Jumat, 03 Juli 2020

Menjadi Tamu di Kantor Blibli.com

Seperti buah dari kemenangan lomba blog Blibli.com (tulisan yang menang di link ini),  Mas Ryandy (Digital Content Editor) mengundang  saya untuk berkunjung ke kantor Blibli.com di kawasan Slipi, Jakarta Barat.

Kesempatan ini saya manfaatkan untuk "examine tour" bagi anak-anak. Saya membawa mereka berdua bertamu ke kantor Blibli.Com

Blibli.com tahun ini memasuki usia ke 4 sebagai online shop di Indonesia.  Tahun ini pula, Blibli.com mendapatkan penghargaan bergengsi Indonesia Net Promoter Score & Net Emotional Value 2015, artinya Blibli.com memperoleh tingkat rekomendasi konsumen yang baik versi Majalah Bisnis terkemuka SWA.

Kantor Blibli.com adalah sebuah kawasan tersendiri, terdiri dari gedung utama 4 lantai, gudang penyimpanan barang, halaman parkir yang luas dan ada masjid. Ini diluar dugaan saya. Maaf, sebelumnya saya tidak menyangka kantornya mandiri dan solid seperti yang saya lihat sekarang. Saya tiba pukul 10.00 menemui mas Ryandy. Saya juga disambut oleh Mba Dewi Siregar, bagian Public Relation.  Agenda hari ini adalah jalan-jalan ke bagian-bagian kantor Blibli.com.

Di dalah satu dinding lobi depan terlihat tertempel foto-foto anak-anak sekolah yang merupakan bagian dari program Sharing for Caring para karyawan Blibli.com . Di setiap foto anak terdapat keterangan nama benda yang diinginkannya. Nah, masing-masing karyawan Blibli bisa memilih keinginan dari satu anak atau lebih yang akan dipenuhi, dengan menuliskan nama si Karyawan pada foto yang tertempel itu. Barang-barang yang akan diberikan tentunya dibeli dari Blibli.com. Kreatif idenya!

Moto "Shopping Everytime Everywhere" seperti yang tertulis di salah satu dinding sebenarnya adalah moto lama. Moto itu tahun ini diperbarui menjadi "Big Choice, Big Deals" karena Blibli.com merasa sudah saatnya memperbarui diri sesuai dengan semakin banyaknya pilihan dan promo yang ditawarkan setiap hari.

Naik ke lantai 2 adalah ruang customer care. Waaah,  di sana ada banyak karyawan yang siap menjawab konsumen baik by phone ataupun chat online. Hihihi..kirain yang menerima telepon saya hanya 1-2 orang, ternyata puluhan orang yang siap melayani konsumen.

Tim customer care
Sepanjang keliling kantor saya, mba Dewi dan mas Ryandy mengobrol. Termasuk tentang online shop competitor yang tengah dilanda kasus pesanan hp diganti sabun.  Menurut PR, kasus itu tak hanya berdampak turunnya kepercayaan pada online shop yang bersangkutan, juga berimbas pada keseluruhan online shop di Indonesia, justru di saat kepercayaan konsumen baru beranjak naik.

Saya bertanya tentang kenapa harga di online shop lain untuk satu jenis dan tipe barang yang sama tapi harganya berbeda. Mba Dewi menjelaskan, perbedaan harga dikarenakan perbedaan suplier/penjual.  Jadi konsumen harus cerdas membaca spesifikasi barang.  Kalau di Blibli.com, semua barang dijamin baru.  Sedangkan di online shop lain, ada beberapa gadget refurbished (bekas, kemas ulang) yang dijual.

Di lantai 3 adalah tim kreatif digital marketing. Ini dia otaknya blibli.com. Bagaimana promo dikemas, baik untuk web, promo sosial media, hingga ke promo televisi.

Tim digital creative
Dari tadi saya hanya melihat yang muda-muda di kantor Blibli.com ini. Betul, karena sebagian besar karyawan Blibli.com terdiri atas anak-anak muda dengan usia yang tidak terlalu jauh berbeda. Mereka adalah orang-orang kreatif yang tergabung dalam tim yang solid. Yup, dua hal yang wajib diperlukan untuk sebuah tim digital marketing. Dari merekalah berbagai kampanye sekaligus program inovatif dilahirkan. Blibli.com merupakan situs belanja online yang pertama kali menjalankan program cicilan 0%. Selain itu, Blibli.com juga menjadi pionir untuk program Midnight Delivery, yakni program pengiriman langsung meskipun pemesanan pada tengah malam sekalipun.

Ruang kerja yang menyenangkan.

Saya pernah melihat kantor yang nyaman  adalah di kantor Google Indonesia.  Sekarang saya menemuinya lagi di kantor Blibli.com. Ruang-ruang diskusi didesain dengan bentunk-bentuk unik dan nyaman untuk ngobrol santai. Bagi karyawa, Blibli menyediakan makan siang di kantin yang bersih, luas dan nyaman. Jadi karyawan tidak perlu capek-capek mencari makanan ke luar kantor. Dan bagi karyawan perempuan yang menyusui, Blibli menyediakan ruang laktasi yang nyaman dan bersih. Karyawan menyusui boleh meminta jeda waktu untuk ke ruang laktasi. Blibli juga memberi keleluasaan untuk karyawan yang masih mempunyai bayi untuk ijin saat anak sakit atau perlu ke dokter.

Ruang makan
Ruang Telur untuk diskusi
Ruang laktasi
Ruang kaca

Wawancara.

Selain jalan-jalan, agenda saya ke kantor Blibli.com adalah untuk wawancara sekaligus shooting. Ecieee.... :) Ada mas Kadek selaku kameramen dan mba Dewi sebagai pewawancara.

Saya ditanya motivasi ikut Blibli Blog Competiion. Hm...motivasinya hampir sana dengan lomba-lomba lainnya, yaitu tertantang berkompetisi. Apalagi hadiahanya menggiurkan banget. Lomba blog Blibli ini sedikit berbeda dengan lomba lainnya karena diadakan 2 tahap. Dari ratusan peserta disaring menjadi 10 besar finalis untuk membuat tulisan baru. Kalau ketentuan lomba secara umum relatif mudah. Dan yang saya hargai betul, Blibli memegang janji, pengumuman tepat waktu. Ya, sebagai penyuka lomba blog yang sudah ikut lomba ratusan kali, cukup sering penyelenggara menunda pengumuman, bahkan ada yang kabur dan nggak jelas akhirnya gimana. Blibli enggak begitu dong, pengumuman tepat waktu. Saya pun merasa tersanjung nih sampai diundang ke kantor Blibli.

Ada juga pertanyaan bagaimana tips menang lomba. Saya jawab seperti yang sudah beberapa kali saya tulis di blog ya. Silakan ubek-ubek sendiri bagi yang belum baca.

Khusus untuk lomba Blibli ini saya menulis berdasar pengalaman berbelanja. Jadi saya benar-benar mencoba beli di blibli.com lalu mencatat setiap proses transaksi. Detil dan poin-poin menarik dari  transaksi itulah yang saya ceritakan.

Wawancara berjalan santai sekitar 30 menit. Di akhir wawancara ada sesi penyerahan hadiah secara simbolik. Kalau dananya sih ditransfer usai lebaran. Alhamdulillah...

Nggak hanya itu, pulang dari kantor Blibli anak-anaku masing-masing dikasih godiebag isi kaos, topi, tas, blocknote dan voucer belanja. Inilah plusnya bawa anak-anak ikut serta. Mereka dapat ilmu dan pengalaman, juga hadiah. Sekali lagi, terimakasih Blibli.com

Merekam wawancara

Hasil wawancara ini juga dimuat di web blibli.com

https://www.blibli.com/friends/blibli/inilah-pemenang-blibli-com-blog-competition/

Kamis, 02 Juli 2020

Tongkol Asap Pedas di Family Guide Magz

Sekitar februari lalu saya mengikuti kuis di timeline @familyguideID. Tantangannya berupa kirim resep favorit keluarga beserta fotonya. Berhubung hadiahnya menggiurkan, yaitu kompor listrik senilai 7 juta, saya semangat banget. Sampai-sampai kirim 5 resep menu harian.

Eh, yakin bisa masak? Hihihi, bisa sedikit. Di antaranya resep andalan keluarga turun temurun yaitu Tongkol Asap Pedas dan Sapi Pindang Kluwek. Keduanya resep dari Trenggalek. Foto-fotonya pernah saya upload di fb.

Singkat kata, saya menang. Yeaay...! Alhamdulillah. Tapi bukan menang kompor sebagai hadiah utama. Saya mendapatkan urutan ketiga, hadiahnya tas okiedog yang keren. Saya tetap senang, karena saya tau pemenang utamanya memang seorang ibu yang menekuni kuliner secara profesional. Sedangkan saya? Ya beginilah... Pastinya juri tahu banget mana yang jago masak dan enggak. Saya menang juga karena menggunakan resep turun menurun yang memang terbukti enak. Sedangkan juara utama punya kreasi resep baru.

Resep saya itu dimuat di majalah Family Guide bulan ini. Majalah ini beredar free of charge di Jabodetabek dan bisa diunduh gratis di Scoop. Yang bikin surprise, foto tongkol asap pedas yang saya kirim diedit dan jadi keren. Ini penampakannya :

Tuh lihat, kreatif banget kan redaksi Family Guide edit fotoku kayak masakan chef :)

Happy. Seperti biasa saya selalu glad kalau ada tulisan atau foto mejeng di media cetak.

Nak, Kupilihkan BNI Untukmu

Ketika kebutuhan masa kini harus berbagi dengan kebutuhan masa depan, di situlah menabung menjadi hal penting. Tambah penting ketika sang buah hati lahir. Mulailah saya menghitung bulan hingga kelak dia harus menempuh jenjang demi jenjang sekolah. Artinya apa? Semakin dini dana dipersiapkan, semakin besar tabungan. Insya Allah biaya pendidikannya semakin terjamin.

Maka saya memulai dengan BNI Tapenas.

Kira-kira sejak 6 tahun lalu saya membuka rekening BNI Tabungan Perencanaan Masa Depan (Tapenas).  BNI Tapenas ini adalah tabungan berjangka, di mana tempo pencairannya bisa disesuaikan dengan  perencanaan kita. Misal untuk pendidikan anak, bisa ketika menjelang masuk SMP, SMA atau Perguruan tinggi.

BNI tapenas ini bisa diisi sewaktu-waktu selain debit rutin dari rekening induk. Bisa juga diambil sewaktu-waktu dibutuhkan, dengan catatan hanya sekali mengambil alias tutup rekening. Jika mau menabung lagi, ya tinggal buka rekening BNI tapenas lagi.

Kenapa saya memilih BNI Tapenas ?  Alasan sederhana saja, karena gaji saya sebagai PNS di IPB ditransfer ke BNI, jadi paling gampang kalau tapenas didebit langsung dari tabungan pegawai. Tidak bakal ada cerita nunggak setoran selama saya masih PNS dan mendapatkan pensiun.  Lebih yakin lagi karena BNI adalah bank nasional yang telah terbukti terpercaya dan mantap dalam sepanjang sejarah perbankan yang saya ketahui. Sekarang usia BNi sudah 69 tahun ! Dengan jalinan kerjasama di berbagai instansi negeri dan swasta, BNI membuktikan tingkat kepercayaan publik padanya sangat tinggi.

Saya memulai membuka rekening BNI Tapenas dari setoran Rp.100.000 per bulan. Kalau sekarang mungkin setoran minimal per bulannya sudah naik. Saat itu saya buat dua sekaligus untuk si kakak dan si adik.

Ya, karena dulu mampunya baru segitu. Tapi tekat saya, seiring kenaikan gaji, setoran bulanan akan saya tambah. Saat itu saya pilih untuk tempo hingga jenjang SMA. Kenapa SMA? karena minimal anak-anak harus bisa sekolah SMA. Tabungan untuk Perguruan Tinggi segera saya buatkan begitu ada keleluasaan.

Jalan setahun menabung, eh ada keperluan mendesak lainnya. BNI Tapenas jadi talangan sementara. Saya cairkan kedua BNI Tapenas anak, dengan catatan, saya membuka BNI Tapenas baru untuk tempo yang sama. Bedanya, nominalnya saya naikkan 5 kali lipat, Rp. 500.000 per bulan. Selain untuk mengganti tabungan setahun  yang sudah terpakai, juga untuk meningkatkan saldo tabungan kelak waktunya digunakan.

Itulah enaknya menabung BNI Tapenas, ketika kita mencairkan kapan saja, nilai tabungan kita tidak berkurang dari yang pernah kita tabung. Ini yang membedakan dengan asuransi dimana manfaat baru diperoleh setelah berinvestasi sekian tahun tertentu.

Alhamdulillah hingga kini BNI Tapenas kedua anak saya masih "aman". Semoga tidak ada keperluan mendesak seperti cerita sebelumnya. Semoga bermafaat dan menjadi bekal anak-anak sekolah saat tiba waktunya.

BNI Taplus Anak dalam cerita kami.

Menjelang masuk Sekolah Dasar, anak pertama saya meminta dibuatkan tabungan pribadi. Hm, tampaknya si kakak sudah mulai memahami arti menabung di financial institution. Akhirnya saya buatkan BNI Taplus anak.

BNI Taplus anak ini sekaligus menjadi "tandon" keluarga di saat "paceklik". Jadi gini, saya dan suami biasa mengisi BNI Taplus Anak milik si kakak. Saat akhir bulan uang habis dan menunggu gajian, kami suka meminjam tabungan si kakak. Saat gajian, tabungan kami isi lagi sejumlah lebih besar, sekaligus untuk jatah uang saku kakak.

Pencairan via atm maksimal Rp. 500.000 in keeping with hari, sangat bijak untuk penggunaan anak-anak. Sekaligus bijak untuk berhemat. Toh kalau mau mencairkan nominal lebih besar bisa through teller.

Namanya tabungan anak, masih dalam kontrol orangtua. Saya sebagai penandatangannya, bisa mendapatkan record penggunaan via sms notifikasi.

Saya mengajarkan cara aman bertransaksi perbankan. Misalnya dengan menjaga kerahasiaan PIN dan menjaga informasi data rekening. Ketika mengambil uang di atm pun, saya menghormati privasinya. Di sini anak merasa bangga diberi tanggung jawab.

Dengan memiliki tabungan taplus anak, si kakak jadi semangat meningkatkan nominal saldo tabungannya ketimbang belanja ini itu. Nyatanya pas lebaran kemaren, THR yang didapatkan si kakak disisihkan untuk ditabung.

BNI ada diantara keluarga kami. Kalau diceritakan bisa sangat panjang, tepatnya sejak 1996 saat saya mulai kuliah di IPB. Hingga kini saya bekerja dan punya anak, BNI menjadi pilihan saya. Dan BNI jugalah yang saya pilihkan  untuk masa depan anak-anak saya. BNI Tapenas untuk jangka panjang, dan BNI Taplus Anak untuk sekarang dan nanti.

Demikian cerita sederhana dan hangat dari kami, Keluarga BNI :)

A to Z Social Media Commerce di Kelas Bogor

"Social media is not about the exploitation of technology but service to community." (Simon Mainwaring, Blogger & Socmed Spesialist)

*****

Salut pada Blogger Bogor. Sudah beberapa bulan terakhir ini Blogger Bogor konsisten mengadakan Kelas Bogor dengan tema-tema menarik. Seperti tema pada tanggal 29 Agustus 2015 lalu, sangat menarik, yaitu tentang Social Media Commerce.

Kali ini Kelas Bogor difasilitasi oleh Padjajaran Suite Hotels di jalan Pajajaran Bogor. Venue yang menarik untuk foto-foto. Apalagi rombongan saya adalah ibu-ibu blogger dari grup Asinan Blogger yang suka foto-foto :)

Foto : pinjam mba Dwina, kalau gak salah...

Pak Erick dari Internet Sehat
Social media commerce dalam arti sederhana adalah jual beli lewat media sosial .  Pada sesi pertama ada pemaparan pak Erick dari Internet Sehat. Beliau menyebutkan, dari 88.1 juta pengguna internet di Indonesia, memiliki karakteristik berikut:

  • 52 juta di Jawa-Bali, menyusul kemudian Sumatera, Sulawasi, Kalimantan dan Indonesia bagian timur (Nusa tenggara, Papua, Maluku).
  • 49% adalah digital native, yang notabene adalah generasi muda.
  • 85% menggunakan smartphone untuk akses internet, menyusul leptop, tablet dan desktop.
  • 14% menjadikan Facebook sebagai media sosial favorit, menyusul WattsApp, Twitter, Facebook messenger, Google+, Linkedin, Instagram, Skype,  Pinterest dan Line. Terlihat dari situ banyaknya aplikasi pertemanan.

Pengguna internet di Indonesia sangat suka bermedia sosial.  "Existence is meaningful," kata Pak Erick. "Itulah juga kenapa netizen suka selfie lalu upload". Hihihi, bener, bener ! Jadi wajar ya, selfie dan upload.  Perilaku netizen yang juga sangat banyak dijumpai adalah click and share, bahkan untuk berita hoax sekalipun. Nah lho ! Ini juga demi eksis, butuh pengakuan juga gak?

Dengan besarnya aktivitas media sosial pengguna internet di Indonesia, maka pelaku ecommerce banyak yang memilih media sosial untuk memikat hati konsumen.  Kongkretnya, pengguna internet lebih sering melihat suatu produk dari timeline akun media sosial dibanding berkunjung langsung ke sebuah situs ecommerce. Faktor pertemanan di media sosial adalah salah satu hal yang memperkuat keberhasilan social media commerce, karena hal ini terkait dengan tingkat kepercayaan.

Kemudian pak Erick memaparkan tentang tips aman bertransaksi via media sosial, antara lain:

  • Lebih teliti memeriksa deskripsi produk dan paket yang akan dibeli.
  • Jangan mudah percaya pada barang bermerk mahal tetapi dijual sangat murah. Misalnya smartphone. Sesuatu hal yang kurang masuk akal.
  • Jangan mudah tergoda penawaran barang melalui email spam. Lebih baik lihat dan kunjungi web resmi.
  • Cari tanda bahwa situs tersebut aman. Caranya, lihat tanda gembok di awal alamat web. Https artinya lebih aman dan informasi pembayaran di enkripsi.
  • Amankan PC/Smartphone/Tablet dengan memasang antivirus, atau spyware dan firewall.

Nah, sudah amankan gadget anda? *lirik gadget sendiri*

Pemaparan Pak Erick sungguh membuat para peserta Kelas Bogor "melek" dalam arti sebenarnya. Informasinya padat dan menarik. Ngantukpun hilang.

Pak Fahmi dari Jualio
Sesi berikutnya adalah presentasi dari pak Fahmi Bafadhal (@fahmi_ph) dari Jualio, tentang fakta teknis dan keamanan social media commerce. Faktanya adalah :

  • Hingga saat ini Facebook masih menjadi raja media sosial, terutama di Indonesia, menyusul twitter, instagram, youtube dan pinterest.
  • 74% pembeli mengandalkan media sosial untuk membantu membuat keputusan akan barang yang akan mereka beli.
  • 74% pembeli berdasarkan rekomendasi perusahaan atau produk di timeline mereka.
  • 81% orang mempercayai postingan teman mereka di media sosial sebelum membeli suatu produk.
  • 33% pengguna membeli produk dan jasa yang dirilis dan dipromosikan di fanpage media sosial suatu brand.
  • 35% pembeli membagi (share) di media sosial tentang barang yang telah dibelinya.
  • 34% pembeli memilih media sosial dibandingkan situs ecommerce biasa.
  • 90% netizen yang melihat-lihat produk (walaupum hanya cuci mata)  berakhir dengan pembelian.
  • Media sosial juga menjadi alat untuk melakukan surve respon pasar sebelum sebuah barang diproduksi.
Contohnya begini, ketika saya asyik facebookan, tiba-tiba ada teman yang pamer Smartfren Andromax C2 di akun pribadinya. Dia bilang gini, "Nggak salah pilih nih beli Smartfren Andromax C2. Harga dan kualitas memuaskan!", sambil mention fanpage Smartfren. Lalu dari situ saya kepo dan lihat-lihat ke Fanpage Smartfren, dan ujung-ujungnya galau pengen beli.

Dengan dasar fakta inilah, Jualio bekerja. Jualio adalah jasa marketing online yang menyediakan shopping cart dan buy button yang membantu anda untuk menjual barang fisik maupun barang digital, pada website dan media sosial seperti Facebook, Facebook Pages, Twitter, atau messaging apps.

Jualio mengembangkan proses social media commerce dengan 4 tahapan, yaitu growth, enggagement, sentiment dan leads.

  • Growth adalah tahapan mengumpulkan follower, likes dan fans.
  • Enggagement adalah tahapan berinteraksi dengan follower.
  • Sentiment adalah tahapan untuk melihat respon pasar, membaca kritik dan perbaikan dengan menciptakan komunikasi positif.
  • Leads adalah tahapan dimana penjual sudah mulai menguasai pasar dan menjadikan engagement dan positive sentiment pada transaksi yang sesungguhnya.

Bedanya Jualio dengan situs ecommerce lainnya adalah bahwa dengan Jualio, pemilik produk/jasa tetap menjadi "tuan" di toko onlinenya sendiri, yaitu media sosialnya yang telah dirintis selama ini. Dari akun media sosial yang telah ada sebelumnya ini, Jualio akan mengembangkannya sehingga menjangkau lebih luas pembeli.

Bagi penjual, tantangan ecommerce adalah cenderung beresiko, tidak aman, rawan penipuan dan hacking. Jadi, bukan hanya pembeli saja yang jadi korban, penjualpun juga pernah jadi korban. Suatu kasus misalnya telah terjadi deal antara pejual dan pembeli. Pembeli mengaku sudah transfer dan mengambil barangnya ke toko. Ternyata uang tidak masuk ke rekening penjual, karena si pembeli ini ternyata penipu yang menggunakan bukti transfer palsu.

Waaah, banyak wawasan di Kelas Bogor minggu ini, sukses kupas tuntas social media commerce. Di akhir acara ada pertanyaan kuis dari para narasumber. Lucunya, dari beberapa pertanyaan, jawabannya adalah Facebook !

Apa media sosial paling banyak digunakan netizen? -> Facebook !

Melalui media sosial apa pedagang banyak berjualan ? --> Facebook.

Apapun pertanyaannya, Facebook jawabannya. Eaaa..

Para penjawab kuis, mereka Facebooker.
seluruh peserta, tanpa MC
Asinan Blogger. Foto by MC.
Jam 15.00 kelas selesai. Terimakasih narasumber. Juga untuk Padjajaran Suite atas tempat yang nyaman dan snack yang enak. Supportnya untuk Kelas Bogor luar biasa.

Sampai jumpa di Kelas Bogor berikutnya.

*****

Tulisan ini menjadi juara 1 lomba blog Kelas Bogor

Rabu, 01 Juli 2020

Hero Supermarket, "Pahlawan" yang Menyegarkan

Untuk kali ini, saya ucapkan "Hero" dengan lafal "HERO", bukan "HIRO" . Khusus untuk Hero Supermarket. Sudah nyaman demikian di lidah orang Indonesia :)

Saya dan Hero Supermarket.

Tahun 1996 saat pertama kali saya tiba di Bogor sebagai anak kos, saya diajak kakak-kakak kelas ke Hero Supermarket di Internusa Plaza, Bogor. Rumah kos saya di jalan Malabar, tepat berada di belakang Hero Supermarket.

Terbiasa dengan  pasar tradisional di kampung halaman, saya terkagum dengan "kemewahan" ala supermarket Hero. Lama kelamaan saya memahami, Hero adalah supermarket yang menargetkan pasar menengah ke atas. Barang-barang yang dijualnya adalah segala kebutuhan sehari-hari, dari perabot dapur, toiletris, dan yang utama adalah makanan segar seperti daging, ikan, buah, sayur, telur, susu dan banyak lagi.

Sebagai anak kos dengan kiriman uang saku pas-pasan, saya harus berhemat. Namun soal makanan segar, saya tidak mau menggadaikan kesehatan dengan membeli makanan yang "tidak jelas" kualitasnya. Jadi Hero Supermarket adalah tempat saya membeli makanan segar. Biasanya susu, buah dan sesekali cake untu? Jajan anak kos. Saya jarang membeli sayur karena jarang memasak.

Ada 2 Hero Supermarket yang saya sering kunjungi. Selain Hero Internusa, satu lagi di jalan Pajajaran Bogor, dikenal dengan Hero Pajajaran. Sayangnya, Internusa Plaza terbakar pada tahun 1996 dan kemudian Hero Internusa terpaksa ditutup. Sedangkan Hero Pajajaran masih ada hingga sekarang, bertansformasi menjadi Giant Express.

Saat ini di kota Bogor telah ada 7 Giant dan 7 Guardian, masih bagian dari Hero Group. Lokasi Hero Supermarket terdekat dari tempat tinggal saya adalah di Cibubur dengan waktu tempuh 1 jam. Jadi saya tidak pernah lagi ke Hero Supermarket.

Perjalanan forty four tahun.

Hero Supermarket dirintis oleh M.S Kurnia (almarhum) tahun 1951.  Kisah perjuangan inspiratifnya bisa dibaca di www.herosupermarket.co.id . Tahun 1970-an, satu per satu supermarket Hero dibangun di Jakarta. Tahun 1980, saat ekonomi Indonesia stabil dan mapan, Hero Supermarket semakin go public.  Memasuki tahun 1990 Hero Group telah meningkatkan modalnya jauh untuk menjadi perusahaan yang cukup besar. Pada akhirnya, di tahun yang sama, Hero group melaksanakan Initial Public Offering (IPO), yang berarti menjual saham kepada masyarakat umum.

Tahun 2000-2010 Hero dibuktikan bertahan meskipun perekonomian kurang stabil. Memasuki dekade milenium, ekonomi telah berangsur-angsur membaik. Di bawah Hero Group, Starmart telah membuka 131 cabang di seluruh Indonesia. Sementara itu untuk Guardian, apotek, toko kesehatan dan kecantikan, juga menunjukkan kemajuan yang memuaskan. Per Desember 2014, jumlah total toko yang dioperasikan oleh Hero Group adalah lebih dari 700 toko dengan lebih dari 16.000 karyawan. Detail dari toko-toko tersebut adalah 129 toko Giant Ekspres, 55 toko Giant Ekstra, 34 toko Hero Supermarket, 135 toko Starmart, 346 toko Guardian, 2 toko Jason dan 1 gerai IKEA.

Inspirasi segar dari www.Herosupermarket.Co.Id

Tidak adanya Hero di Bogor tidak menghalangi saya mengambil kesegarannya. Hero grocery store mengembangkan websitenya dengan tema utama tentang kesegaran. Sesuai dengan slogan Hero Supermarket yaitu "The Fresh Food People".

Situs www.Herosupermarket.Co.Id terbagi dalam five bagian utama yaitu :

  • Fresh Offer, berisi penawaran spesial nan "segar" dari produk-produk Hero Supermarket. Ada penawaran 3 harian dan satu mingguan. Ada juga katalog online setiap bulannya.
  • Fresh Insight, adalah tips-tips cara memilih dan mengolah bahan makanan agar tetap segar, tips hidup sehat, teknik memasak dan tips merawat peralatan rumah tangga. Saya banyak mengambil manfaat dari sini.
  • Fresh Recipes, adalah kumpulan resep-resep lezat, dari  menu Indonesia, Western, Asian dan Mediteran.
  • Fresh People, berisi kuis dan games yang mengibur dan menyegarkan. Di sini kita juga bisa mendaftar menjadi anggota dan mengikuti aktivitas CSR Hero.
  • Fresh News, berisi berita-berita terbaru dari Hero Supermarket.

Harapanku untuk Hero Supermarket.

Sebagai kado 44 tahun anniversary, ijinkan saya menyampaikan harapan untuk Hero Supermarket.

  1. Pertahankan kualitas layanan di semua lini. Sepanjang pengalaman saya, pramuniaga dan kasir Hero ramah dan cekatan. Pernah suatu ketika seorang ibu lanjut usia membeli sayuran. Sepertinya beliau tidak tahu kalau yang dipilihnya jenis sayuran impor dan harganya mahal. Si mbak kasir konfirmasi kembali ke si ibu mengenai harga dan jenis barangnya. Si ibu batal belanja. Saya yang berada di antrian di belakang ibu itu terkesan. Betapa si mbak kasir mengutamakan empati daripada keuntungan semata.
  2. Peningkatan kualitas makanan segar. Di Hero supermarket saya tidak pernah menemukan sayur atau buah yang sudah lembek atau layu dan masih terdapat di rak. Prinsipnya tidak menghabiskan stock gudang, tetapi Hero Supermarket menyajikan bahan pangan segar. Jadi kalaupun stock masih ada dan bahan pangan sudah mulai layu/busuk ya dikembalikan ke gudang. Tidak dijual lagi.
  3. Memperbanyak pangan asli dari sumberdaya lokal Indonesia, mensubsitusi bahan pangan impor dengan produk lokal  Hal ini demi memperkuat produksi dalam negeri, memakmurkan petani lokal dan tentunya menjadi kebanggaan bangsa.
  4. Tetap menjaga kemewahan namun diharapkan harga-harga produknya bisa dijangkau oleh masyarakat luas. Saya suka belanja di tempat mewah, tetapi tidak ingin hanya melihat-lihat saja, pengennya pulang bawa banyak belanjaan. Tentunya dengan harga murah. Kalau harga barang-barang di Hero murah tentunya daya beli masyarakat meningkat.
  5. Webnya dikembangkan terus dan sering mengadakan event atau lomba seperti lomba blog kali ini dengan mengusung kampanye positif yang berbeda-beda.
  6. Terakhir adalah harapan pribadi nih, yaitu berharap di Bogor ada Hero Supermarket lagi. Agar saya bisa kembali merasakan kesegaran produk Hero Supermarket.
Selamat ulang tahun yang ke 44 tahun untuk Hero Supermarket, sang "pahlawan" yang menyegarkan.

?Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari www.Herosupermarket.Co.Identification dalam rangka memperingati HUT Hero Supermarket ke 44. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan."

Dari IIMS dan Komunitas untuk Industri Otomotif Nasional

Technology no longer consists just of hardware or software or even services, but of communities. Increasingly, community is a part of technology, a driver of technology, and an emergent effect of technology. (Howard Rheingold)

Pembukaan oleh Wapres RI Jusuf Kalla
Baru saja berlalu Indonesia International Motor Show 2015 (IIMS 2015). Even yang terselenggara pada 20-30 Agustus 2015 di JIEXpo Kemayoran, Jakarta, memamerkan aneka jenis kendaraan bermotor.

Saya mengikuti liputannya dari internet http://www.Indonesianmotorshow.Com/. IIMS 2015 yang sukses atas kerja keras Dyandra Promosindo, tidak hanya menyentuh sisi tekno dan advertising and marketing dalam perkembangan otomotif di Indonesia, namun juga menampilkan sisi hiburan, seni, sosial dan budaya.

Suasana dalam hall pameran

IIMS dan Komunitas.

IIMS 2015 mengusung tema The Essence of Motor Show, dengan visi IIMS 2015 tidak hanya sekedar menjadi pasar jualan mobil semata, melainkan juga melibatkan banyak elemen dunia industri otomotif di dalamnya.

Yang menarik, IIMS 2015 terselenggara dengan pendekatan pada komunitas-komunitas otomotif. Puluhan komunitas otomotif ikut menyemarakan IIMS 2015 ini, antara lain PPMKI (Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno), Jakarta Morris Club, IOF (Indonesia Off-road Federation), Nissan Datsun Club Indonesia, Mercedes Benz Club Indonesia, Jakarta Hot Rod Classic Community, Holden Indonesia, Toyota Kijang super Community, Toyota Crown Family, Volkwagen Indonesia dan banyak lagi.  Di sini komunitas-komunitas otomotif unjuk gigi, baik dalam bentuk pameran, diskusi maupun atraksi.

Tak lepas dari sorotan adalah hadirnya komunitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).   Mereka menampilkan produk unggulan yaitu Fin Komodo. Kendaran tersebut dirancang khusus untuk digunakan di medan off-road sesuai alam Indonesia. Fin Komodo cocok digunakan untuk menjangkau daerah terpencil Indonesia.  Sedangkan untuk kendaraan dalam kota ada AG-Tawon city-car dan AG Tawon Transformer Pick-up. Inovasi-inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia akan otomotif.

Komunitas mobil dan motor unik banyak ditemui di IIMS 2015. Komunitas ini berangkat dari kesamaan jenis atau merk kendaraan otomotif yang dimilikinya. Tentu saja ada manfaatnya berkomunitas, antara lain sebagai ajang sharing, problem fixing, bertukar kreatifitas, bertukar informasi, bertukar koleksi dan menjalin silaturahmi.

Bagi industri otomotif, masing-masing merk kendaraan biasanya membentuk dan menyokong berkembangnya komunitas dari peminatnya. Tujuannya salah satunya adalah untuk memahami kebutuhan pasar, terutama bagi industri otomotif moderen. Sedangkan bagi otomotif kuno, komunitas mampu memperpanjang cerita guna mempertahankan sejarah perkembangan sebuah mobil atau motor. Hal ini tetap membawa manfaat bagi industri otomotif moderen untuk belajar dari sejarah otomotif di Indonesia. Jas Merah! Jangan sekalipun melupakan sejarah. Begitupun dalam industri otomotif.

Pameran Vespa

motor unik
Ada yang tau ini mobil apa? keren ya?

Mendengarkan Kebutuhan Komunitas.

Komunitas mobil yang telah ada berangkat dari kesamaan jenis dan merk otomotif.  Mereka besar dan berkembang memberikan input pada industri otomotif. Dengan kata lain industri otomotif  mendengarkan komunitas berdasar kesamaan jenis kepemilikan.

In my opinion, apakah IIMS pernah berpikir dari arah sebaliknya? Dalam harapan saya, IIMS bisa menjadi pendengar kebutuhan komunitas akan otomotif.  Berangkat dari kebutuhan yang sama, dijawab oleh aneka merk otomotif berbeda, dan di sana mereka membaur, fokus pada kebutuhan komunitas.

Misalnya, komunitas wanita dan ibu membutuhkan mobil yang mudah penggunaan dan perawatannya.  Komunitas pecinta hewan butuh mobil yang mengakomodir kenyamanan pemilik dan hewan peliharaannya. Komunitas pecinta lingkungan butuh kendaraan minim buangan karbon. Dan masih banyak lagi  Ada komunitas cinta baca, komunitas cinta musik, komunitas difabel, komunitas traveller dan lain sebagainya. Tujuan utamanya apa? Industri otomotif Indonesia ke depannya akan lebih banyak memproduksi mobil dan motor yang tepat sasaran dan berorientasi pada fungsi sesuai kebutuhan masyarakat.

Pemenuhan kebutuhan komunitas tak hanya dalam bentuk realisasi kendaraan otomotif. Bisa juga dalam bentuk sosialisasi dan edukasi dalam penggunaan teknologi otomotif dikemas dalam media yang menarik.  Misalnya edukasi keamanan menyetir bagi ibu hamil, edukasi menata kendaraan yang nyaman dan sehat bagi pecinta hewan, training intensif keamanan berkendara motor bagi pecinta motor besar, dan tips menyiapkan kendaraan untuk travelling. Itu adalah sebagian kecil contoh materi yang bisa diangkat.  Untuk itu diperlukan lebih banyak dialog dan pendekatan kepada komunitas bahkan dari jauh hari sebelum even IIMS berikutnya diadakan.

atraksi motor mini
atraksi motor trail
antusiasme pengunjung
talkshow dan dialog
Inikah mobil impianmu?

Dari IIMS 2015 tercatat transaksi yang terjadi senilai Rp. 1.636 Triliun yang berasal dari penjualan 4.894 unit mobil dan sepeda motor. Pada akhir acara diumumkan juga para peraih penghargaan Best Choice Car pilihan masyarakat (dinilai dari survey pengunjung, global design, launching event dan consumer interest). Kelompok mobil pemenangnya adalah : Toyota New Vellfire (kategori MPV), Ford All New Everest (kateforu SUV 4x2), Jeep Renegade (kategori SUV 4x4), Datsun GO Panca (kategori HatchBack), Mercedes-Benz C250 (kategori sedan) dan Honda BRV (kategori New Comer). Sedangkan untuk kelompok motor pemenangnya Honda Sonic 150R (kategori best motorcycle), Yamaha Nmax (kategori best scooter) dan Peugeot Django (kategori new comer).

PT Dyandra Promosindo juga mengumumkan jadwal IIMS 2016 pada 8-17 April di lokasi yang sama dan konsep yang sama. Semoga tahun depan lebih banyak komunitas yang berpartisipasi. Dan sebaliknya, lebih banyak kebutuhan komunitas terakomodir.

Tulisan ini diikutkan dalam lomba blog #IIMS2015 bersama Anging Mamiri

Referensi dan foto diambil dari

http://indonesianmotorshow.Com

Pindang Sapi Kluwek di Family Guide Magz

Masih satu paket dengan lomba resep di Family Guide bulan Februari 2015, bulan ini salah satu resep saya dimuat lagi.  Resep kali ini adalah Pindang Sapi Kluwek, masakan khas Trenggalek.  Kalau di Trenggalek sih biasa disebutnya Pindang sapi saja.

Masakan ini mirip gulai sapi tapi ditambah kluwek. Butiran cabai utuh yang ditambahkan membuat citarasa pedas yang menggugah selera.

Resep ini tidak memenangkan lomba. Yang menang lomba adalah tongkol asap pedas. Bisa dilihat di linkhttp://asacinta.Blogspot.Co.Id/2015/07/tongkol-asap-pedas-di-own family-guide-magz.Html

Kalau pada resep sebelumnya foto saya diedit sehingga lebih artistik, pada resep kali ini foto tampil apa adanya sesuai aslinya. Jadi senengnya tambah gitu..Bisa juga foto saya layak mejeng di majalah.

Ini tampilan majalahnya :

Sekedar information saja, majalah Family Guide ini free of charge dibagikan di spot-spot tertentu di Jakarta serta bisa diunduh gratis di getscoop.Com (aplikasi scoop).

Berhubung bulan lalu foto saya dimuat, saya berniat mendapatkan bentuk fisiknya. Jadi saya pesan langsung ke redaksi. Majalah tetap gratis, hanya ganti ongkos kirim. Sekalian saja saya ambil paket langganan, yaitu majalah gratis+ ongkos kirim Rp.150.000 + bonus voucher menginap satu malam di Hotel di Bandung.   Baik banget sih ini majalah...

Isinya juga semakin ke sini semakin bagus. Informatif dan entertaint. Penasaran? Unduh free of charge di Scoop ya.