi. Pohon jati tumbuh dan bertahan meranggas di musim kemarau. Suasana panas ini berkebalikan dengan suasana penduduknya yang selalu adem. Mudik setahun sekali mampu meredam ambisi, emosi dan keriuhan rutinitas kehidupan yang sibuk.
Sebenarnya cara paling mudah dan cepat mencapai Trenggalek adalah dengan naik pesawat dari Kota Malang dan lanjut dengan mobil. Sekarang tidak sulit untuk mendapatkan tiket murah. Ada Skyscanner, sebuah mesin pencari tiket pesawat, motel, dan apartment mobil di seluruh dunia, bisa membantu kita mencari tiket pesawat murah dengan cara mengumpulkan informasi promo dari berbagai jasa penyedia tiket pesawat.
**
Maafkan Mantu dan Cucu saya, Pak!
Ini adalah insiden berikutnya. Masih di warung sate kambing sederhana itu.
Seusai makan, kami menuju mobil yang diparkir di samping warung sate. Sebuah mobil lain berplat L (asal Surabaya) terparkir di sebelah mobil kami. Bertepatan ketika kami hendak masuk ke mobil, seorang anak kecil membuka pintu mobilnya tersebut lebar-lebar dan mengenai sisi mobil kami. ?Brak!?
Suami saya menegur pemilik mobil dengan kalem (mengingat kami ada di kota penuh kelembutan). ?Pak, maaf anaknya tolong dikasih tahu kalau membuka pintu mobil pelan-pelan.?.
Rupanya, orangtua anak tadi marah. Alih-alih meminta maaf, malah mengeluarkan kata-kata kasar kepada kami. Tak lama seorang Bapak Tua keluar dari mobil. Bapak Tua itu menghampiri suami saya.
?Maafkan menantu dan cucu saya, Pak. Nanti akan kami nasehati dia.?
Bapak Tua itu menyalami tangan kami. Dan akhirnya semua masuk ke mobil masing-masing. Lagi-lagi kami disuguhi kelembutan sikap masyarakat Trenggalek.
Kelembutan sikap masayrakat Trenggalek ini pun kemudian menjadi bahasan antara saya dan suami.
?Kenapa Bapak itu begitu baik memintakan maaf cucu dan menantunya?? Kata suami membuka obrolan.
?Bapak itu adalah orang Trenggalek tulen," jawab saya setengah berseloroh. ?Kota ini mendidik orang-orangnya untuk sabar dan melembutkan hati.?
?Iya juga, terlalu lama tinggal di kota besar yang sibuk membuat hati kita mengeras. Persaingan hidup membuat kita melupakan toleransi dan tolong menolong. Banyak hal yang kita lakukan hanya dengan melihat dari sisi kepentingan kita sendiri,? Lanjut Suami.
Di sini, rasa toleransi sangat kental. Emosi harus dipendam dalam-dalam. Berbicara sopan semacam keharusan.
Di kota sekecil ini, bisa saja yang menjadi lawan bicara kita adalah saudaranya-saudaranya-saudara, atau temannya-temannya-teman yang kita kenal. Sejauh apapun hubungan, saudara tetap saudara, teman tetap teman. Kalau kita terlanjur bersikap dengan emosi, rasa malu akan kita tuai.
Dua kejadian di Warung Sate yang menyadarkan kami. Sebuah perjalanan berharga yang kami dapatkan. Cukuplah sate yang terbakar di atas perapian, tapi hati kita jangan mudah terbakar api emosi.